Mengatasi Gejala Diabetes dengan Program HIIT

Michael mengalami gejala yang selama ini ia takutkan, yakni darah tinggi, bobot tubuh meningkat, dan sakit persendian. Jadi dia mendaftarkan program uji coba di University of British Colombia bernama HIIT atau High Intensity Interval Trainning, yakni latihan yang populer di kalangan para atlet.

Intinya adalah melakukan olahraga intens dalam jangka waktu pendek berulang kali, disela dengan beberapa periode istirahat atau pemulihan.

program hiit diabetes

John dan Merry Jung, dua dosen yang bekerja University of British Columbia meneliti manfaat program olahraga HIIT untuk pasien pra diabetes. Mereka mengambil pendekatan komprehensif dalam studi tersebut, misalnya mengukur konsumsi oksigen Michael selama berolahraga kardio.

Mereka mengambil sampel darah untuk mengukur kadar glukosa dan insulin, serta tingkat lemak dalam darah. Sang pasien, Michael juga tekun mengayuh secara intens satu menit diikuti mengayuh lamban satu menit. Set ini dilakukan sepuluh kali tiga kali seminggu, lalu meningkat menjadi 12 kali setelah sebulan. Hasilnya tingkat kebugaran meningkat 5 hingga 10 persen.

Kemajuan inilah yang dikaitkan dengan panjang umur dan hidup sehat. HIIT membantu Michael menurunkan darah tinggi, meningkatkan stamina tubuh, dan mengurangi berat badan. Hasil serupa juga terlihat pada peserta yang melakukan kegiatan sama yang rata-rata lebih baik daripada peserta lain yang berolahraga dengan intensitas lebih rendah tapi tanpa sela.

Tidak hanya untuk kebugaran, HIIT juga dianggap lebih efektif untuk membangun rasa percaya diri. Peserta melihat dirinya sebagai olah ragawan. Identitas ini membuat mereka yakin, "Saya fit dan sehat" sehingga lebih termotivasi untuk terus berolahraga setelah penelitian tersebut selesai.

"Ketika saya dipaksa bekerja keras sampai tidak kuat lagi, saya malah senang karena telah mendorong badan saya sampai batas akhir, lalu menyadari bahwa batas kemampuan saya telah meningkat", kata Michael.

Hingga kini setahun pasca studi, Michael masih melakukan HIIT di sela-sela rutinitas olahraganya. Menurut para peneliti HIIT berpotensi membantu pasien penyakit kronis untuk menjadi lebih sehat.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait