Aneka Masakan dan Kue Tradisional Bali

Apakah anda seorang pencinta wisata kuliner? Jika ya, maka anda bisa berlibur ke Bali untuk berburu masakan dan jajanan khas Bali. Untuk mencicipi kuliner Bali, anda bisa berkunjung ke rumah makan (restaurant), warung-warung pinggir jalan, atau ke pasar-pasar tradisional di Bali.Jika anda jalan-jalan di pasar tradisional, anda bisa mencoba menikmati kue-kue khas Bali dengan harga terjangkau misalnya kue apem, kue klepon, kue laklak, jajanan bantal, kue abug, dodol Bali dan lainnya.

Selain itu anda bisa mencoba membeli kue-kue yang sering digunakan dalam upacara agama di Bali, contohnya jaja uli, jaja gina, jaja matahari, kue pelpelan, dan sebagainya. Nah untuk mengisi tangki perut, anda boleh memesan beberapa masakan khas Bali berikut ini.

Ayam atau Bebek Betutu 

Ayam Betutu atau Bebek Betutu adalah makanan paling enak di Bali. Masakan ini juga merupakan favorit bagi wisatawan yang berlibur ke Bali.

ayam bebek betutu bali

Ayam atau Bebek Betutu dibuat dari seekor ayam/bebek yang dibungkus dengan daun pisang dilengkapi dengan bumbu-bumbu kemudian dimasukan dalam sekam api selama lebih dari tiga jam. Ada juga betutu yang dibuat dengan cara dikuskus selama lebih dari 3 jam. Lamanya proses pembuatan ini, membuat rasa masakan betutu ini menjadi sangat enak, dan tentunya harganya juga mahal (di atas 70 ribu rupiah untuk satu porsi lengkap). Masakan Betutu yang terkenal di Bali ada di daerah Gilimanuk (Kabupaten Jembrana) dan di Desa Melinggih (Kabupaten Gianyar).

Lawar 

Lawar adalah masakan khas Bali yang umumnya terbuat dari parutan kelapa yang dicampur dengan daging cincang (babi atau ayam atau penyu), bumbu Bali, dan tentunya darah setengah matang. Lawar merupakan masakan yang wajib ada dalam setiap kegiatan pesta adat masyarakat Bali. Karena tanpa lawar, makanan yang disajikan menjadi kurang lengkap. Selain enak, lawar sebagai makanan tradisional Bali ternyata memiliki filosofi tersendiri. Lawar mengandung makna keharmonisan dan keseimbangan.

Hal ini dilihat dari bahan-bahan pembuatnya yaitu : parutan kelapa (putih, simbol Dewa Iswara di timur); darah (merah, simbol Dewa Brahma di selatan); bumbu-bumbu (kuning, simbol Dewa Mahadewa di barat); dan terasi (hitam, simbol Dewa Wisnu di utara). Keempat arah mata angin tersebut melambangkan keseimbangan. Selain itu sifat-sifat bahannya yang berupa rasa manis (kelapa), asin (garam), pahit (buah limo), pedas (bumbu), amis (darah), asam (asam), dan bau busuk (terasi) jika mampu meraciknya dengan tepat akan menghasilkan rasa yang nikmat. Hal ini merupakan filosofi bagi seorang pemimpin dalam mengoptimalkan potensi-potensi rakyatnya yang berbeda-beda sehingga bisa menciptakan keharmonisan.


Sate Lilit 

sate bali
Sate lilit terbuat dari adonan daging (ayam/babi/ikan) yang dicampur dengan parutan kelapa kemudian dililitkan pada tusukan sate. Masing-masing daerah di Bali memiliki bumbu-bumbu tersendiri yang menjadi ciri khasnya. Sete lilit paling enak bila dimakan bersama nasi putih hangat dengan kuah kaldu dari daging. Sate lilit merupakan salah satu menu favorit wisatawan luar negeri.

Masakan Bali Berbahan Unik

Beberapa wisatawan yang datang ke Bali selain untuk merelaksasi pikiran mereka, juga ada yang ingin mencicipi kuliner khas Bali. Ada yang ingin makan ayam betutu, lawar bali, rujak pindang, jajanan tradisional Bali, dan rawon Bali. Namun sebenarnya, masyarakat Bali juga memiliki beberapa jenis makanan lainnya yang mungkin belum banyak dikenal orang. Tiga diantaranya adalah makanan yang berbahan unik, yaitu:

Jukut Ares

Jukut ares merupakan salah satu soup yang sering dimasak ketika suatu keluarga menggelar ceremony di rumahnya. Soup ini terbuat dari potongan - potongan daging bebek yang dimasak bersama dengan batang pisang muda yang diiris kecil - kecil.Bumbu ulek berupa kunyit, cabai, bawang, kencur, bawang putih, merica, garam, dan bumbu lainnya dimasukkan ketika kuah telah mendidih. Dengan daging dari seekor bebek yang dimasak bersama irisan batang pisang tersebut, bisa dibuat soup satu panci besar untuk sekitar 50 orang. Masakan ini berguna untuk menghemat biaya suatu pesta / ceremony.

Pepes Lebah

Pepes lebah terbuat dari sarang lebah madu. Untuk memasak pepes ini, bahan yang diperlukan adalah beberapa sarang lebah/tawon yang madunya telah diperas dan masih ada larva di dalamnya, bumbu - bumbu seperti kunyit, cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, limo, daun salam, garam, dan daun pisang sebagai pembungkusnya. Sarang lebah tersebut diremas-remas, kemudian dicampur dengan bumbu yang telah diulek, lalu dibungkus dengan daun pisang. selanjutnya pepes tersebut dipanggang selama 30 menit. Masakan unik ini berkhasiat untuk membangkitkan stamina, khususnya bagi kaum laki-laki.

Gorengan Laron

Makanan ini sudah jarang sekali ditemukan di Bali. Hanya sebagian kecil masyarakat pedesaan yang sering menggunakan serangga ini untuk bahan lauknya, terutama para lansia yang sudah terbiasa makan gorengan ini sejak dulu. Makanan ini hanya bisa dibuat pada musim hujan, ketika rayap telah berubah menjadi laron. Mungkin makanan ini dapat menjadi pembangkit akan kenangan mereka sewaktu masih anak - anak. Untuk membuat makanan ini, kita harus menangkap laron dengan menaruh sebuah bak / ember berisi air di bawah lampu. Esok harinya, ratusan laron yang telah mati tersebut digoreng dengan sayap - sayapnya. Bumbu yang digunakan adalah cabai, bawang putih, kencur, dan garam. Rasanya crispy seperti fried chicken. Itulah tiga jenis makanan tradisional masyarakat Bali yang berbahan unik. Anda mau coba?

Aneka Kue dan Jajanan Tradisional Bali

Selain makanan, para wisatwan yang datang ke Bali juga bisa berburu aneka jajanan atau kue tradisional Bali. Tempat yang paling murah untuk membeli aneka kue dan jajanan tradisional Bali adalah di pasar-pasar tradisonal. Jika anda ingin mendapatkan jajanan yang lebih higienis, anda bisa membelinya di toko-toko modern yang menjual aneka kue, namun jumlah jenisnya tidak beragam.

kue khas bali

Untuk bisa mencicipi kue atau jajanan tradisonal yang lebih beraneka ragam, tempat yang paling tepat adalah pasar tradisional. Kue atau jajanan tradisional yang dijual di pasar-pasar tradisional Bali banyak yang dibuat dengan cara-cara tradisonal. Hal tersebut akan lebih membuat rasa kue lebih khas. Masyarakat Bali memiliki jenis kue tradisional yang beragam. Berikut disajikan beberapa jenis kue / jajanan tradisional Bali:

Jajanan atau Kue Basah
Aneka jajanan atau kue basah tradisional Bali bisanya dibuat dengan cara dikukus. Kue – kue tersebut antara lain :

  • Kue Apem biasanya dibuat dengan campuran tepung beras, gula, pewarna alami, dan sodanya berbahan tuak.
  • Klepon dibuat dari tepung beras atau ketan, bentuknya bulat-bulat, ditengahnya berisi gula aren cair yang memiliki sensasi ledakkan di dalam mulut.
  • Kue Laklak berbahan tepung beras dan santan berbentuk setengah bola, dibuat dari cetakan penggorengan kecil dari tanah liat.
  • Timus adalah kue berbahan parutan ubi kayu, dibungkus dengan daun pisang bersama gula aren, dan dipanggang di atas bara api.
  • Pisang Goreng adalah kue yang dibuat dari irisan pisang yang dicelupkan dalam adonan tepung beras, kemudian digoreng.
  • Jaja Bantal dibuat dari campuran beras ketan dan parutan kelapa. Tambahan lainnya ada yang diisi dengan pisang, kacang merah, ataupun nangka. Dibungkus dengan daun kelapa dan direbus selama sekitar satu jam.
  • Jaja Kaliadrem merupakan donat tradisional versi masyarakat Bali
  • Jajanan atau kue basah lainnya yang bisa anda coba cicipi di pasar – pasar tradisonal antara lain: pisang rai, kue putu, klepet, batun bedil, sumping, jaja abug, jaja cerorot, kue dadar dan lainnya.


Kue Kering
Kue kering biasanya dibuat dengan cara digoreng, dan lebih tahan lama. Adapun jenis kue kering yang bisa anda beli pasar – pasar tradsional Bali antara lain :

  • Gopel adalah jaja abug yang dikeringkan dengan cara dijemur. Berbahan campuran beras, ketan dan parutan kelapa yang dikukus lalu sedikit dihaluskan dengan cara ditumbuk kemudian dikukus lagi hingga matang. Setelah itu dijemur hingga benar – benar kering.
  • Kuping Gajah dibuat dari adonan tepung terigu, telur, gula, gula aren dan santan. Dua jenis adonan (berwarna putih dan berwarna coklat) digulung menjadi satu kemudian diris kecil-kecil. Setelah itu digoreng.
  • Jaja Sengait dibuat dari irisan ubi jalar yang berbentuk stick kecil. Irisan tersebut digoreng lalu dicetak berbentuk lingkaran bersama gula aren sebagai perekatnya. Jajanan ini juga dikenal dengan nama cakar ayam.
  • Jenis kue kering yang lain adalah jaja saga, jaja mako (jaring), jaja ilut, dan lainnya.


Jajanan atau Kue untuk Upacara Keagamaan
Jajanan ini biasanya sering dipakai sebagai sarana upacara keagamaan masyarakat Bali. Jajanan atau kue tersebut biasanya memiliki filosofi atau lambang tersendiri.

Jaja Dodol terbuat dari adonan tepung ketan hitam dan tepung beras dicampur dengan gula aren dan santan. Hasil akhirnya adalah dodol hitam dibungkus dengan kulit jagung. Warna hitam tersebut melambangkan dewa Wisnu. Jaja Wajik bentuknya sama seperti jaja dodol namun dibuat dari ketan hitam (bukan tepung), warnanya agak kemerah-merahan sebagai lambang Dewa Brahma. Dodol yang berwarna putih disebut Satuh sebagai lambang Dewa Siwa. Satuh merupakan kue kering yang terbuat dari tepung beras dan gula putih dibungkus dengan kulit jagung.

Jaja Uli dan Jaja Gina dibuat dari ketan dan beras. Warnanya ada tiga jenis yaitu merah, coklat (dianggap hitam), dan puith sebagai lambang Tri Sakti (Brahma, Wisnu, Siwa). Bentuknya ada tiga jenis yaitu berbentuk bulat sebagai lambang kepala, segi empat melambangkan badan, dan segitiga melambangkan alat vitall (bawah).

Jaja Reta dibuat dengan cara digiling-giling, warnanya beraneka ragam : merah, kuning, coklat, hijau, hitam, putih, dan ungu. Bentuknya beraneka ragam sesuai dengan seni dan kreatifitas. Ada yang berbentuk manusia, binatang, tumbuhan atau benda angkasa, disesuaikan dengan jenis upacara yang akan dilaksanakan.

Jaja Bendu dan Bantal Aleman merupakan jenis kue yang digunakan dalam upacara pernikahan orang Bali. Dan beberapa jenis kue untuk upacara keagamaan lainnya

Itulah tiga ragam kue atau jajanan tradisional Bali yang bisa anda temukan di pasar – pasar tradisonal di pulau Bali. Selamat berwisata...!!!

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait