Arti Kata Bali dan Ungkapan Lucu Toris Asing tentang Bali

Bali, sebuah pulau kecil di wilayah Nusantara yang elok. Kata Bali rasanya sudah tidak asing lagi didengar. Membicarakan tentang pulau Bali tentu tidak terlepas dari sektor pariwisatanya. Banyak yang datang berlibur ke pulau ini dengan masing-masing tujuannya, misalnya ingin menikmati panorama alamnya, belajar yoga, mencoba wisata kulinernya, hingga ada juga yang ingin belajar tentang sejarah dan kebudayaanya.

Untuk belajar tentang histori pulau Bali, tentu yang paling baik adalah berkunjung ke tempat-tempat sumber sejarah, seperti museum, pura-pura kuno, atau juga ke balai pustaka untuk mencari informasi berdasarkan lontar-lontar kuno Bali. Satu poin yang dapat dikatakan penting dalam mencermati histori pulau Bali adalah menggali makna yang terkandung dalam kata “bali” itu sendiri. Pada artikel ini, akan disampaikan tiga makna (arti) dari kata “Bali”.

peta pulau bali baru

1. Bali berarti Banten (Sesaji)
Kata “Bali” berarti banten atau sesajen. Hal ini didasarkan pada kitab Ramayana yang disusun sekitar tahun 1200SM yang menyebutkan bahwa : “Ada sebuah tempat di timur Dawa Dwipa (Pulau Panjang = Jawa) yang bernama Vali Dwipa (Pulau Bali), dimana di sana Tuhan diberikan kesenangan oleh penduduknya berupa bebali (sesajen).”

Apakah hal ini benar? Jika kita merujuk pada kenyataan yang ada, tentu memang benar bahwa Bali itu bermakna banten atau sesaji karena dalam kesehariannya, kehidupan beragama masyarakat Bali tidak pernah lepas dari banten (sesaji), misalnya ngejot (menghaturkan beberapa butir nasi sebelum makan), canang sari, canang raka, daksina, banten suci, dan banyak lagi. Semua itu mencerminkan kata ‘bali’ bermakna banten (persembahan suci).

2. Bali berarti Suci
Pada zaman dahulu pulau Bali sering dikunjungi oleh pertapa atau pendeta suci yang ingin meningkatkan ilmu kerohaniaanya di pulau ini. Sebut saja diantaranya Rsi Markandeya, Mpu Kuturan, Mpu Semeru, Mpu Bradah, dan sebagainya. Kala itu pulau Bali dijadikan sebagai tempat untuk belajar mencapai kesucian diri, bahkan hingga sekarang banyak wisatawan yang datang ke Bali untuk belajar meningkatkan kesadaran dirinya (yoga). Satu cerita yang menarik adalah perjalanan Rsi Markandeya bersama ribuan pengikutnya dari tanah Jawa menuju pulau Bali. Pada kunjungan yang pertama mereka gagal membangun pulau Bali karena beraneka sebab. Kemudian mereka kembali lagi ke tanah Jawa untuk mempersiapkan ekspedisi yang kedua. Pada kunjungan yang kedua inilah para pengikut Rsi Markandeya menyebut perjalanan ini dengan istilah “balik” yang artinya kembali lagi ke tempat orang suci. Jadi dapat disimpulkan bahwa kata 'bali' juga bermakna suci.

Mungkin kita juga dapat mencermati kata Wali Songo (Wali = beriman, mulia, suci dan Songo = sembilan), dimana wali berasal dari kata vali dan berubah fonem menjadi bali (seperti kata bawi = babi, wicaksana = bijaksana). Sehingga vali= wali= bali artinya suci.

3. Arti Bali dalam Akronim
Arti kata "Bali" berikut bukan berasal dari kisah sejarah peradaban zaman dulu, tetapi istilah yang diberikan oleh manusia zaman modern. Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki jargon (slogan) tertentu, misalnya Jawa Barat dengan motto Bermartabat (Bersih, Makmur, Taat, Bersahabat), Kota Cianjur yang Bersemi (Bersih, Sehat, Memikat), Tasik yang Bersinar (Bersih, Indah, Asri, Sehat), Cirebon Berintan (Bersih, Indah, Tertib, Aman), Singaraja Sakti (Sejuk, Aman, Kreatif, Tertib, Indah), maka pulau Bali juga memiliki jargon sendiri yang diambil dari akronim BALI yaitu Bersih, Aman, Lestari, indah. Akronim BALI tersebut mengajak masyarakat pulau Bali untuk menciptakan pulau Bali yang Bersih, Aman, Lestari dan Indah.

Ada juga makna unik lain tentang Bali yang diberikan oleh penduduk luar Bali (terutama anak-anak sekolah) yang tinggal dan bersekolah di Bali, yaitu Bali yang berarti Banyak Libur. Hal ini disebabkan mereka merasakan banyak hari raya di Bali yang membuat sekolah libur. Namun, jika kita cermati kalender pendidikan masing-masing daerah di Indonesia, maka jumlah hari efektif sekolah (belajar) di seluruh Indonesia adalah sama, sehingga pandangan ini agak kurang tepat.

Ungkapan Lucu Tourist Asing Tentang Bali

logo pulau bali
Bali merupakan salah satu primadona tujuan wisata manca negara. Kecantikan alam Bali dengan keunikan budayanya, menjadikan Bali dijuluki berbagai gelar, misalnya Island Paradise atau juga Wonder Land. Banyak juga wisatawan luar negeri yang jatuh hati pada Bali, sehingga banyak yang memutuskan untuk hidup dan mati di Bali. Kemasyuran Bali di mata internasional memang tidak perlu diragukan lagi. Berbagai event tingkat dunia sering diselenggarakan di pulau kecil ini. Namun, tahukah anda? Ternyata banyak sekali wisatawan luar negeri yang tidak memahami Bali secara baik, hal ini membuat banyak pandangan keliru tentang Bali, sehingga muncul beberapa istilah unik tentang Bali.

Bali Country
Banyak tourist yang beranggapan Bali adalah sebuah negara tersendiri. Mereka tidak mengetahui bahwa Bali merupakan bagian dari negara Indonesia. Bahkan parahnya, banyak yang tidak mengetahui tentang negara Indonesia. Beberapa teman saya yang bekerja di luar negeri lebih memilih nama Bali untuk memperkenalkan asal daerahnya kepada teman-teman warga asing lainnya. Hal ini bukan karena sifat kadaerahan yang kental, tetapi lebih karena pengalaman yang sering mereka rasakan. Ketika mereka berkenalan dengan warga asing, banyak yang tidak mengetahui tentang Indonesia. Hal inilah yang akhirnya memunculkan istilah “Bali Country” atau Negara Bali. Hem...kalo begitu, kira-kira, berapa nilai pelajaran Geografi mereka ya???

Bali Money
Bali Money adalah istilah untuk menyebutkan uang lokal yang berlaku di Bali. Sering kali ketika warga asing yang ingin menukarkan uang di money changer, mereka menggunakan istilah Bali Money untuk uang lokal. Apakah mereka tidak mengetahui rupiah? Ataukah karena mereka susah mengucapkan kata rupiah? Entahlah… Yang jelas banyak money changer di Bali yang memasang plang “Bali Money Changer”.

Bali Cowboys
Apakah Anda pernah mengetahui film dokumenter “Cowboys in Paradise” yang sempat menjadi kontroversi beberapa tahun yang lalu? Film yang disutradarai oleh orang Singapura ini menceritakan tentang pria-pria lokal Bali yang bekerja di sektor pariwisata yang bisa diajak “kencan” (sorry) dengan bule-bule. Pengaruh Film “Cowboys in Paradise” akhirnya memunculkan istilah baru di kalangan tourist manca negara, yaitu “Bali Cowboys” artinya gigolo bali (maaf). Apakah memang “Bali Cowboys” itu orang lokal Bali? Ataukah apa benar profesi itu memang ada? Em…..saya tak tahu!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait