Deskripsi 4 Paradigma Belajar di Abad 21

Salah satu hal yang populer di awal abad 21 ini adalah Globalisasi. Sebagai bangsa yang terbuka, tentu kita tak bisa memungkiri arus kebebasan dunia tersebut. Oleh sebab itu, sebagai seorang guru, kita dituntut untuk bisa menyesuaikan diri terhadap segala perubahan yang terjadi, termasuk memahami pergeseran paradigma belajar. 

Di abad milenium 3 ini, dunia pendidikan terus mengalami perkembangan dan penyesuaian sejalan dengan paradigma global. Telah terjadi berbagai perubahan dalam hal belajar. Apa sajakah pergeseran paradigma belajar di abad 21 tersebut? Ada empat poin yang dijadikan tinjauan sesuai dengan ciri utama belajar di era milenium ke tiga ini, yaitu:

siswa belajar

1. Paradigma belajar dikaji dari perkembangan informasi

Di abad 21 ini, penyebaran informasi berlangsung sangat cepat dan dapat diakses dari beragam media. Kita dapat menggali beragam informasi bukan hanya lewat buku saja, tetapi melalui banyak sarana, seperti televisi, jejaring sosial, dan sebagainya. Berkaca pada hal tersebut, maka sebagai seorang guru sudah sepatutnya mulai mengurangi dominasi sebagai satu-satunya sumber ilmu dan informasi bagi peserta didiknya. Model pembelajaran yang diharapkan adalah lebih mengarah untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber, berusaha melakukan observasi sendiri, dan bukan pasif hanya menantikan informasi dari guru saja (diberi tahu).

2. Paradigma belajar dikaji dari kemajuan komputasi

Salah satu yang menjadi ciri di abad 21 ini adalah penggunaan mesin yang semakin memudahkan pekerjaan manusia, bahkan mampu bekerja lebih cepat dan efesien. Dalam keseharian, banyak di antara kita yang hanya bisa mengoperasikan mesin tanpa pernah tahu seluk-beluk di dalamnya, apa lagi berpikir untuk membuatnya. Jika hal ini terus berlangsung, maka kita akan terus tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Berkaca pada kondisi tersebut, maka saat ini pembelajaran diarahkan agar siswa mampu merumuskan masalah (menanya), bukan hanya mampu menyelesaikan masalah (menjawab).

3. Paradigma belajar ditinjau dari aspek otomasi

Zaman sekarang, orang-orang suka dengan hal-hal yang otomatis yang mampu menjangkau segala pekerjaan yang rutin. Oleh sebab itu, model pembelajaran ditujukan untuk melatih berpikir analitis (pengambilan keputusan), bukan semata-mata hanya berpikir mekanistis (rutin).

4. Paradigma belajar dalam sudut pandang perkembangan komunikasi

Di era teknologi yang makin canggih ini, manusia dapat melakukan komunikasi tanpa batasan dan hambatan yang besar. Jarak bukan lagi menjadi masalah yang serius, karena kita dapat berkomunikasi di mana saja dan ke mana saja. Hal tersebut sebaiknya bisa dimanfaatkan dalam mencapai prestasi belajar yang diharapkan. Artinya pembelajaran lebih ditekankan pada pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah berkat kemajuan komunikasi tersebut.

Demikianlah empat hal utama yang menjadi ciri pergeseran paradigma belajar di abad 21. Paradigma tersebut menjadi sebuah kerangka berpikir bagi munculnya kurikulum 2013. Dengan mengakomodasi perubahan tersebut dalam kurikulum baru, diharapkan kita dapat melangkah setara dengan bangsa-bangsa lain.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait