10 Hal Baru Kurikulum 2013, Ini Perbedaan dengan Kurikulum Lama

Kurikulum 2013 telah mulai resmi digunakan pada awal tahun pelajaran 2013/2014. Meskipun dalam penerapannya, hanya sekolah-sekolah yang ditunjuk pemerintah saja yang mulai melaksanakan kurikulum baru tersebut. Jika kita bandingkan dengan kurikulum 2006 (KTSP), ada beberapa perubahan (pembaruan) yang muncul di dalam kurikulum 2013 ini, sepuluh di antaranya adalah:

1. Sistem yang Digunakan
Jika pada kurikulum lama, kita telah akrab dengan istilah SK dan KD, maka pada kurikulum yang sekarang ada istilah KI (Kompetensi Inti). Dalam kurikulum 2013, sistem yang dipakai disebut Kompetensi Inti berbasis tematik. Sehingga yang menjadi acuan atau bahan ajar dalam pembelajaran adalah tema-tema.

K13

2. Silabus yang Digunakan
Tahun-tahun sebelumnya, guru-guru sering disibukkan (dipusingkan) dengan pembuatan silabus pembelajaran secara mandiri. Nah, dalam pelaksanaan kurikulum baru ini, pekerjaan guru-guru mungkin sedikit terbantu dengan adanya silabus yang langsung dibuat dari pusat.

3. Mata Pelajaran tentang Pancasila
Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, kita mengenal mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Untuk semakin memantapkan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar, mapel tersebut diperbarui kembali menjadi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan).

4. Implementasi Kurikulum
Dalam kurikulum lama (2006), sistem implementasi yang dipakai lebih mengarah pada penjurusan. Sedangkan kini lebih ditekankan pada peminatan peserta didik.

5. Beban Belajar Siswa
Penyusunan kurikulum baru 2013 dirancang agar mampu mengurangi beban belajar dan menyesuaikan kemampuan siswa.

6. Proses Penilaian
Proses penilaian yang dilakukan dalam penerapan kurikulum baru ini tidak hanya lebih mengutamakan pengetahuan semata, tetapi berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output.

7. Penilaian (Evaluasi)
Dominasi evaluasi terhadap aspek kognitif semakin dikurangi. Penilaian dilakukan secara proposional untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui penilaian test dan portofolio yang saling melengkapi.

8. Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
Kurikulum 2013 disusun agar mampu memberi motivasi mengajar serta mengakomodasi 4 kompetensi utama seorang guru, yakni profesi, pedagogik, personal ,dan sosial.

9. Pengelolaan Kurikulum
Pada kurikulum sebelumnya, satuan pendidikan (sekolah) diberi kebabasan untuk merancang dan menyusunnya, sehingga tak jarang kurikulum tersebut justru tidak memperhatikan kondisi sekolahnya, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerahnya. Dalam kurikulum baru ini, pemerintah pusat dan daerah berperan dalam kendali kualitas pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan (sekolah), sehingga aspek kondisi, kebutuhan peserta didik, potensi daerah dapat diakomodasi.

10. Struktur Kurikulum
Dokumen kurikulum pada masing-masing tingkat satuan pendidikan, tersusun atas kurikulum nasional, kurikulum daerah (Kurda), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kegiatan kurikuler, dan kalender pendidikan. Kurikulum nasional terdiri dari rasional, kerangka dasar kurikulum, struktur kurikulum, deskripsi mata pelajaran, KI dan KD, dan Silabus. Kurda terdiri dari KD dan Silabus yang disusun oleh masing-masing daerah dengan mengacu pada kurikulum nasional.

Perbedaan Kurikulum Baru (2013) dengan Kurikulum Lama

Pemerintah telah meresmikan berlakunya kurikulum baru di tahun 2013. Perangkat kurikulum baru tersebut dibuat dengan tujuan untuk menyesuaikan kemajuan zaman dan juga diharapkan dapat membenahi segala kekurangan pada kurikulum lama (2006). Dalam Kurikulum 2013, terdapat sejumlah perbedaan jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya (KTSP 2006), antara lain:

1. Pada KTSP 2006, penyusunan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dibuat atau diturunkan dari Standar Isi (SI), sedangkan pada Kurikulum 2013, SKL disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

guru kurikulum baru

2. Pada KTSP 2006 maupun KBK 2004, Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL Mapel), sementara dalam Kurikulum Baru 2013 Standar Isi-nya diturunkan dari SKL.

3. Pada kurikulum-kurikulum sebelumnya, terdapat pemisahan mata pelajaran yang berperan untuk pembentukan sikap, keterampilan, pengetahuan. Sedangkan Kurikulum 2013 dirancang agar semua mata pelajaran saling berkontribusi terhadap pembentukan sikap (afektif), keterampilan (motorik), dan pengetahuan (kognitif).

4. Dalam kurikulum 2006, kompetensi diturunkan dari mata pelajaran, sedangkan sebaliknya dalam kurikulum 2013 mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai.

5. Ada pemisahan yang jelas dalam pembagian mata pelajaran pada KTSP maupun KBK, sedangkan di Kurikulum 2013 semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (KI) tiap kelas.

6. Ditinjau dari aspek pengembangan kurikulum, pada KTSP tahun 2006 pengembangannya sampai pada kompetensi dasar (KD), sedangkan pengembangan kurikulum pada Kurikulum 2013 sampai pada buku teks dan buku pedoman guru.

7. Pembelajaran tematik pada KTSP 2006 diterapkan pada kelas I, II, dan III dengan mengacu pada mata pelajaran, sedangkan pada Kurikulum 2013 semua kelas (I sd VI) menerapkan pembelajaran tematik integratif yang mengacu pada kompetensi.

8. Jumlah jam belajar pada kurikulum baru 2013 lebih banyak dari kurikulum lama, namun tingkat kompleksitas materi pelajarannya lebih sedikit sehingga diharapkan beban belajar siswa lebih ringan.

9. Materi ajar tentang Pancasila dalam kurikulum baru lebih ditekankan dibanding kurikulum lama dengan porsi jam pelajaran lebih lama. Selain itu istilah mapel-nya juga diubah dari PKn menjadi PPKn.

10. Pada kurikulum sebelumnya, komponen mata pelajaran IPA dan IPS diberikan pada semua jenjang kelas (1-6), sedangkan pada kurikulum baru keduanya mulai diperkenalkan di kelas tinggi (kls 4-6)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait