Apa itu Virus MERS? 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang MERS (Flu Arab)

Awal tahun 2014 lalu, kawasan jazirah Arab kembali diresahkan dengan ancaman virus baru yang disebut virus MERS. Virus ini merupakan wabah yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Apa itu virus MERS? MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah wabah virus corona yang menyerang saluran pernapasan.

Penyakit ini pertama kali terdeteksi di pada bulan April 2012 di Amerika Serikat pada seorang petugas kesehatan yang telah melakukan perjalanan dari Riyadh (Arab Saudi) ke Indiana (negara bagian Amerika). Karena terdeteksi pertama kali dari wilayah Arab, maka sering disebut dengan flu Arab.

VIRUS MERS FLU ARAB

Orang yang terinfeksi virus MERS ini akan mengalami tanda-tanda seperti demam, batuk, dan sesak nafas. Ada enam negara di timur tengah yang diduga tempat berkembangnya virus ini. Proses penyebaran atau mekanisme penularannya masih belum diketahui secara pasti, apakah dapat terjadi melalui pernapasan (misalnya batuk dan bersin), kontak fisik langsung dengan pasien atau dapat tersebar lewat kontaminasi lingkungan oleh pasien.

Selain virus SARS, varian virus baru yang juga menyerang saluran pernapasan adalah MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Virus yang menyebabkan ancaman wabah berbahaya ini mendapat perhatian ekstra karena muncul di kawasan Arab, tempat orang-orang muslim melakukan perjalanan sucinya. Di tahun 2014 ini, para ahli kesehatan masih melakukan penyelidikan dan penelitian yang mendalam guna mengetahui lebih terperinci tentang karakter penyakit yang disebabkan mutasi virus corona ini. Ada lima hal yang perlu anda ketahui tentang MERS, yaitu:

1. Virus Varian Baru
MERS diketahui pertama kali tahun 2012, dan kini diduga telah menyebar hingga ke 16 negara, khususnya di kawasan negara-negara Arab. Eropa, Asia, dan Amerika juga menjadi zona terkena penyebaran virus. MERS disebabkan oleh virus corona yang diduga lebih akut dari virus SARS.

2. Penyakit Ini Mematikan
Badan kesehatan PBB, WHO telah melaporkan lebih dari 250 kasus terjadi dengan sekitar 90an orang berujung kematian. Arab Saudi melaporkan telah terjadi lebih dari 370 kasus terjadi dengan 107 orang meninggal.

3. Penyebarannya Tidak Mudah
Para ahli kesehatan masih menduga bahwa penyebaran virus ini dari satu orang ke orang lain tidaklah mudah. Karena orang-orang yang terinfeksi telah melakukan kontak secara dekat dan lama dengan pasien yang positif terkena MERS.

4. Belum Ada Obatnya
Hingga saat ini, para ahli kesehatan belum menemukan formula yang tepat untuk mematikan virus ini pada orang yang terinfeksi. Tindakan yang dilakukan adalah mengkarantina secara ketat orang-orang yang suspect flu Arab tersebut.

5. Belum Diketahui Dari Mana Asal-Muasalnya
Dari mana virus ini berasal, masih belum diketahui secara pasti. Para peneliti menduga virus ini muncul dari unta, si binatang gurun pasir. Daging atau susu unta mungkin menjadi media penyebarannya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait