Tempat Wisata Bercorak Islam dan Kristen di Bali

Bali memang terkenal dengan julukan Pulau Seribu Pura. Mayoritas penduduk Bali adalah hampir 90% beragama Hindu. Namun, hal ini bukan berarti semua tempat wisata di Bali bercorak Hindu. Kerukunan dan toleransi beragama yang sejak dulu kala berkembang baik di Bali menyebabkan berdirinya beberapa tempat atau bangunan yang berciri non Hindu. Tempat atau bangunan tersebut sekarang menjadi objek wisata Pulau Bali. 

Ada beberapa tempat wisata di Bali yang bercorak non Hindu, seperti wisata Kristen, Budha, dan Islam. Di Bali ada beberapa tempat wisata Islam dan Kristen yang banyak dikunjungi, terutama wisatawan yang berasal dari pulau Jawa. Inilah tempat-tempat menarik di pulau Bali yang bercitarasa Muslim dan juga Kristiani:

Makam Sunan Mumbul

Makam Sunan Mumbul terletak di Kabupaten Karangasem, tepatnya di tepi pantai sebelah timur Istana Air Taman Ujung. Nama Sunan Mumbul merupakan nama seorang putra mahkota Kerajaan Pejenggik, Mataram, Lombok yang berkuasa pada abad 17 masehi. Nama asli Sunan Mumbul adalah Raden Datu Mas Pakel. Akibat serangan dari Kerajaan Karangasem Bali, Kerajaan Pejanggik akhirnya runtuh dan Mas Pakel dibawa ke Bali. 

makam sunan mumbul

Kemudian Raja Karangasem mengangkat Mas Pakel menjadi orang dalam istana untuk memperkuat posisi istana Kerajaan Karangasem. Raja Karangasem juga meminta bantuan Mas Pakel untuk membangun istana air Taman Ujung. Taman Ujung Sukasada merupakan tempat peristirahatan keluarga dan para tamu raja. Jika anda berwisata ke Karangasem, anda bisa mengunjungi Istana Taman Ujung, sekaligus juga berziarah ke makam Sunan Mumbul.

Masjid Tertua Nurul Huda

Masjid Nurul Huda terletak di Kampung Muslim Gelgel, di Kabupaten Klungkung sekitar satu jam perjalanan dari kota Denpasar. 

masjid nurul huda

Masjid Nurul Huda merupakan masjid tertua yang berdiri di Pulau Dewata sekitar abad ke-13 masehi. Jika anda berkunjung kesini, anda akan menjumpai sebuah masjid yang megah dengan menara yang tinggi jauh dari kesan kuno. Hal ini karena masjid ini telah mengalami beberapa renovasi.

Kampung Islam Pegayaman

Di Pulau Bali ada beberapa kampung / desa yang warganya hampir 80% adalah muslim, wilayah tersebut dikenal sebagai kampung muslim, misalnya Kampung Kusumba di Klungkung, Kampung Kepaon di Denpasar, Kampung Islam di pulau Serangan, Loloan di Jembrana, Desa Muncan di Karangasem dan beberapa kampung Islam lainnya. Ada satu kampung Islam yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Kampung Pegayaman yang terletak di kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng. 

desa islam bali

Di desa ini, alkuturasi antara budaya Islam dan Hindu dapat anda temui dalam berbagai bidang kehidupan. Perpaduan nama Bali dan nama Islam juga terjadi alkuturasi, misalnya  warga bernama Wayan Muhammad, Ketut Kodijah, Nyoman Zainal dan sebagainya. Di bidang pertanian juga menggunakan sistem subak. Ketika perayaan hari suci Agama Islam, maka ada banyak pertunjukkan kesenian yang merupakan campuran antara budaya lokal dan budaya yang bernafaskan Islam.

Gereja Palasari untuk Umat Kristiani

Bali adalah sebuah pulau kecil yang tidak hanya diisi dengan seribu pura. Namun, ada juga berbagai tempat ibadah dari berbagai agama, seperti masjid, vihara, dan gereja. Di daerah barat Bali terdapat sebuah pusat spiritual bagi orang Kristen, yakni sebuah gereja yang indah. Gereja tersebut bernama Paroki Hati Kudus Yesus atau lebih dikenal sebagai Gereja Palasari. Gereja Palasari terletak di desa Ekasari, Melaya, Kabupaten Jembrana. Pembangunan Gereja Palasari dimulai pada 1940-an oleh Peter Simon Buis SVD dengan puluhan kepala keluarga dari Tuka dan Gumrih.

gereja bali

Sebelum pembangunan gereja dimulai, mereka membuka lahan hutan untuk membangun sebuah kawasan desa baru. Pastor Simon Buis membangun sebuah desa berkonsep Dorf Mode, yakni konsep desa Bali tapi bernuansa budaya Katolik. Desa kecil tersebut dikenal dengan nama Palasari.

Gereja Palasari adalah campuran dari arsitecture Bali dan Belanda yang memberikan nuansa tersendiri bagi umat Katolik di Bali. Jika Anda mengunjungi gereja ini, Anda akan melihat suasana bangunan klasik. Di pintu masuk gereja ada sebuah gerbang yang terlihat seperti gerbang kuil. Ketika Anda datang ke gereja Palasari, Anda dapat melihat beberapa foto lama yang menceritakan tentang sejarah Gereja Palasari dan juga beberapa foto dari tokoh agama Eropa yang menyebarkan agama Kristen di wilayah barat Bali.

Selain itu, ada juga patung-patung, tabernakel, altar, salib, dan beberapa kerajinan klasik. Halaman gereja ditumbuhi pohon cemara. Jika Anda ingin mengunjungi Gereja Palasari, silakan datang ke Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, sekitar 4 jam dari Kuta. Dalam perjalanan ke desa Palasari, Anda akan melihat rumah-rumah, hutan hijau, dan sawah di pinggir jalan. Jangan lupa untuk mengunjungi objek wisata yang lain, seperti Goa Maria dan Bendungan Palasari  yang terletak tidak jauh dari Gereja Palasari.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait