Aneka Jenis Potongan pada Gaji Bulanan Anda

Sebagai pekerja formal yang digaji tiap bulan, tentu anda wajib memperhatikan jumlah gaji bersih yang diterima beserta rincian potongan - potongannya. Namun, banyak juga pekerja yang cuek bebek dengan rincian potongan gaji yang diberlakukan pada penghasilannya. Nah, kali ini blog kerjausaha mencoba menyajikan informasi mengenai aneka jenis potongan yang umumnya dikenai pada penghasilan para karyawan, mulai dari pajak hingga asuransi.

Dengan mengetahui kondisi nyata dari penghasilan bulanan, maka anda akan lebih jelas memiliki gambaran tentang benefit dari potongan - potongan gaji anda.

potongan gaji

Inilah Beragam Jenis Potongan Gaji

1. Pajak Penghasilan Pasal 21
Jenis potongan yang pertama adalah PPh 21 yang besarannya 5 persen dari jumlah gaji. Anda yang memiliki penghasilan lebih dari 36 juta per tahun dan memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) tentunya sudah akrab dengan PPh 21 ini, karena tiap tahun (awal Maret) kita wajib melaporkan SPT ke kantor pajak, baik online maupun offline. Mintalah bukti potongan PPh tersebut ke HRD ataupun bendahara kantor anda.

2. Potongan untuk BPJS Kesehatan
Perusahaan wajib mengikutsertakan semua karyawannya untuk masuk dalam program asuransi kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Program asuransi pemerintah ini memberikan banyak benefit bagi para pekerja. Jumlah potongan untuk anggaran BPJS Kesehatan adalah 4,5 persen dari total gaji, dengan pembagian 4 persen ditanggung perusahaan dan 0,5 persen dibebankan ke pekerja. Kewajiban ini harus dibayar tiap bulan, dan jika perusahaan telat melakukan pembayaran, biasanya akan terkena denda 2% dari total iuran yang tertunda.

3. Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Jenis potongan yang juga dibebankan pada penghasilan anda adalah biaya iuran untuk program BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan pengganti dari program Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Adapun beberapa manfaat yang kelak dirasakan oleh para karyawan yang terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan antara lain: Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian.

4. Dana Pensiun
Kebutuhan biaya hidup saat memasuki masa pensiun akan lebih besar, terutama untuk biaya kesehatan. Oleh karena itu, banyak orang yang menganggap bahwa program Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS saja tidak akan cukup, sehingga perlu juga dana pensiun. Namun, tak semua perusahaan menyediakan program dana pensiun tersebut.

Sebenarnya dana pensiun bukan hanya pemilik para PNS saja, karena berdasarkan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, para pekerja yang bekerja di sektor swasta pun berhak dapat dana pensiun. Program dana pensiun difasilitasi oleh pihak kantor dengan mekanisme pungutannya tak jauh beda dengan jenis pungutan di atas, yakni potongan beberapa persen gaji karyawan ditambah dengan kontribusi dari perusahaan. Pihak perusahaan akan mengikutsertakan karyawan ke program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 

Program ini diselenggarakan melalui kerjasama dengan pihak bank ataupun perusahaan asuransi jiwa bagi masyarakat umum, misalnya Bank Mandiri, BRI, atau BNI dengan Simponi. Sementara perusahaan asuransi yang menyediakan fasilitas ini diantaranya adalah Jiwasraya, AIA Indonesia, AXA, Manulife, dan AIG Lippo.

Nah, demikianlah kawan, aneka jenis potongan yang umumnya dibebankan pada penghasilan bulanan anda. Selain itu, mungkin ada beberapa jenis potongan lain yang sesuai dengan kebijakan perusahaan ataupun kebutuhan anda, seperti potongan kredit KPR atau dana sosial. 

Mulailah untuk cermat memperhatikan rincian penghasilan dan potongan gaji bulanan anda agar anda lebih baik dalam mengelola keuangan anda. Jangan sampai anda buang buang duit untuk mendapatkan benefit yang sama. Misalnya perusahaan anda telah mengikutsertakan anda pada program BPJS Kesehatan, dan anda juga ikut program asuransi kesehatan yang lain. Padahal keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mengurangi beban biaya saat anda jatuh sakit. Hal ini membuat duit anda tidak terkelo dengan baik, atau terbuang percuma.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait