Manfaat, Syarat dan Keterbatasan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Dalam postingan sebelumnya, telah diuraikan beberapa rincian mengenai PTK. Pada artikel ini akan dijelaskan tentang keterbatasan, manfaat PTK, serta persyaratan yang wajib dikondisikan. Setiap penelitian memiliki keterbatasan - keterbatasan tertentu. Berdasarkan karakteristik PTK, jenis penelitian ini juga tak luput dari keterbatasan tersebut. Apa sajakah keterbatasan dari PTK? 

Secara umum ada dua hal yang paling menonjol terkait dengan keterbatasan pada PTK, yaitu masalah validitas dan generalisasi. Berikut ini akan diuraikan secara sekilas terkait dengan masalah keterbatasan tersebut.

ptk guru

Keterbatasan PTK

Validitas PTK
Sebagai suatu penelitian ilmiah, validitas atau kesahihan PTK masih sering dipertanyakan (diragukan). Metodologi yang agak longgar dan lebih bersifat informal (walaupun objektifitasnya dijaga), masih sering menimbulkan keraguan.Beberapa hal yang sering dipertanyakan adalah: Apakah selama proses pengumpulan data kaidah-kaidah penelitian ilmiah dapat tetap dijaga? Apakah ada jaminan bahwa penelitian tersebut terbebas dari manipulasi yang dilakukan guru atau pun oleh siswa atas perintah guru? Hal-hal tersebutlah yang sering dipertanyakan oleh para peneliti atau penguji untuk kesahihan PTK yang dilakukan guru.

Keterbatasan Generalisasi
Poin kedua yang sering menjadi masalah dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas adalah generalisasi. Hasil suatu PTK tidak dapat digeneralisasikan atau digunakan secara umum karena memang hasil tersebut hanya terkait dengan kelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Melalui PTK kita tidak dapat menyimpulkan bahwa satu teknik efektif untuk meningkatkan motivasi belajar kelompok siswa lain karena sampel penelitian yang digunakan hanya satu kelas yang merupakan kasus khusus.

PTK memang merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri untuk memperbaiki atau meningkatkan aspek pembelajaran tertentu yang terjadi dan dipakai hanya di kelas tersebut. Tetapi hasil penelitian tersebut tentu dapat dicoba upayakan oleh guru lain untuk diterapkan di sekolahnya dengan mempertimbangkan dan memperhatikan berbagai modifikasi agar sesuai dengan kondisi kelasnya.

Manfaat Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Sejalan dengan tingkat kesulitannya, pelaksanaan dan pembuatan PTK memberi manfaat yang cukup besar baik bagi guru, proses pembelajaran, maupun bagi sekolah, dan bahkan untuk orang lain yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Apa sajakah manfaat melaksanakan penelitian tindakan kelas tersebut? Berikut adalah uraiannya:

Manfaat PTK bagi Guru (Tenaga Pendidik)
1. Memperbaiki Pembelajaran
Sasaran akhir dari PTK adalah perbaikan pembelajaran, oleh karena itu melalui ptk guru dapat memanfaatkannya untuk memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya di dalam kelas.

2. Meningkatkan Profesionalisme
Melalui pelaksanaan penelitian tindakan kelas, seorang guru dapat menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dilakukannya. Evaluasi diri ini menunjukkan bahwa ia telah mampu berkembang lebih profesional terkait dengan pekerjaannya.

3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Pelaksanaan PTK memberi konsekuensi citra keprofesionalan seorang guru. Setelah berhasil melakukan suatu penelitian tindakan kelas, rasa percaya diri guru biasanya lebih mantap.

4. Melalui PTK, para pengajar mendapat kesempatan untuk berperan aktif meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, wawasan dan keterampilannya.

Manfaat PTK bagi Pembelajaran dan Siswa
1. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki praktik pembelajaran. Praktik pembelajaran yang bagus tentu akan berdampak positif terhadap hasil atau prestasi belajar siswa.

penelitian siswa2. Dapat Menjadi Model bagi Siswa
Mungkin saat seorang guru melaksanakan PTK, para siswa tidak menyadari bahwa sedang berlangsung sebuah penelitian. Mereka hanya tahu dan menyadari tentang hasil akhir dari proses pembelajaran yang diikuti. Ketika mereka mengetahui bahwa hasil belajar mereka meningkat, maka mereka dapat menyimpulkan (merefleksi diri) pembelajaran seperti apa yang membuat mereka senang dan sukses memperoleh hasil maksimal.

Manfaat PTK bagi Sekolah
Secara garis besar, sekola yang memiliki guru-guru yang bersemangat melaksanakan PTK akan mampu membuat sekolah tersebut berprestasi (maju) dan memiliki citra positif pada lembaga lembaga lainnya.

Manfaat PTK bagi Pihak Lain
Pihak-pihak tertentu yang berkepentingan dalam dunia pendidikan dapat menjadikan PTK sebagai salah satu kajian untuk menjawab masalah masalah yang mereka hadapi.

5 Kondisi yang Dipersyaratkan dalam Pelaksanaan PTK

Salah satu cara yang dapat dilakukan para guru dalam memperbaiki hasil belajar anak didiknya dan juga menumbuh kembangkan pembaruan adalah melalui Penelitian Tindakan Kelas. Agar pelaksanaan PTK dapat berjalan secara optimal dan sesuai harapan, maka diperlukan kondisi-kondisi yang memenuhi syarat. Ada banyak hal yang wajib dipenuhi agar seorang guru dapat melakukan PTK dengan benar, lima diantaranya dapat anda baca pada uraian berikut ini:

1). Pihak sekolah melalui kewenangan kepala sekolah harus memberikan kebebasan yang cukup bagi guru-gurunya untuk mengadakan penelitian di kelasnya. Selain itu, para guru juga difasilitasi untuk dapat berkolaborasi dengan teman guru lainnya, dapat secara bebas meminta rekan kerjanya untuk menjadi pengamat di kelasnya, serta berdiskusi menyelesaikan kegiatan penelitian tersebut. Dengan kondisi tersebut, tentu para guru tidak merasa ragu dan beban melakukan penelitian di kelasnya.

2). Untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan PTK tersebut, birokrasi dan hierarki organisasi di sekolah hendaknya diminimalkan. Pihak sekolah sebaiknya menciptakan iklim kerjasama agar dapat menumbuh kembangkan kolaborasi yang saling menguntungkan.

3). Prasyarat ke tiga yang sebaiknya dipenuhi adalah adanya keterbukaan dan saling menghargai dari semua staf sekolah.  Rasa sinis, pikiran negatif, dan cemoohan antar satu tenaga pendidik dengan tenaga pendidik lainnya dapat merusak rencana dan semangat dalam menyelesaikan penelitian tindakan kelas tersebut.

4). Guru dan para siswa hendaknya memiliki rasa semangat dan kepercayaan diri yang tinggi, bahwa mereka tengah melakukan satu pembaruan dan perbaikan. Sikap dan semangat tersebut harus didukung oleh pimpinan lembaga dan orang tua.

5). Pihak pemerintah daerah atau pusat juga hendaknya memotivasi dan memfasilitasi para pengajar yang bersemangat dalam aktivitas penelitian tersebut, misalnya bantuan sarana, kemudahan dalam penerbitan jurnal PTK, pemberian poin kredit, dan sebagainya. Hal ini nampaknya kian terwujud dengan semakin besarnya perhatian pemerintah di sektor pendidikan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait