4 Alasan Seseorang Cintanya Rela Diduakan

Seperti seorang yang menggunakan sandal jepit, tak enak rasanya jika harus memakai satu buah sandal saja atau menggunakan tiga buah sandal. Yang paling sempurna adalah memakai sepasang sandal. Begitu juga dengan cinta. Cinta yang bertepuk sebelah tangan dan cinta segitiga adalah cinta yang menyakitkan. Cinta yang diduakan merupakan hal yang paling tidak diinginkan oleh semua orang. Kata orang ‘siapa sich yang mau diduain?’ Namun ternyata masih saja ada beberapa orang yang rela diduakan cintanya dengan beberapa alasan, seperti yang diuraikan berikut ini:

Rela Diduakan Karena Takut Kehilangan 

cinda mendua
Cinta memang bisa membuat orang menjadi lupa daratan. Daripada terluka karena harus berpisah dengan orang yang dicintainya, lebih baik ia rela berbagi cintanya dengan orang lain. Hal ini banyak dialami oleh wanita-wanita di Indonesia yang rela dimadu oleh suaminya. Ia akan bertahan dalam cinta tersebut demi menjaga rumah tangganya, atau demi anak-anaknya, atau karena tidak mampu memberikan kebahagian buat sang suami (misalnya melahirkan anak). Alasan cinta yang mendalam tersebut menjadikan dirinya rela diduakan.

Rela Diduakan Main Fifty : Fifty 

Jika beberapa orang mau diduakan karena cinta sejatinya, beberapa orang rela diduakan justru karena alasan tidak benar-benar mencintai. Mereka merasa tidak begitu sakit hati bila cinta kekasihnya dipecah dua. Orang seperti ini bertipe orang yang tidak setia. Biasanya mereka punya prinsip 50:50, artinya jika sang kekasih mendua, maka ia pun bisa mendua atau malah men’tiga’. Ada juga alasan lain sudi diduakan karena ia sendiri telah terlebih dulu mendua secara sembunyi-sembunyi.

Rela Diduakan Karena Ada Udang Di Balik Batu 

Alasan lain orang mau diduakan adalah karena ada udang di balik batu. Ada maksud yang tersembunyi dibalik kerelaan diduakan cintanya. Beberapa maksud klasik yang ada di dalam hatinya biasanya terkait dengan harta, ingin menjadikannya sebagai batu lompatan, ingin tetap merasakan kenyamanan dan kesenangan duniawi, dan beberapa maksud khusus tertentu yang menjadi rahasia masing-masing orang.

Tidak Mau Sendiri / Belum Ada Pengganti 

Daripada kosong tidak punya kekasih, beberapa orang rela diduakan cintanya. Orang seperti ini paling takut dengan kesendirian dan kesepian. Ia terpaksa menerima keputusan kekasihnya yang membagi hatinya kepada orang lain. Namun orang seperti ini biasanya akan segera memutuskan pergi dan mengakhiri jaring-jaring cinta tersebut ketika ia telah menemukan cinta yang baru. Kata mereka “Jalani saja sambil nyari-nyari yang lebih asyik”.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait