Komponen dan Sistematika Format RPP Kurikulum 2013

Dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, paling tidak memuat lima komponen utama, yaitu: tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelejaran, sumber belajar, dan penilaian. Komponen RPP tersebut disusun dalam format seperti berikut: Nama Sekolah : ..................................; Mata Pelajaran : ..................................; Kelas / Semester : ..................................; Alokasi Waktu : ..................................

A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1. ........................ (KD pada KI-1)
2. ........................ (KD pada KI-2)
3. ........................ (KD pada KI-3)
Indikator: ..................................
4. ........................ (KD pada KI-4)
Indikator: ..................................
Indikator belajar lebih diutamakan pada KD 3 dan KD 4 karena dicapai melalui proses pembelajaran langsung.

C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran (rincian materi pokok)
E. Metode Pembelajaran (rincian dari kegiatan pembelajaran)
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : .........................
2. Alat / Bahan : .........................
3. Sumber Belajar : ..........................

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke-1
a. Pendahuluan / Kegiatan Awal (...menit)
b. Kegiatan Inti (...menit)
c. Penutup (...menit)
2. Pertemuan ke-2, dan seterusnya.

H. Penilaian
1. Jenis / Teknik penilaian
2. Bentuk instrumen dan instrumen penilaian
3. Pedoman penskoran

Adapun lagkah-langkah dalam penyusunan dan pengembangan RPP adalah:
1. Mengkaji silabus
2. Mengidentifikasi materi pembelajaran
3. Menentukan tujuan pembelajaran
4. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
5. Penjaaran jenis penilaian yang digunakan
6. Menentukan alokasi waktu
7. Menentukan sumber belajar


Kompenen KTSP dalam Implementasi Kurikulum 2013

Pada implementasi kurikulum terbaru, masing-masing satuan pendidikan wajib menyusun kurikulum tersendiri atau KTSP. Pemerintah telah menerbitkan Permen Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum yang dijadikan acuan bagi tim penyusun atau guru-guru yang bertugas menyusun kurikulum di masing-masing sekolahnya. Berdasarkan peraturan menteri tersebut, dapat dijelaskan tentang komponen-komponen utama dalam KTSP, terdiri dari:

A. Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan Satuan Pendidikan

Setiap sekolah (satuan pendidikan) harus memiliki visi yang mendeskripsikan cita-cita yang ingin dicapai oleh sekolah tersebut. Sementara untuk mencapai visi tersebut, diperlukan indikator-indikator yang harus dilakukan oleh pihak sekolah secara terencana dan terukur yang disebut dengan misi. Sedangkan tujuan pendidikan menggambarkan hal-hal yang perlu terwujud sesuai dengan karakteristik masing-masing sekolah.

B. Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Pada implementasi kurikulum 2013, muatan KTSP disusun oleh tiga muatan kurikulum, yakni muatan kurikulum nasional, muatan kurikulum daerah, dan muatan kekhasan satuan pendidikan. Muatan kurikulum pada tingkat nasional untuk jenjang SD/MI mengacu pada Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/MI. Muatan kurikulum pada tingkat daerah yang dimuat dalam KTSP merupakan sejumlah pelajaran muatan lokal yang ditentukan oleh derah yang bersangkutan dan ditetapkan oleh gubernur. Kemudian yang dimaksud dengan muatan kekhasan satuan pendidikan adalah berupa mata pelajaran atau program kegiatan tertentu yang ditentukan oleh masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik.

C. Pengaturan Beban Belajar
Komponen ke tiga yang terdapat dalam KTSP adalah pengaturan beban belajar. Beban belajar yang digunakan dalam jenjang sekolah dasar adalah sistem paket. Pada sistem paket ini, beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri adalah sebesar 0-40%. Setiap sekolah juga dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

D. Kalender Pendidikan
Kompenen terakhir yang wajib ada pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kalender pendidikan. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan belajar-mengajar dalam kurun waktu satu tahun ajaran, mencakup permulaan tahun pelajaran, deskripsi minggu efektif belajar, waktu belajar efektif, dan uraian hari libur. Alokasi waktu untuk minggu efektif belajar dalam satu tahun kalender pendidikan adalah minimal 34 minggu dan maksimum 38 minggu. Jeda tengah semester sebanyak satu minggu per semester, jeda antar semester maksimum 2 minggu, alokasi waktu libur akhir tahun pelajaran maksimum 3 minggu, alokasi waktu untuk hari libur keagamaan adalah 2-4 minggu, hari libur nasional maksimum 2 minggu, dan hari libur khusus maksimum 1 minggu.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait