Hidup Sehat Ibu Hamil dan Persiapan Melahirkan

Saat hamil, ada beberapa hal penting yang wajib mendapat perhatian ekstra, khususnya terkait dengan kebersihan dan vitalitas si ibu hamil. Beberapa hal yang harus dicermati adalah: Mandi 2 kali sehari dengan sabun. Gosok gigi setelah sarapan dan sebelum tidur. Boleh melakukan hubungan suami istri. Tanyakan kepada petugas cara yang aman.

Setelah kandungan berumur 4 bulan, sering elus-elus perut dan ajak bicara bayi di dalam kandungan. Kurangi kerja berat. Istirahat berbaring minimal 1 jam di siang hari. Posisi tidur sebaiknya miring. Selain itu, sebaiknya ibu tidur pakai kelambu nyamuk jangan memakai obat bakar atau semprot.

ibu hamil

ANJURAN MAKAN BUAT IBU HAMIL
Tanyakan kepada petugas kesehatan tentang makanan yang bergizi. Jika mual-mual, muntah, dan tidak nafsu makan, pilihlah makanan yang tidak berlemak dan menyegarkan. Contohnya roti, ubi, singkong, biskuit, dan buah. Makanlah dengan pola gizi seimbang, lebih banyak daripada sebelum hamil. Tidak ada pantangan makanan selama hamil. Jangan minum jamu kemasan, minuman keras, atau merokok karena membahayakan kandungan. Jika minum obat, tanyakan caranya kepada petugas kesehatan.

Persiapan Melahirkan (Bersalin) Bagi Wanita Hamil

Menunggu kehadiran buah hati tercinta adalah masa-masa yang menyenangkan sekaligus penuh kecemasan. Ada sejuta harapan dan rasa was-was yang menyelimuti perasaan sang ibu dan ayah, serta anggota keluarga. Agar proses persalinan berjalan lancar, ada baiknya anda melakukan segudang persiapan, diantaranya: Ketika berkonsultasi dengan bidan atau dokter, diskusikanlah beberapa poin penting, misalnya: Kapan bayi akan lahir? Tanyakan kepada bidan atau dokter tanggal perkiraan persalinan. Suami dan keluarga harus mendampingi ibu hamil saat periksa.

Siapkan tabungan untuk biaya persalinan. Suami dan keluarga juga perlu memikirkan dan menyiapkan kendaraan jika sewaktu-waktu diperlukan.

Rencana tempat melahirkan, apakah di Puskesmas, Rumah Sakit, atau di Rumah Bersalin. Selain itu, rencanakan melahirkan ditolong oleh bidan atau dokter di fasilitas pelayanan kesehatan.

Siapkan orang yang bersedia menjadi donor darah jika sewaktu- waktu diperlukan.

Nah, yang terakhir sembari menuggu masa kelahiran tersebut, pikirkan dan diskusikan pula rencana ikut Keluarga Berencana(KB). Tanyakan caranya kepada petugas kesehatan. Apakah nanti setelah melahirkan menggunakan kond0m, Susuk KB, Suntik KB, AKDR, atau Pil KB.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait