Contoh Rumusan Masalah dalam PTK

Untuk memahami cara membuat rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas, dapat kita cermati melalui ilustrasi kasus berikut ini: Pak Hendra yang merupakan guru kelas 5 pada suatu sekolah dasar merasa gundah tatkala kepala sekolahnya meminta dirinya untuk memperbaiki hasil atau prestasi belajar siswa-siswa kelas 5 khususnya pada bidang studi IPA.

Hal ini terjadi karena hasil belajar siswa kelas 5 pada bidang IPA menunjukkan rata-rata hasil yang tidak memuaskan yaitu hanya mencapai skor nilai 5,2 dalam skala 10. Pak Hendra kemudian memutuskan untuk memecahkan masalah tersebut.Ia memulainya dengan mencoba mengingat kembali beberapa kegiatan pembelajaran IPA yang telah dilaksanakan sebelumnya.

rumusan masalah ptk

Dalam setiap pembelajaran, ia selalu menjelaskan materi IPA hanya berpatokan dengan buku paket. Kemudian disetiap akhir penjelasan ia memberikan kesempatan bertanya kepada para siswanya tentang materi yang belum bisa dipahami. Namun selama ini tak seorang siswa pun yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Walaupun sebagian siswa masih terlihat bingung, Pak Hendra biasanya langsung memberikan PR yang diambil dari soal-soal yang terdapat pada buku paket. Pak Hendra menyadari bahwa anak-anak didiknya sebenarnya bosan ketika mengikuti pembelajaran IPA, namun mereka terpaksa menghafal kalau akan diadakan ulangan.

Dari uraian contoh kasus tersebut kita dapat mengidentifikasi penyebab rendahnya nilai siswa pada pelajaran IPA, antara lain:
  1. Kurangnya alat peraga dan media pembelajaran yang digunakan guru menyebabkan penjelasan materi tidak menarik bagi siswa, bahkan sering terlihat abstrak.

  2. Guru tidak aktif mengajukan pertanyaan ketika tidak ada siswa yang bertanya, sehingga pembelajaran terkesan pasif.

  3. Guru mungkin jarang mengaitkan materi IPA dengan lingkungan sekitar.

  4. Guru jarang membahas PR yang dikumpulkan siswa, sehingga siswa tidak mendapatkan feedback yang efektif.

Berdasarkan analisis di atas dapat kita buat poin utama dalam rumusan masalah seperti berikut:

Bagaimanakah cara menggunakan alat peraga, mengaktifkan keterlibatan siswa, dan materi IPA dengan lingkungan sekitar, dan memberikan umpan balik sehingga minat dan pemahaman siswa kelas 5 tersebut menjadi meningkat. Contoh rumusan masalahnya: Apakah pendekatan konstektual dapat meningkatkan keaktifan belajar IPA (SAINS) pada siswa kelas V di SD Negeri Suka Maju tahun pelajaran 2014/2015?

Dari rumusan masalah tersebut guru harus mencari alternatif tindakan perbaikan, misalnya seperti yang diuraikan berikut ini:
  1. Dalam mengajar guru menggunakan pendekatan kontekstual. pendekatan ini dapat mengaitkan pelajaran dengan lingkungan anak, kampung aktifkan keterlibatan siswa karena menggunakan alat peraga dan memberikan balikan secara langsung.

  2. Guru menjelaskan materi dengan menggunakan alat peraga, meminta siswa mencari contoh dari lingkungan sekitar, serta memberikan umpan balik dan penguatan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait