Teori Arti Cinta Menurut Ilmu Fisika, Matematika dan Ekonomi

Apa itu cinta? Adakah yang tahu artinya? Sepanjang sejarah peradaban manusia, salah satu teori yang belum mampu dirumuskan degan pasti adalah teori tentang cinta. Memang cinta termasuk benda yang abstrak, namun banyak juga hal-hal abstrak yang ada di dunia ini yang bisa dirumuskan teorinya dan diterima oleh akal sehat, tetapi tidak dengan cinta! Banyak orang yang telah menulis buku tentang cinta, tetapi tidak pernah diuraikan secara lengkap dan mendetail.

Sulit memang menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan cinta secara terurai karena keterbatasan daya pikir dan imajinasi manusia. Namun sebagai mahluk yang dianugrahi oleh akal dan cinta, tidak ada salahnya menguraikan cinta secara teoritis. Berikut adalah empat teori tentang cinta dari para ahli:

1. Teori Cinta Erich Fromm

Erich Fromm adalah seorang psikologi berkebangsaan Jerman yang lahir pada tahun 1900. Dia telah menciptakan beberapa buku tentang psikologi manusia yang sudah diakui dunia. Salah satunya juga membahas tentang permasalahan cinta.

arti cinta

Ia membagi cinta menjadi lima jenis yaitu cinta persaudaraan (love of all humanity); parental (cinta kepada anaknya); cinta erotisme yang berhubungan dengan gairah; cinta kepada diri sendiri (self love); dan religious love (cinta untuk Sang Pencipta). Erich Fromm juga menciptakan beberapa pepatah cinta, satu diantaranya berbunyi: Cinta yang belum dewasa mengatakan “Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu” sedangkan cinta yang telah dewasa mengatakan “Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu”.

2. Teori Cinta Zick Rubin

Zic Rubin yang merupakan seorang psikolog sosial dari Universitas Harvard telah melakukan berbagai macam penelitian tentang kehidupan sosial manusia, salah satunya adalah tentang skala cinta. Dalam jurnal penelitiannya tersebut Zic Rubin berpendapat bahwa cinta romantis mempunyai 3 unsur yaitu keterikatan (attachment), kepedulian (caring), dan keintiman (intimacy). Hasil penelitiannya menguraikan bahwa perasaan teman memiliki skor tinggi, sementara perasaan terhadap kekasih memiliki nilai tinggi pada skala mencintai. Selain itu ia juga menyatakan seorang yang jatuh cinta 75 persen saling berpandangan dalam satu waktu.

3. Teori Cinta Elaine Hatfield

Elaine Hatfield adalah seorang profesor yang mengajar kuliah psikologi di Universitas Hawaii, Amerika Serikat. Menurut beliau, cinta terbagi atas dua tipe dasar, yaitu cinta kasih sayang (compassionate love) dan gairah cinta (passionate love). Cinta kasih sayang memiliki ciri saling keterikatan, sama-sama menghargai, kepudilian, dan rasa percaya.sementara itu, cinta yang berlandaskan passionate love adalah bersifat fana karena dipengaruhi oleh faktor ketertarikan fisik. Ciri-ciri dari cinta tipe ini adalah adanya daya tarik emosi yang intens, kecemasan, dan senzualitas. Menurut Elaine, cinta merupakan perpaduan antara kenyamanan dan kasih sayang yang juga dilandaskan atas gairah tersebut.

4. Teori Cinta John Lee

John Lee, dalam buku klasiknya yang berjudul The Colors Of Love menganalogikan tipe cinta seperti roda (lingkaran) warna atau istilahnya color circle. Dalam buku tersebut dijelaskan tiga jenis cinta yaitu Eros, Ludos, dan Storge.  Eros merupakan perasaan cinta dan sayang terhadap seseorang yang dianggap ideal, Ludos menganggap cinta hanya sebatas permainan perasaan belaka, sedangkan rasa cinta hanya sebatas persahabatan dikenal dengan istilah Storge. Ada juga perpaduan antara ketiganya tersebut, terbagi atas Mania (eros+ludos) merupakan cinta yang penuh obsesif; Pragma (ludos+storge) adalah cinta yang realistis dan praktis; serta perpaduan antara eros dan storge dikenal dengan istilah Agape yang artinya cinta tanpa rasa lelah dan pamrih.


Intermezzo 1: Arti Cinta Menurut Ilmu Fisika

Menggali tentang makna cinta memang gampang – gampang susah. Mungkin sampai saat ini, tak ada satupun seorang ahli yang bisa menyimpulkan arti sebuah cinta dalam suatu konsep yang tepat dan baku.

arti cinta fisika

Saya pun tidak bisa mendefenisikan tentang apa itu cinta, karena jika didefinisikan maka itu pasti bukan cinta. Sebagai bahan hiburan buat anda, kali ini akan disajikan empat makna cinta yang saya peroleh dari kawan-kawan anak sekolahan yang lagi pusing belajar dan ngafalin teori dan rumus fisika. Adapun empat arti cinta menurut ilmu Fisika adalah sebagai berikut.

1. Cinta Adalah Usaha Kesetiaan
Sobat tentu tahu Issac Newton khan??  Itu loh sang penemu hukum gravitasi bumi yang terinspirasi dari buah apel yang jatuh. Nah, Issac Newton seorang ilmuwan di bidang matematika dan fisika yang berasal dari Inggris tersebut telah menciptakan berbagai teori dan rumus yang menjadi dasar dalam perkembangan beberapa ilmu eksakta di dunia. Salah satu konsep atau hukum yang sering kita pelajari di SMP dan SMA yaitu Hukum Gerak Newton I yang berbunyi : “Setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan (tetap) kecuali jika ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. “ Kalo tidak salah dapat diartikan seperti ini, suatu benda akan tetap diam selamanya jika tidak gaya yang mendorongnya bergerak atau suatu benda akan tetap bergerak selamanya jika tidak ada gaya yang mencoba membuatnya berhenti bergerak.

Nah dari hukum gerak tersebut dapat didefenisikan bahwa cinta itu bermakna usaha kesetiaan. Jika sobat menjalin cinta dengan seseorang maka cinta sobat akan tetap langgeng, berjalan lurus, selama tidak ada gaya lain (energi cinta lain) yang bekerja pada hubungan cinta sobat. Agar jalinan cinta sobat tidak berhenti bergerak  karena ada energi lain, maka dibutuhkan usaha agar resultan gaya dari cinta yang lain itu menjadi nol, dan salah satu usahanya adalah menciptakan gaya kesetiaan.

2. Cinta Itu Abadi
Cinta tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Cinta itu abadi. Hal ini sesuai dengan teori fisika bidang Termodinamika yang pernah kita pelajari tatkala duduk di bangku SMA,  isinya adalah tentang hukum kekekalan energi, dimana disebutkan bahwa “Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan tetapi dapat berubah ke bentuk – bentuk yang lain”. Demikian halnya dengan cinta. Kita sebagai mahluk hidup tidak dapat menciptakan cinta dan memusnahkan cinta. Jika ada seorang profesor yang bisa menciptakan robot yang didalam  softwarenya ada program cinta, maka teori ini akan gugur dengan sendirinya. Kita terlahir sudah dibekali cinta oleh Yang Maha Kuasa dan akan tetap kita bawa setelah kita mati. Jadi sama seperti energi, hidup matinya cinta ditentukan oleh Sang Pencipta.

3. Cinta Adalah Energi
Definisi cinta ini diperoleh dari rumus Teori Mekanika Kuantum yang bentuknya: E = h.f   dimana E adalah energi; h adalah tetapan Planck; dan f merupakan frekuensi cahaya
Kemudian rumus tersebut diturunkan menjadi:
E = h.f   dimana E adalah energi cinta; h adalah harapan; dan f merupakan formula

Jadi cinta akan berenergi jika kita selalu punya harapan yang diformulasikan pada ukuran yang tepat. Atau dalam rumus turunan lainnya diartikan sebagai berikut:

E = h.f   dimana E adalah energi cinta; h adalah harta; dan f merupakan fulus (uang)
Jadi cinta akan berenergi jika ada harta dan fulusnya,  (yang ini versi matre, he.. he...)

4. Cinta itu Relatif
Cinta merupakan sesuatu yang tidak baku atau absolut. Hal ini didasari oleh Teori Relativitas yang diciptakan oleh Fisikawan hebat bernama Albert Einstein. Relativitas ini mengacu pada titik acuan darimana kita berpijak.  Karena teori ini, cinta juga merupakan suatu relativitas, dimana antara jarak cinta dan benci tidak dapat dibedakan, dan bisa berubah hanya sekejap mata.


Intermezzo 2: Kajian Cinta Menurut Matematika

Mengupas tentang makna cinta memang tak pernah akan habis-habisnya. Banyak orang yang telah menguraikannya dengan berbagai arti, mulai dari yang serius sampai yang sekedar main-main, termasuk saya yang mencoba menggali arti cinta dari sudut pandang Matematika.

makna cinta ilmu matematika

Ini hanyalah lelucon belaka buat menghibur teman-teman yang lagi stress menyelesaikan PR Matematikanya. Inilah kajian makna cinta versi Matematika.

Cinta Adalah Sesuatu Yang Tak Terhingga
Kawan tentu sudah tahu tentang pelajaran bilangan pecahan dan pembagian. Materi ini merupakan bagian dari Matematika Dasar yang telah kita pelajari sejak di sekolah dasar. Dalam sub materi tertentu ada pembagian yang hasilnya tidak bisa kita peroleh, yaitu suatu bilangan bulat yang dibagi dengan nol, misalnya 7 : 0, ternyata hasilnya adalah bilangan tak terhingga. Demikian juga dengan cinta, Cinta akan bernilai tak terhingga ketika Sobat mampu mengosongkan hati sobat untuk cinta yang bulat dan murni.

Cinta Adalah Double Power
Dalam konsep persamaan kuadrat yang ditulis dalam bentuk  X² + X + C = 0 umumnya akan diperoleh dua penyelesaian yang menjadi alternatif pemecahan masalah. Alternatif tersebut adalah kekuatan ganda. Demikian juga Cinta, kita sebagai faktor X akan memiliki double power dan berkekuatan kuadrat jika mempunyai cinta yang tulus (bulat). Dengan cinta, manusia akan bisa mempunyai kekuatan yang tak terduga.

Cinta Adalah Simetris
Kawan tentu tahu lambang cinta yang diwujudkan dalam bentuk jantung atau hati. Karena cinta memang bersumber dari hati dan dirasakan oleh jantung. Tatkala kita cemburu, tentu yang merasa sakit adalah hati dan yang bergetar lebih dulu adalah jantung. Jika kita gambarkan lambang jantung (hati) dalam pelajaran geometri matematika maka dibutuhkan dua buah garis yang berbentuk kurva melengkung. Dua kurva tersebut berasal dari satu titik yang kemudian juga akan bertemu pada satu titik. Jika dilihat, maka tampak sebuah gambar yang simetris. Ya, walaupun dalam cinta hidup kita menjadi berlika-liku seperti kurva, tapi dengan cinta hidup kita akan menjadi simetris (seimbang). Gitu deh maknanya...!

Cinta Adalah Irasional
Mungkin teman-teman yang pernah duduk di bangku SMA pernah mempelajari bilangan irasional. Bilangan irasional itu adalah bilangan real yang hasil baginya tidak pernah berhenti atau habis, contohnya phi  22/7 dan akar kuadrat 2 yang hasilnya adalah 1,4142135623730950488016887242096....
Begitulah juga cinta, 2 + 2 hasilnya bisa 4 atau 40, sesuatu yang termasuk irasional. Cinta itu bisa tidak masuk akal, karena sakit sedikit ujungnya bisa masuk rumah sakit.

Ok sobat, demikian ragam arti cinta dalam dunia matematika. Semoga teman-teman sukses dalam hitung-hitungan Cinta.


Intermezzo 3: Makna Cinta Dari Sudut Ekonomi

Lalu, bagaimana ilmu ekonomi dan akutansi memandang apa itu CINTA? Berikut penjelasan materi kuliah tentang cinta dari sudut ekonomi.

1. Cinta Dalam Hukum Permintaan dan Penawaran
Cinta memang sejalan dengan hukum ekonomi ini. Dalam Hukum Permintaan dan Penawaran dijelaskan bahwa semakin banyak jumlah permintaan, maka harga akan cenderung naik, dan sebaliknya jika penawaran semakin banyak maka harga menjadi turun. Begitu juga dengan cinta.

ilmu ekonomi cinta

Semakin banyak jumlah permintaan cinta yang tertuju kepada kamu, maka semakin tinggi harga cinta kamu. Sebaliknya jika semakin banyak tawaran cinta yang kamu tawarkan kepada banyak orang, maka nilai cintamu akan  sedikit rendah, alias nggak laku-laku.

2. Cinta Dalam Neraca Ekonomi
Neraca ekonomi adalah gambaran singkat dari suatu keadaan ekonomi, umumnya menyangkut tentang transaksi-transaksi tertentu. Secara garis besar, neraca ekonomi digambarkan dalam debet dan kredit. Neraca yang bagus harus menggambarkan kesetimbangan artinya nilai debet harus sama dengan kredit. Untuk urusan asmara, neraca antara cinta yang dikeluarkan harus sama dengan cinta yang diterima. Jika neraca cinta yang dikeluarkan lebih besar, sementara neraca penerimaan cinta bernilai nol maka disebut neraca negatif (defisit) alias cinta bertepuk sebelah tangan. Jika sepasang kekasih saling mencurahkan cinta sama besar, maka akan tercipta neraca yang sehat (seimbang) alias keharmonisan.

3. Cinta Menurut Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil semaksimal-maksimalnya. Dalam dunia cinta, orang juga sering melakukan prinsip ini. Banyak yang berusaha agar bisa ngedapetin si Do’i yang Woowww, walaupun dengan modal tampang dan uang yang pas-pasan.

4. Cinta Dalam Teori Hukum Gossen I
Hukum Gossen I menjelaskan tentang tingkat kepuasan terhadap pemenuhan suatu barang. Dijelaskan bahwa: "jika suatu kebutuhan manusia dipenuhi secara berangsur-angsur dan terus menerus maka kepuasannya makin lama makin berkurang dan akhirnya dicapai kepuasan (kejenuhan)". Misalnya saat kita haus, segelas air yang pertama dan kedua sangat nikmat, kemudian air yang ketiga sudah agak biasa, dan akhirnya minum air pada gelas kelima terasa menjenuhkan. Demikian juga cinta bagi sebagian orang. Saat awal pacaran, terasa indah sekali dan luar biasa banget. Diminta jemput jam 8, jam 7 sudah datang. Diminta beliinmartabak yang dibawa pizza yang mahal. Tapi seiring perjalanan waktu, apalagi sudah lama menikah, diminta untuk beliin sabun mandi, paling-paling disuruh beli sendiri.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait