Fungsi, Manfaat, dan Kriteria Memilih Media Pembelajaran Siswa

Efektivitas dan efesiensi dalam penyampaian materi pelajaran ke siswa, salah satunya dilakukan dengan penggunaan media pembelajaran. Dengan pemanfaatan media pembelajaran, seorang pendidik dapat lebih mudah untuk menarik perhatian para peserta didiknya. Nah, untuk memahami apa makna, manfaat, dan cara memilih media ajar yang tepat, silakan baca uraian berikut ini.

Apa Saja Fungsi Media Pembelajaran?

Dalam proses kegiatan belajar-mengajar, peranan media pembelajaran memiliki fungsi yang cukup vital. Tingkat keberhasilan pembelajaran sedikit tidaknya dipengaruhi oleh jenis media yang disediakan oleh guru.

media pembelajaran siswa

Oleh sebab itu, sebelum pembelajaran berlangsung, guru hendaknya menyiapkan media pembelajaran yang paling sesuai, baik itu berupa media visual, audio, adusio visual, maupun benda konkretnya. Media pembelajaran memiliki beberapa fungsi, antara lain:

1. Media Pembelajaran dapat Menggugah Emosi Siswa
Saat kita mengajarkan tentang rasa empati, mungkin akan lebih efektif membangkitkan perasaan emosi siswa dengan menyuguhkan media video yang menggambarkan situasi simpati tersebut, ketimbang sekedar cuap-cuap memberi nasihat kepada para peserta didik.

2. Media Pembelajaran dapat Mendorong Motovasi Siswa
Kegiatan belajar mengajar akan tampak lebih hidup dengan kehadiran media pembelajaran. Media pembelajaran dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena ketertarikan dengan media yang disediakan tersebut.

3. Media Pembelajaran dapat Memusatkan Perhatian Siswa
Ketika pembelajaran berlangsung satu arah dan siswa mulai jemu mendengar penjelasan guru, maka biasanya perhatian siswa menjadi tidak fokus. Oleh sebab itu, sebuah media pembelajaran dapat menarik kembali perhatian peserta didik yang menjauh tersebut.

4. Media Pembelajaran dapat Membantu Pemahaman Siswa
Cukup sulit rasanya menjelaskan sesuatu yang tidak konkret atau belum pernah diketahui oleh siswa hanya dengan menggunakan kata-kata saja. Hal tersebut sering menciptakan salah persepsi di benak siswa. Dengan adanya bantuan media pembelajaran, para siswa akan dapat lebih mudah memahami dan mencerna isi materi pembelajaran.

5. Media Pembelajaran dapat Membantu Siswa Mengorganisasikan Informasi
Media pembelajaran yang dirancang secara teurut (misalnya tampilan slide show power point) dapat memudahkan siswa dalam mengorganisasikan informasi yang diperolehnya, sehingga dengan sendirinya dapat menyimpulkan keseluruhan materi yang dipelajarinya.

6. Media Pembelajaran dapat Membuat Pembelajaran Menjadi Lebih Konkret
Ketika konsep-konsep abstrak harus dipelajari siswa, maka daya imajinasinya akan digunakan dalam mencitrakan konsep tersebut di dalam pikirannya. Tak jarang, imajinasi yang muncul sangat melenceng dari yang diharapkan. Oleh sebab itu, media pembelajaran dapat lebih mengkonkretkan konsep-konsep abstrak yang dibayangkan oleh peserta didik.

7. Media Pembelajaran dapat Mengatasi Keterbatasan Ruang dan Waktu
Belajar tentang suatu kebudayaan (misal kebudayaan di negara Jepang) akan lebih efektif jika langsung menuju ke daerah sumber kebudayaan tersebut. Namun hal ini tentu merupakan hal yang sulit karena keterbatasan waktu, tempat, dan bahkan biaya. Oleh sebab itu, dalam mengatasi tantangan tersebut, guru cukup menyajikan media-media pembelajaran yang mampu mendeskripsikan hal yang dimaksud.

8. Media Pembelajaran dapat Mengaktifkan Suasana Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan mampu menciptakan interaksi siswa dalam pembelajaran, apalagi jika media yang dipilih dapat mengakomodasi banyak siswa.

9. Media Pembelajaran dapat Mengurangi "Guru Sentris"
Proses pembelajaran harus sedapat mungkin berpusat pada siswa, karena tingkat pencapaian prestasinya akan lebih baik. Dengan kehadiran media pembelajaran, maka peran guru yang bersifat teacher-centered dapat diminimalisir.

10. Media Pembelajaran dapat Meningkatkan Respon Siswa
Pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai tujuan pembelajaran dapat mengatasi KBM yang monoton. Siswa akan memberikan respon positif terhadap / selama proses belajar mengajar berlangsung, sehingga muaranya adalah pencapaian hasil belajar yang lebih baik.

Nilai dan Manfaat Media Pengajaran

Media Pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Ada beberapa alasan, mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. Alasan pertama berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain:

*Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;

*Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa, dan memungkinkan para siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik;

*Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga;

*Siswa lebih banyak melakukan kegiatan pembelajaran, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

Contoh sederhana, guru akan mengajarkan masalah kepadatan penduduk sebuah kota. Ia menggunakan berbagai media pengajaran berupa foto atau gambar suatu kota yang padat penduduknya lengkap dengan segala permasalahannya. Gambar dan atau foto tersebut akan lebih menarik bagi siswa dibandingkan dengan cerita guru tentang padatnya penduduk kota tersebut. Kemudian guru menyajikan suatu grafik jumlah pertumbuhan penduduk kota tersebut dari tahun ke tahun, sehingga jelas betapa cepatnya pertumbuhan penduduk kota tersebut.

Grafik tersebut dapat memperjelas pemahaman siswa terhadap pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun. Para siswa dapat melakukan analisis data penduduk, sebab-sebab pertumbuhan penduduk, melakukan proyeksi jumlah penduduk tahun berikutnya, dan aspek lain dari grafik tersebut. Ia juga dapat membuat grafik penduduk dan memberi interpretasinya. Ini berarti kegiatan belajar siswa lebih banyak dan lebih mendalam.

Sementara itu guru akan lebih mudah mengatur dan memberi petunjuk kepada siswa apa yang harus dilakukannya dari media yang digunakannya, sehingga tidak semata-mata menuturkan bahan tugasnya melalui kata-kata (ceramah). Penggunaan gambar dan foto serta grafik dalam contoh di atas adalah salah satu cara pengajaran dengan media pengajaran. Alasan kedua mengapa pennggunaan media pengajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran adalah berkenaan dengan taraf berpikir siswa.

Taraf berpikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berpikir kongkret menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks. Penggunaan media pengajaran erat kaitannya dengan tahapan berpikir tersebut sebab melalui media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikongkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan, contoh penggunaan peta atau globe dalam pelajaran Geografi, pada dasarnya merupakan penyederhanaan dan pengkongkretan siswa dalam konsep geografis, sehingga dapat dipelajari wujud yang jelas dan nyata. Demikian pula penggunaan diagram yang melukiskan hubungan dan alur-alur terjadinya bel istrik atau radio merupakan gambaran dan penyederhanaan konsep berpikir abstrak dalam wujud yang mudah dipelajari oleh para siswa.

Penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media pengajaran dalam proses belajar-mengajar sampai kepada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar para siswa menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran tanpa media dengan pengajaran menggunakan media. Oleh sebab itu penggunaan media pengajaran dalam proses pengajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran.

Kriteria Memilih Media Pembelajaran

media ajar pendidikan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk mempertinggi kualitas pengajaran. Pertama, guru perlu memiliki pemahaman tentang media pengajaran antara lain jenis dan manfaat media pengajaran, kriteria memilih dan menggunakan media pengajaran, menggunakan media sebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut penggunaan media dalam proses belajar siswa. Kedua, guru terampil membuat media pengajaran sederhana untuk keperluan pengajaran, terutama media dua dimensi atau media grafis, dan beberapa media tiga dimensi, dan media proyeksi.

Ketiga, pengetahuan dan keterampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pengajaran. Menilai keefektifan media pengajaran penting bagi guru agar ia bisa menentukan apakah penggunaan media mutlak diperlukan atau tidak selalu diperlukan dalam pengajaran sehubungan dengan prestasi belajar yang dicapai siswa. Apabila penggunaan media pengajaran tidak mempengaruhi proses dan kualitas pengajaran, sebaiknya guru tidak memaksakan penggunaannya, dan perlu mencari usaha lain di luar media pengajaran. Dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran; artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.

b) Dukungan terhadap isi bahan pelajaran; artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.

c) Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis dapat dibuat guru, umumnya tanpa biaya yang mahal, di samping sederhana dan praktis penggunaannya.

d) Keterampilan guru dalam menggunakannya, apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat diharapkan yang bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaan pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. Adanya oHP, proyektor film, komputer, dan alat-alat canggih lainnya, tidak mempunyai arti apa-apa, bila guru tidak dapat menggunakannya dalam pengajaran untuk mempertinggi kualitas pengajaran.

e) Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung. Sesuai dengan taraf berpikir siswa; memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proporsi dalam bentuk persen bagi siswa SD kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. Demikian juga diagram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip hanya bisa dilakukan bagi siswa yang telah memiliki kadar berpikir yang tinggi.

Dengan kriteria pemilihan media di atas, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas-tugasnya sebagai pengajar.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait