Jenis, Prinsip, Pendekatan, Teknik dan Instrumen Penilaian di Sekolah

Pada bulan Juni tahun 2013 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Peraturan Menteri bernomor 66 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang menggantikan peraturan sebelumnya Permendiknas Nomor 20 Tahuan 2007. Dalam peraturan terbaru tersebut, dijelaskan beberapa poin penting terkait dengan penilaian yang dilakukan oleh guru di sekolahnya. Peraturan tersebut memberi gambaran terkait dengan penilaian yang sesuai standar, dan dikenal dengan istilah Standar Penilaian Pendidikan.

Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan tersebut mencakup beberapa hal pokok, diantaranya:

Penilaian Otentik

Penilaian dalam praktiknya merupakan penilaian yang paling sering dilakukan oleh guru. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif atau lengkap mencakup semua hal yang diperlukan untuk melakukan penilaian mulai dari input (masukan), proses, dan hasil output (keluaran) dalam pembelajaran.

penilaian siswa

Penilaian Diri

Standar Penilaian Pendidikan pada peraturan terbaru ini juga memuat tentang penilaian diri yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik secar reflektif. Penilaian diri ini akan membantu siswa mengetahui dan membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Penilaian Berbasis Portofolio

Dalam menilai keseluruhan entitas proses belajar para siswa, maka guru dapat melakukannya melalui Penilaian Berbasis Portofolio, yang juga termasuk penugasan perseorangan atau kelompok, baik di dalam kelas dan atau di luar kelas, khususnya mengenai sikap perilaku dan keterampilan peserta didik.

Ulangan

Ulangan merupakan sebuah proses pengukuran pencapaian kompetensi para siswa yang dilakukan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran.

Ulangan Harian

Secara berkala (periode tertentu), guru tentu melakukan penilaian melalui ulangan. Ulangan harian dilakukan untuk mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi yang diperoleh para siswa setelah mereka menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Jadi pada praktiknya, para guru diberi keluesan dalam menentukan jumlah kompetensi dasar yang akan dimuat pada ulangan harian sesuai dengan kedalaman dan keluasan bahan materi pembelajaran.

Ulangan Tengah Semester

Setelah para siswa menempuh pembelajaran selama 8 – 9 minggu, maka guru perlu melakukan penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didiknya melalui Ulangan Tengah Semester. Seluruh indikator pembelajaran yang telah diberikan pada periode tersebut, harus diujikan lagi kepada siswa. Di SD, jadwal kegiatan Ulangan Tengah Semester biasanya dilaksanakan pada minggu pertengahan bulan Maret dan September.

Ulangan Akhir Semester

Periode akhir dalam satu semester diadakan ulangan akhir semester. Penilaian pada kegiatan ini tentu untuk mengukur kompetensi yang dicapai para peserta didik dalam masa pembelajaran 6 bulan terakhir. Biasanya diselenggarakan pada bulan Juni dan Desember.

Ujian Tingkat Kompetensi (UTK)

Kegiatan pengukuran pada UTK ini dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi yang mencakup sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK)

UMTK dilakukan oleh pemerintah untuk mengukur dan mengetahui tingkat pencapaian kompetensi. Cakupan yang diukur pada UMTK adalah sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

Ujian Nasional (UN)

UN yang dilaksanakan secara nasional bertujuan untuk mengukur kompetensi yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

Ujian Sekolah/Madrasah

Kegiatan pengukuran yang dilakukan masing-masing satuan pendidikan ini bertujuan untuk mengukur kompetensi yang dicapai oleh peserta didik di luar kompetensi yang diujikan pada Ujian Nasional.


Prinsip dan Pendekatan Penilaian di Sekolah

Sebagai seorang tenaga pengajar di sebuah lembaga pendidikan, tentu kegiatan penilaian merupakan hal yang wajib dilakukan. Kegiatan penilaian tersebut memiliki beragam tujuan, salah satunya adalah untuk mengetahui sejauh mana kemajuan yang berhasil diraih oleh anak didik kita. Dalam melakukan kegiatan penilaian tersebut, kita wajib melaksanakannya sesuai dengan kaidah dan peraturan yang berlaku, agar diperoleh gambaran yang benar dan nyata. Ada beberapa prinsip dan pendekatan yang kita harus pegang untuk melakukan kegiatan penilaian terhadap prestasi yang dicapai siswa.

Menurut uraian yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan, kegiatan menilai hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada  6 prinsip berikut, yaitu:

Prinsip Objektif
Prinsip pertama yang wajib terpenuhi dalam pelaksanaan penilaian di sekolah adalah objektif. Penilaian ini berarti bahwa guru melakukan penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor subjektif dari guru terhadap masing-masing peserta didiknya.

Prinsip Terpadu
Prinsip kedua dalam pelaksanaan penilaian oleh guru adalah terpadu. Prinsip ini mengharuskan guru untuk melakukan perencaan penilaian yang baik, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkelanjutan atau berkesinambungan.

Prinsip Transparan
Prinsip ketiga adalah transparan atau terbuka. Untuk memenuhi prinsip ini, maka guru harus memberikan kesempatan yang terbuka kepada semua pihak untuk mengakses seperti apa prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan.

Prinsip Ekonomis
Prinsip keekonomisan dalam penilaian mencerminkan guru yang mampu bertindak efektif dan efesien, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan penilaian.

Prinsip Akuntabel
Hasil penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak terkait, baik pada internal sekolah, seperti siswa, guru-guru, kepala sekolah maupun kepada pihak eksternal sekolah, seperti orang tua siswa, komite sekolah, dinas pendidikan dan sebagainya. Prinsip akuntabel mencakup aspek teknik, prosedur, dan hasil penilaian.

Prinsip Edukatif
Proses penilaian yang telah dilakukan sebaiknya juga memberikan dampak edukatif atau mendidik bagi peserta didik dan juga tenaga pendidik, serta pihak sekolah. Proses dan hasil penilaian hendaknya mampu memberi motivasi para siswa dan guru untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi (meningkat).

Demikianlah prinsip-prinsip penilaian yang menjadi patokan bagi para tenaga pendidik dalam melakukan aktivitas penilaian. Lalu, seperti apa Pendekatan Peniliana yang digunakan? Menurut keputusan menteri yang telah disebutkan di atas, Pendekatan Penilaian yang digunakan di sekolah dasar dan menengah adalah Penilaian Acuan Kriteria (PAK). PAK tersebut didasarkan pada pencapaian kompetensi dalam Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). KKM adalah kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh masing-masing sekolah (satuan pendidikan) dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti karakteristik Kompetensi Dasar (KD),  karakteristik peserta didik (intake), dan daya dukung.


Teknik dan Instrumen Penilaian dalam Kurikulum 2013

Sebagai seorang guru, kegiatan penilaian terhadap peserta didik merupakan rutinitas yang wajib kita lakukan. Saya yakin, anda tentu tidak sembarangan saja membubuhkan nilai atau skor pada kertas penilaian. Ada beberapa hal yang wajib kita persiapkan dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik kita, salah satunya adalah menyiapkan teknik dan instrumen penilaian. Dalam Kurikulum 2013, para guru wajib melakukan penilaian terhadap peserta didik yang mencakup tiga aspek, yakni kompetensi sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan. Adapun jenis teknik dan instrumen yang digunakan untuk memberikan penilaian pada tiga aspek tersebut antara lain:

Penilaian Kompetensi Sikap
Untuk melakukan penilaian terhadap kompetensi sikap para siswa, guru dapat menempuhnya melalui observasi (pengamatan), penilaian diri siswa, penilaian antar peserta didik (teman sejawat atau peer evaluation), dan penilaian melalui jurnal. Jurnal merupakan catatan guru mengenai informasi kelemahan dan kekuatan peserta didik dalam proses pembelajaran yang terkait dengan sikap mereka.

Dalam melakukan penilaian secara observasi, guru dibantu oleh instrumen lembar pengamatan. Penilaian oleh diri siswa memakai instrumen lembar penilaian diri, sementara isntrumen yang digunakan dalam peer evaluation adalah lembar penilaian antar peserta didik.

Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Ada tiga macam cara yang dapat dilaksanakan para guru dalam menilai kemampuan kognitif peserta didiknya, yakni melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Ragam instrumen yang dipakai dalam tes tulis antara lain berupa soal pilihan ganda, isian singkat, soal benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Dalam tes lisan, istrumen yang digunakan adalah daftar pertanyaan, sementara instrumen penugasan adalah berupa PR dan projek yang dikerjakan secara individual atau kelompok.

Penilaian Kompetensi Keterampilan
Dalam melaksanakan kegiatan penilaian terhadap kompetensi keterampilan siswa, guru melakukannya melalui penilaian kinerja. Apa itu penilaian kinerja? Penilaian kinerja merupakan penilaian yang menuntut para siswa untuk mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan jenis tes tertentu, antara lain berupa tes praktik, melaksanakan projek, dan portofolio. 

Portofolio yang dimaksud di sini adalah sekumpulan karya siswa dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif. Karya-karya siswa yang dikumpulkan dalam kurun waktu tertentu tersebut dapat menjadi gambaran mengenai minat, perkembangan, prestasi, dan kreativitas masing-masing siswa. Dalam melaksanakan penilaian kompetensi  keterampilan peserta didik, guru dibantu dengan instrumen berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi dengan rubrik.

Demikianlah sekilas informasi mengenai Teknik dan Instrumen Penilaian yang menjadi pedoman bagi guru-guru dalam pelaksanaan penilaian pada pembelajaran di Kurikulum 2013. Semoga informasi ini dapat memberi manfaat...!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait