Mau Kredit Rumah? Kenali 5 Jenis KPR Ini

Ketika kondisi finansial tak cukup untuk membeli rumah dan tanah secara cash, maka salah satu pilihan terbaik yang sering dilakukan orang adalah dengan mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). KPR bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki hunian yang sesuai standar minimal.
Namun dalam perjalanannya, tak sedikit yang mengalami masalah atau merasa dirugikan dengan perjanjian KPR yang mereka sepakati. Seringkali masalah tersebut muncul terkait dengan beban tunggakan yang wajib dibayar debitur (penyicil). 

kredit KPR

Ada juga yang harus mengeluarkan biaya cicilan yang membengkak akibat floating bunga bank yang meningkat. Ketidak cermatan debitur dalam memahami semua pelanggaran yang dilakulan dapat membuat mereka terkena sanksi yang merugikan.

Yuk Kenali Aneka Jenis KPR Ini

Agar beragam persoalan tersebut tidak anda hadapi. maka ada baiknya terlebih dahulu mengenal secara terperinci mengenai jenis KPR yang ada di Indonesia.

1. KPR Konvensional

Di Indonesia pada umumnya para perbankan memiliki produk KPR konvensional. Sistem bunga yang ditetapkan adalah bunga floating (mengambang) yang artinya bunga kredit sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Bunga yang fluktuatif tersebut menjadi satu hambatan dalam memprediksi jumlah cicilan yang dibayarkan hingga waktu pelunasan. 

Selain itu, beberapa produk KPR konvensional juga memberlakukan aturan yang tidak memperbolehkan debitur melunasi cicilannya hingga batas waktu tertentu. Salah satu yang menarik dari KPR konvesional adalah biasanya jumlah cicilan di tahun pertama sangat rendah. Ini memungkinkan anda untuk lebih fokus kerja mengumpulkan uang di tahun-tahun pertama karena tidak stress dengan beban kredit yang besar.

2. KPR Syariah

Sesuai dengan namanya yang berasaskan Islam, Kredit Pemilikan Rumah syariah tidak mengenal istilah sistem bunga. Sistemnya adalah pihak bank yang menawarkan KPR Syariah akan membeli rumah sesuai yang diinginkan oleh debitur. Kemudian, rumah yang dibeli pihak bank akan dijual lagi kepada pihak debitur lewat program kredit. Tentu harga rumah yang dijual tersebut yang lebih tinggi, sehingga pihak bank memperoleh keuntungan dari selisih jual-beli ke pemohon KPR (debitur). 

Dalam aturannya, ada prinsip kejujuran (keterbukaan) yang harus diutamakan. Nah, biasanya, perbankan akan menginformasikan dengan jujur berapa harga rumah yang dibelinya, berapa margin keuntungan yang bakal diambil, berapa harga setelah ditambahkan margin tersebut, serta berapa cicilan tiap bulan yang harus dibayarkan oleh debitur.

3. KPR Subsidi

Bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau disingkat MBR yang belum memiliki rumah yang layak, maka bisa memanfaatkan program kepemilikan rumah KPR Subsidi. Salah satu syaratnya adalah warga masyarakat yang berpenghasilan kurang dari 4 juta per bulan. Karena diperuntukkan untuk warga berpenghasilan rendah, maka sistem cicilannya menggunakan bunga menetap hingga masa akhir tenor.

4. KPR Multiguna

KPR Multiguna merupakan kredit pemilikan rumah yang juga bisa dimanfaatkan untuk memperoleh dana segar ketika kelak terjadi kendala dalam pelunasan kredit tersebut. KPR Multiguna ini secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni KPR Multiguna Takeover dan KPR Multiguna TopUp. Jenis yang pertama adalah kredit yang dapat dipindahkan perjanjiannya dari satu bank ke bank lain dengan tujuan mendapatkan cicilan kredit yang lebih ringan. Sedangkan KPR Multiguna TopUp bertujuan agar bisa dijadikan jaminan untuk memperoleh dana ekstra (topup) pada bank yang sama.

5. KPR Agunan

Jika anda memiliki aset properti yang bisa dijaminkan, maka ada baiknya memilih KPR Agunan. Hal ini karena jenis KPR ini memiliki risiko yang lebih rendah dari KPR konvensional. Dengan memberikan jaminan pada pihak bank, anda bisa juga memperoleh kredit rumah dan kredit usaha atau kredit konsumtif sekaligus, tergantung kemampuan finansial dan kebutuhan hidup anda.

Nah, demikianlah sekilas gambaran mengenai aneka jenis KPR yang bisa menjadi pilihan anda. Pilihlah dengan bijak sesuai kondisi finansial anda. Salam Uang Mania ('Coz The Key is Money)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait