5 Kesalahan Anak Muda Mengatur Keuangannya

Belajar mengatur keuangan yang sehat harus dilakukan sejak muda karena ini akan menjadi pegangan yang kuat disaat telah menikah atau berkeluarga. Kesalahan mengatur keuangan memang kerap kali terjadi pada mereka yang masih muda dan sudah bekerja. Masa paceklik biasanya terjadi mulai dari tanggal 20-an sampai akhir bulan, dimana uang yang tersisa sudah menipis.

Mengapa hal ini terjadi? Padahal setiap pekerja memiliki frekuensi gaji bulanan yang sama. Dan mengapa mereka mulai keteteran dalam hal keuangan memasuki tanggal 20an sampai akhir bulan? Mungkin lima 5 kesalahan pengaturan dan persepsi keuangan ini bisa menjadi biang keroknya.

uang anak muda

Anak muda selalu ketergantungan pada gaji

Penyebab pertama yang membuat para golongan muda mudi keteteran dalam hal finansial adalah karena mereka hanya menggantungkan kehidupan mereka pada gaji dari kerja bulanan mereka sebagai pegawai atau pekerja. Dan seringkali mereka ketika memperoleh gaji di awal bulan, menjadi lupa untuk mengontrol diri sehingga melakukan pembelanjaan besar-besaran.

Tak pelak, ketika memasuki tanggal 20an, uang mereka sudah habis. Untuk mengatasi itu, anda sebaiknya bisa menambah penghasilan anda dengan melakukan pekerjaan sampingan. Sehingga anda memiliki suplai dana yang cukup tiap bulannya.

Anak muda cenderung tidak memiliki rekening tabungan

Banyak kaula muda yang masih tidak memikirkan untuk memiliki rekening tabungan karena mereka percaya bahwa rekening tabungan tidak berguna sama sekali. Tak sedikit juga yang berpikir bahwa percuma memiliki tabungan karena pasti akan ditarik kembali untuk berbagai keperluan. Padahal kesalahan bukan terletak pada rekening tabungan, namun pada diri sendiri.

Cobalah untuk menabung sedikit demi sedikit dan gunakan simpanan uang tersebut hanya ketika dalam kebutuhan mendesak saja. Ini memang memerlukan keteguhan hati untuk tidak tergoda dengan pembelian barang-barang yang tidak penting. Beberapa contoh kebutuhan mendesak yang bisa memanfaatkan uang di rekening tabungan, misalnya untuk perbaikan kendaraan motor, biaya berobat di rumah sakit, dan sejenisnya.

Jika anda telah memiliki keputusan untuk menyimpan uang, maka disarankan agar bisa menabung setidaknya dua sampai tiga kali lebih besar dari gaji bulanan anda. Hal ini karena kebutuhan situasi mendesak biasanya memerlukan dana yang cukup besar.

Kebiasan menggunakan kartu kredit yang tidak benar

Memiliki kartu kredit merupakan sebuah solusi yang baik. Itu bisa membantu dalam penataan keuangan serta memudahkan aktivitas transaksi yang kita lakukan. Namun seringkali kepemilikan kartu kredit bagi kawula muda malah menjadi bumerang karena tidak bisa menggunakan secara bijak.

Banyak yang sering menggunakan kartu kredit untuk berbelanja online, sementara kewajiban membayar tagihan tidak dilakukan dengan tepat waktu. Hal ini tentu akan menjadi masalah yang cukup serius apalagi jika gaji bulanan Anda belum seberapa, sehingga penggunaan kartu kredit dan kewajiban membayar tagihan tiap bulannya merupakan beban baru. Oleh karena itu, pikirkan terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan aplikasi kartu kredit dengan membandingkan jumlah gaji anda serta keperluan anda tiap bulannya.

Anak muda masih suka bergantung pada orang tua

minta uang pada orang tua
Ketika anda sudah bekerja dan mampu menghasilkan uang sendiri, sudah seharusnya anda tidak lagi membebani orang tua anda. Sebaliknya anda harus menjadi sosok seorang yang bisa membantu keuangan keluarga, misalnya turut serta membiayai biaya sekolah adik ataupun keponakan atau membayarkan kewajiban asuransi orang tua anda.

Memang tiada salahnya jika anda masih meminta bantuan  dari orang tua anda terutama di saat-saat kondisi finansial sedang sekarat. Namun jika anda terus dimanjakan oleh pertolongan orang tua anda, maka tidak baik dalam kehidupan anda di masa depan. Terlalu bergantung pada keuangan orang tua, padahal anda sudah bekerja, merupakan salah satu penyebab anda tidak akan terbebas dari masalah finansial. Ini membuat anda seringkali mengalami defisit anggaran ketika memasuki tanggal 20an ke atas.

Anak muda jarang memikirkan masa pensiun

Sebagian dari pekerja muda cenderung tidak mau memikirkan hal - hal yang terlalu ruwet, termasuk tentang penyiapan dana di kala pensiun. Hal ini ternyata bisa menjadi biang kerok yang menyebabkan terhambatnya atau gagalnya rencana keuangan Anda di masa depan.

Oleh karena itu, cara yang terbaik adalah dengan sedini mungkin memikirkan dana pensiun sedini mungkin. Walaupun hal itu sebenarnya masih berjarak berpuluh-puluh tahun lagi, namun merencanakannya dari sekarang adalah hal yang bisa menguntungkan Anda kemudian hari.

Lalu, bagaimanakah caranya untuk melepas dari permasalahan finansial tersebut? Dua langkah ini adalah poin utamanya.

Anak muda harus bisa mengontrol diri
Hal pertama dan yang paling utama dalam mengatur keuangan yang sehat terletak bagaimana kemampuan kita dalam mengontrol diri. Bagi anda kaula muda yang masih memiliki gaji pas-pasan, cobalah untuk menghindari penggunaan uang secara berlebihan terutama saat baru menerima gaji di tanggal muda.

Atur jadwal pengeluaran dengan cermat
Mulailah untuk membuat jadwal penggunaan uang serta rincian proyeksi pengeluaran bulanan anda dengan teratur, sehingga kelak tidak akan menimbulkan masalah lagi pada pertengahan bulan sampai akhir bulan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait