Suka Duka Menjadi Guru di Daerah Terpencil

Indonesia adalah sebuah negara besar dengan bentang wilayah terluas ke tujuh di dunia dengan ribuan pulau yang tersebar dari ujung Sumatra hingga ke Papua.  Namun, tak semua wilayah di Indonesia memiliki akses yang mudah untuk menjangkaunya, sehingga banyak daerah yang dikenal sebagai kawasan terpencil. 

Menjadi tenaga pengajar di daerah terpencil bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan, apalagi jika kita telah terbiasa hidup di daerah yang fasilitasnya tercukupi.

guru sekolah daerah terpencil

Namun, seperti sebuah sisi mata uang, selalu saja ada sisi yang saling bertolak belakang. Tak selamanya, tugas menjadi guru di daerah terpencil selalu dipenuhi hal-hal yang menyusahkan. Ada beberapa sisi positif yang diperoleh ssat bertugas menjadi Gurdacil. Apa saja suka-duka mengajar di kawasan terpencil? Berikut akan diuraikan enak dan enggaknya jadi guru daerah terpencil?

Namun sebelum menginjak pada poin tersebut, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu tentang pengertian kawasan terpencil menurut Permendikbud Nomor 34 Tahun 2012 tentang Kriteria Daerah Khusus dan Pemberian Tunjangan Khusus bagi Guru. 

Peraturan Menteri tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah bagi guru-guru yang mengabdikan diri di daerah khusus. Apa itu daerah khusus? Daerah khusus yang menjadi perhatian pemerintah dalam Peraturan Menteri tersebut antara lain: daerah yang terpencil (terbelakang), daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah yang berbatasan dengan negara tetangga, pulau-pulau kecil terluar, dan daerah yang tengah mengalami bencana alam, sosial, atau dalam keadaan darurat.

Ciri-ciri daerah yang termasuk wilayah terpencil, antara lain: akses transportasi sulit dijangkau, ketersedian fasilitas umum sangat terbatas, dan sulit/tingginya bahan pangan, sandang, dan perumahan. Selain itu, beberapa lokasi daerah terpencil juga didiami oleh masyarakat adat yang kuat (resisten) terhadap pengaruh budaya luar. Guru-guru yang ditugaskan di daerah khusus tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Oke, kembali pada topik semula. Apa saja saja suka dukanya mengabdikan diri mengajar di wilayah terpencil? Berdasarkan obrolan dengan sahabat-sahabat yang pernah bertugas menjadi tenaga pendidik di daerah terpencil, ada beberapa hal plus dan minus menjadi Gurdacil, yaitu:

Suka (Nilai Plus)
* Mendapat perhatian lebih dari pemerintah, misalnya tunjangan khusus daerah terpencil, beasiswa pendidikan dan kemudahan proses sertifikasi.

* Umumnya lebih dipandang terhormat oleh masyarakat setempat.

* Lebih lues (tidak ketat) karena biasanya jarang dimonev oleh atasan, mengingat lokasi yang sulit dijangkau.

* Memperoleh pengalaman mengajar yang tak ternilai.

Duka (Kendala dan Hambatan)
* Minim fasilitas dalam pemenuhan proses belajar mengajar, bahkan termasuk sarana pemenuhan kebutuhan hidup.

* Proses belajar mengajar mengikuti pola kehidupan masyarakat setempat, sehingga otoritas guru terhadap kelas tidak penuh. Misalnya kebiasaan siswa yang datang ke sekolah jam 10 atau ramai hanya pada hari tertentu saja.

* Guru harus menyesuaikan diri terhadap kondisi sosial yang berbeda, apa lagi jika adat setempat masih tertutup.

* Hal lain yang menjadi tantangan utama menjadi guru daerah terpencil adalah kondisi alam yang sulit dijangkau. Tak sedikit guru-guru harus berjalan kaki ke atas bukit untuk mencapai sekolah.

Demikianlah suka-dukanya bertugas sebagai tenaga pengajar di daerah terpencil. Semoga bisa menjadi pelecut semangat untuk diri kita dalam memberikan pengabdian yang maksimal kepada tunas-tunas bangsa.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait