Apa yang Menarik dari Pulau Bali? Ini Sisi Lain Keunikan Pariwisata Bali

Hal yang membuat pariwisata Bali menjadi berkembang pesat adalah karena aneka keunikan yang ada di pulau Dewata ini. Jika berbicara tentang sektor tourism (pariwisata), ada sejumlah hal menarik yang bisa diungkapkan. Nah, inilah sisi lain keunikan - keunikan wisata pulau Bali yang menjadi daya tarik para wisatawan.

Hal - Hal Istimewa yang Membuat Bali Unik

Bali adalah pulau indah yang terletak di gugusan wilayah Indonesia. Sejak zaman penjajahan Belanda, Bali telah memikat hati bangsa Eropa. Keindahan alam Bali dan keluhuran budayanya telah membuat banyak orang barat tinggal dan menetap di pulau kecil ini. Pulau Bali telah menjadi salah satu tujuan wisata bagi banyak orang di seluruh dunia. 


bali unik

Orang – orang dari negara Amerika, Belanada, Inggris, Belgia, Kanada, Afrika, Prancis, Australia, Jepang, China, dan negara lainnya telah mengunjungi pulau ini untuk berlibur dan juga urusan bisnis. Banyak juga para wisatawan lokal dan internasional yang mengunjungi Bali lebih dari satu kali. Selain itu, tidak ketinggalan, masyarakat lokal (Indonesia) selalu setia berkunjung ke sunda kecil ini.

Bali memang terkenal dengan keindahan panorama alam dan budayanya. Keindahan daratan, pantai dan lautnya telah menjadi daya tarik untuk berlibur di pulau ini. Selain itu, keunikan tradisi dan budaya masyarakat Bali adalah magnet yang sangat kuat dalam menghadirkan pesona wisata. Jika kita amati, keindahan dan budaya Bali sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia atau di kawasan Asia. Jadi, hal apa yang sebenarnya menarik dan berbeda dari Pulau Bali dengan daerah wisata lainnya? Ada tiga keunikan yang menjadi ciri khas pulau surga ini, yakni pura, tahun baru, dan burung khasnya.

Pulau Seribu Pura
Pulau Bali yang luasnya sekitar 5.632 km2 memiliki ribuan pura yang tersebar di seluruh penjuru Bali. Di puncak gunung, di tepi pantai, di tengah danau, di pinggir sungai, di bawah pohon besar, di dalam gua, di tengah hutan, di sawah, di perempatan jalan, dan juga di pekarangan rumah dibangun pura-pura yang sederhana hingga yang paling megah. Ribuan pura yang anda jumpai di setiap sudut pulau Bali adalah ciri yang istimewa dari pulau ini.

Perayaan Tahun Baru
Apa yang anda lakukan untuk menyambut tahun baru? Menyalakan kembang api, meniup terompet, berdansa, keliling kota atau berpesta? Pergantian tahun baru memang identik dengan pesta meriah, tapi tidak dengan Tahun Baru versi Bali. Tahun Baru Bali (Saka) disebut Hari Raya Nyepi. Tahun Baru versi Bali (Nyepi Day) didasarkan atas kalender Bali (Saka) yang biasanya dirayakan pada bulan Meret.

Pada Perayaan Tahun Baru Bali (Nyepi Day) semua orang yang tinggal di Bali dilarang untuk keluar rumah, bekerja, menyalakan lampu, memasak, memutar musik (hiburan), tidak ada motor dan pesawat terbang selama 24 jam. Semuanya harus tinggal di rumah menciptakan suasana tenang dan damai, atau melakukan yoga dan sembahyang. Jika anda ingin mendapatkan liburan yang tenang, berliburlah ke Bali pada bulan Maret.

Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
burung bali
Burung ini oleh orang lokal disebut Curik Bali. Burung ini hanya ada di Pulau Bali, tepatnya di kawasan hutan nasional Bali Barat. Sejak tahun 1966, IUCN ( International Union for Conservation of Natur and Natural Resources) telah memasukan Jalak Bali ke dalam Red Data Book, yaitu buku yang memuat jenis flora dan fauna yang terancam punah. Burung Jalak Bali merupakan ikon fauna untuk pulau Dewata ini.

Baca juga: Inilah Spa-spa Unik di Bali


Tempat Non Wisata yang Sering Dikunjungi Turis Asing

Di manakah tempat tujuan wisata Anda jika berlibur ke pulau Bali? Mungkin berjemur di pantai, tracking di gunung, datang ke museum, mengunjungi desa – desa seni di Bali, atau pergi ke club – club hiburan malam. Di Bali memang terdapat banyak tempat wisata yang menarik. Setiap kabupaten di Bali memiliki puluhan tempat wisata dengan ciri kebudayaan yang khas. Namun, ternyata tidak semua wisatawan yang datang ke pulau Bali hanya untuk berlibur di objek – objek wisata yang mempesona. Ada tiga tempat di Bali yang bukan termasuk tempat wisata yang ternyata juga banyak dikunjungi oleh para wisatawan, terutama tourist luar negeri.

1. Rumah Penduduk
Rumah penduduk merupakan salah satu tempat yang menjadi tujuan wisatawan asing datang ke pulau Bali. Para tourist internasional yang datang ke rumah – rumah penduduk biasanya untuk mempelajari kebiasaan atau adat istiadat hidup penduduk lokal. Mereka ingin menyaksikan sisi kehidupan orang Bali secara langsung. Rumah penduduk merupakan objek yang bagus dalam menambah wawasan para tourist asing, terutama rumah penduduk yang berfungsi sebagai sentra produksi kerajinan khas Bali, seperti kain tradisional, aksesoris, seni pahat, rumah pembuatan alat musik Bali, dan sebagainya.

2. Tanah Lahan
Seperti kata pepatah “Menyelam sambil minum air”, bagi wisatawan yang berjiwa bisnis, tanah lahan merupakan satu objek yang menjadi perhatian mereka sembari berlibur menikmati pemandangan alam Bali. Terkadang mereka rela mengabaikan jadwal liburan mereka untuk berburu lahan atau tempat yang bisa dijadikan sebagai pusat bisnis mereka di pulau Bali atau sekedar membangun sebuah villa peristirahatan. Biasanya untuk mendapatkan informasi tersebut, para wisatawan menanyakan langsung kepada warga lokal yang bekerja di sektor pariwisata, seperti guide, roomboy atau juga kepada waiter. Melalui bantuan orang lokal tersebut, mereka datang ke tanah lahan yang telah ditunjukkan sebelumnya.

3. Sekolah
Sekolah adalah salah satu tempat yang termasuk sering mendapat perhatian bagi wisatawan internasional. Mereka ingin menyaksikan bagaimana proses pendidikan yang berlangsung di sekolah – sekolah di pulau Bali. Banyak juga wisatawan yang tidak segan-segan memberikan bantuan finansial kepada pihak sekolah dalam upaya memajukan pendidikan anak-anak warga Bali. Jika mereka berkunjung ke suatu sekolah, biasanya mengajak seorang guide yang bisa menjembatani komunikasi pihak sekolah dengan mereka.


Tempat Wisata Bali yang Populer dengan Nama Internasional

Bali adalah pulau indah yang disebut sebagai pulau surga. Selain karena memiliki budaya yang unik, Bali juga memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Tempat wisata di Pulau Bali beraneka ragam, baik yang alami maupun tempat wisata buatan. Puluhan pantai indah, gunung dan bukit, gua-gua suci, panorama laut, desa seni, istana, pura, danau, cagar alam, kebun binatang, dan lain sebagainya adalah pilihan menarik yang bisa Anda kunjungi saat liburan di Bali.

Tahukah Anda, ada banyak tempat wisata di Bali yang lebih dikenal dalam nama bahasa Inggris, tiga di antaranya adalah:

1. Pantai Lovina (Lovina Beach)
Lovina adalah kawasan pariwisata di kabupaten Buleleng yang mencakup enam kawasan pantai desa. Desa-desa yang termasuk dalam kawasan Lovina adalah Desa Kalibukbuk, Desa Kaliasem, Desa Banyualit, Desa Anturan, Desa Temukus, dan Desa Pemaron. Sejarah kawasan Pantai Lovina ini dimulai dari pembangunan sebuah penginapan kecil di Desa Kalibukbuk yang bernama Penginapan Lovina pada tahun 1950an. Pendiri Penginapan Lovina tersebut bernama Anak Agung Panji Tisna. Kata Lovina terinspirasi dari sebuah tempat di India. Di Bali, Lovina diartikan sebagai kata “Love Ina” yang artinya Mencintai Ibu (Pertiwi).

2. Pantai Dreamland (Dreamland Beach)
Pantai Dreamland merupakan pantai indah yang terletak di kawasan Pecatu (Kabupaten Badung), sekitar 30 menit dari Pantai Kuta. Sejarah nama Pantai Dreamland diawali sekitar tahun 1996.

pantai dreamland bali

Pada tahun tersebut, di kawasan pantai itu direncanakan akan dibangun sebuah resort yang sangat mewah, sehingga banyak warga setempat yang pekerjaanya hanya sebagai petani berharap resort tersebut akan mampu memajukan perekonomian warga. Tapi sayangnya, pada tahun 1997 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang parah, sehingga proyek pembangunan resort tersebut terhenti. Sehingga harapan tinggal harapan, maka kawasan pantai tersebut dikenal sebagai tanah impian (Dreamland Beach).

3. Pantai Blue Point (Blue Point Beach)
Sebenarnya nama asli pantai ini bernama Pantai Suluban. Terletak di desa Pecatu, di Kabupaten Badung. Untuk mencapai pantai yang banyak dipenuhi oleh gugusan karang tersebut, kita harus melewati sebuah jalan penginapan yang bernama Blue Point Villas. Karena hal tersebut, banyak wisatawan asing yang lebih mudah mengucapkan Blue Point Beach daripada Pantai Suluban. Warga lokal pun ternyata lebih akrab dengan menyebut Pantai Blue Point.


Tiga Kesan Pertama Datang ke Pulau Bali

Sudah pernahkah anda datang ke pulau Bali? Bagaimana kesan pertama Anda berkunjung ke pulau dewata ini? Saya yang bekerja di sektor pariwisata, sering berbincang-bincang dengan para wisatawan lokal maupun internasional dan menanyakan tentang kesan-kesannya datang ke pulau wisata ini. Berdasarkan hasil obrolan ringan dengan beberapa wisatawan tersebut (terutama wisatawan dalam negeri) tentang liburannya ke Bali, dapat saya rangkum tiga kesan mereka saat pertama kali datang dan berlibur ke pulau Bali, yaitu:

1. Penuh Aura
Ada kesan yang berbeda ketika anda datang ke pulau Bali untuk yang pertama kalinya. Budayanya yang unik yang berlandaskan pada filosofi agama Hindu Bali, menjadikan pulau kecil ini memiliki aura yang berbeda. Ribuan pura yang dibangun oleh masyarakat Bali di setiap sudut pulau Bali yang dihiasi dengan sesaji banten dan aroma dupa juga memberikan kesan sedikit magis. Hal ini juga membuat banyak wisatawan ingin datang kembali lagi untuk yang kedua kalinya. Inilah salah satu kesan para wisatawan yang datang ke pulau Bali untuk pertama kalinya.

2. Pakaian Bikini
Kesan lain ketika berkunjung ke pulau bali adalah bikini (pakaian minim). Salah satu pemandangan yang bisa Anda jumpai ketika liburan di pulau Bali adalah banyaknya tourist asing yang menggunakan pakaian bikini (bra & cd) berbaring di pantai atau jalan-jalan di pinggir jalan di kawasan wisata. Hal ini merupakan pemandangan biasa bagi masyarakat Bali. Bagi warga Bali, tidak ada hal yang salah dengan pemandangan tersebut, selama pikiran tidak berada pada jalan yang salah. Jika anda ‘googling’ foto-foto klasik Bali, maka pemandangan bertelanjang dada perempuan Bali merupakan hal yang sudah lumrah pada zaman dulu.

3. Anjing Liar
Beberapa wisatawan lokal juga mengungkapkan kesan berbeda tentang pulau Bali, yaitu banyaknya anjing liar yang bebas berkeliaran di tiap sudut jalan. Bagi masyarakat Bali, anjing merupakan sahabat yang baik dan setia. Biasanya tiap keluarga memelihara seekor anjing sebagai penjaga rumahnya, baik dari gangguan mahluk nyata maupun dari gangguan mahluk alam lain. Mereka (terutama warga desa) biasanya membiarkan anjingnya berkeliaran ke luar rumah mencari makan atau bersosialisasi dengan anjing lainnya. Bagi sebagian besar warga Bali, daging anjing merupakan hal yang haram untuk dimakan karena menyebabkan aura dalam diri menjadi memudar.

Membunuh anjing juga merupakan hal yang kurang pantas tanpa alasan yang tepat karena anjing memiliki nilai kesetiaan dan jasa yang besar bagi kehidupan manusia. Karena hal tersebut, banyak warga yang membiarkan anjingnya mati sendiri atau membiarkan si anjing hidup mandiri dan berkeliaran di jalan, di pasar, atau di tempat lainnya.

Nilai kesetiaan seekor anjing dan jasa-jasanya terhadap manusia memunculkan salah satu aturan unik bagi beberapa warga masyarakat Bali, yaitu mereka tidak boleh membeli seekor anjing dengan sejumlah uang. Jika ada warga yang ingin memiliki dan memelihara seekor anak anjing, maka mereka boleh mendapatkannya dengan cara menukarkan sejumlah barang (misalnya selusin piring atau gelas) kepada si pemilik anak anjing tersebut. Hal ini sebagai penghormatan bahwa nilai sifat kesetiaan seekor anjing tidak mampu disetarakan dengan nilai sejumlah uang.

Demikianlah tiga kesan pertama datang ke pulau Bali yang saya rangkum dari para wisatawan yang liburan ke Bali. Lalu, bagaimanakah dengan Anda?

Tiga Negara Arab yang Sering Berlibur ke Bali

Wisatawan yang berlibur ke Bali berasal dari berbagai negara. Selain untuk berlibur, banyak juga datang untuk urusan bisnis. Australia merupakan negara yang jumlah wisatawannya paling banyak datang ke Bali. Sekitar 40% total wisatawan berasal dari Australia. Namun, wisatawan yang datang ke Bali bukan hanya berasal dari Australia, Amerika dan negera-negara di benua Eropa, tetapi juga dari kawasan Asia, termasuk negara-negara di jazirah Arab. Berikut, kami sajikan tiga negara Arab yang sering berlibur ke Bali. Data ini kami berdasarkan data dari Departemen Pariwisata Indonesia.

1. Arab Saudi
Target utama para wisatawan Arab Saudi ke Indonesia adalah untuk urusan bisnis di Jakarta. Wisatawan yang berasal dari Negara Arab Saudi datang ke Pulau Bali biasanya adalah untuk urusan dakwah atau kegiatan sosial untuk umat muslim yang tinggal di Bali. Dari puluhan ribu orang arab yang datang ke Indonesia, hanya sekitar 2,5% yang singgah ke Bali.

2. Mesir
Wisatawan asal Mesir yang datang ke Indonesia biasanya adalah untuk urusan bisnis dan berlibur. Sebagian dari mereka datang ke Jakarta untuk bisnis, dan sebagiannya langsung datang ke bali untuk liburan. Wisatawan asal Mesir merupakan potensi bagi pariwisata Bali pada tahun-tahun berikutnya, mengingat kunjungan warga Mesir yang datang ke Indonesia ternyata lima puluh persennya menyempatkan diri untuk singgah di Pulau Dewata ini.

3. Uni Emirat Arab
Sama seperti wisatawan Arab Saudi, para wisatawan Uni Emirat Arab yang datang ke Indonesia adalah untuk urusan bisnis. Mereka datang ke Bali setelah urusan bisnis mereka di Jakarta selesai. Hanya sekitar 1% dari seluruh warga Uni Emirat Arab yang datang ke Indonesia menyempatkan diri untuk mengunjungi Bali.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait