10 Penyebab Boros Belanja

Boros adalah akar dari permasalahan finansial. Belanja barang secara berlebihan tanpa perencanaan yang jelas adalah salah satu tindakan boros. Boros belanja seringkali terjadi karena dorongan perasaan yang tidak dikendalikan. Orang bilang dengan istilah: "lapar mata". Sesekali terjadi mungkin adalah hal yang bisa dimaklumi. Namun, jika menjadi kebiasaan dapat menyebabkan keterpurukan keuangan.

Oleh karena itu, sedini mungkin hal tersebut harus bisa dihindari. Cara untuk menghindari sikap boros saat berbelanja adalah dengan mengetahui dan menanggulangi penyebab-penyebab umum boros berbelanja. Setidaknya ada sepuluh poin yang bisa membuat anda menjadi shopper-holic atau belanja mania, yakni:

boros belanja

1. Tidak Memakai Daftar Belanja

Penyebab pertama seseorang dapat berubah menjadi shopper-holic adalah karena pergi tanpa membawa daftar belanjaan yang terperinci, sehingga sering kali seseorang menjadi lupa membeli barang - barang utama, dan justru membeli barang yang kurang penting. Oleh karena itu, sebelum berangkat ke lokasi belanja, buatlah daftar catatan belanja dan perkirakan jumlah uang yang akan dikeluarkan.

2. Terpengaruh Gaya Hidup Sekitar

Orang bisa menjadi boros belanja karena terpengaruh gaya hidup sekitar. Hal ini membuat seseorang sering tergoda membeli barang - barang yang tidak penting. Bahkan banyak diantaranya yang rela "nyicil" demi mengikuti gaya hidup sekitar.

3. Terperangkap Promo & Diskon

Penyebab ke tiga seseorang menjadi boros saat berbelanja adalah karena tergoda dan terperangkap oleh rayuan promo dan diskon. Padahal produk diskon tersebut belum tentu merupakan barang yang mendesak keperluannya.

4. Hanya Ingin Terlihat Kaya

Hal ini sering menimpa orang-orang yang berada dalam keluarga ekonomi menengah ke bawah. Ketika perasaan ini sudah menghantui pikiran anda, maka dijamin anda akan boros dalam membelanjakan uang anda, dan bahkan sampai "ngutang".

5. Takut Barang Habis (Tidak Up to Date)

Selain karena tergoda promo dan diskon, seseorang bisa melakukan pembelanjaan besar-besaran (alias boros) karena hanya ingin dijadikan koleksi, misalnya produk fashion, assesoris, dan sejenisnya. Mereka khawatir jika stok barang habis, sehingga membeli barang dalam jumlah besar.

6. Memiliki Sikap Impulsif

Sikap impulsif merupakan perasaan ketertarikan sesaat pada suatu barang, sehingga tanpa disadari mendorong kita untuk mengeluarkan uang secara tak terkontrol. Sifat impulsif menjadi salah satu penyebab seseorang kebablasan dalam berbelanja. Untuk mengurangi sifat ini, maka saat berbelanja ajaklah seorang sahabat yang kritis terhadap suatu produk.

7. Sedang Setress

stress belanja
Saat sedang banyak masalah, stress, ataupun sedang sedih, seseorang sering kali mengalihkan emosinya tersebut dengan cara berbelanja. Ketika anda sedang mengalami masalah, janganlah pergi pusat-pusat perbelanjaan atau ke tempat hiburan yang dapat menguras kantong anda.


8. Mengajak Teman Belanja yang Hobi Belanja

Ketika anda pergi ke supermarket bersama seseorang yang hobi belanja, maka kemungkinan besar anda akan berusaha mengimbangi sikapnya, sehingga ikut tergoda untuk berbelanja tanpa kontrol. Oleh karena itu, pilih-pilihlah mengajak teman saat pergi belanja.


9. Sering Belanja Online

Belanja lewat media online memang memberikan nilai plus tersendiri. Selain praktis, banyak toko online yang menawarkan produk dengan harga terjangkau. Kemudahan belanja online sering menggoda kita untuk membeli produk yang sebetulnya belum begitu mendesak.

10. Menggunakan Kartu Kredit atau Cicilan

Kartu kredit dan transaksi non tunai lainnya memang membuat proses belanja lebih praktis, apalagi jika ada fasilitas cicilan (kredit). Hal ini sering kali membuat seseorang berbelanja lebih boros. Untuk menghindari hal ini, batasilah limit kartu kredit anda, atau kurangi suplay uang non tunai anda.

Demikianlah sepuluh penyebab seseorang menjadi boros dalam berbelanja. Dengan mencermati kesepuluh poin di atas, maka diharapkan kita bisa lebih hemat belanja.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait