Daftar Orang Kaya yang Dulunya Hidup Miskin

Uang memang menjadi salah satu tolak ukur dari kesuksesan seseorang, apalagi jika orang yang bersangkutan memulainya dari nol alias dalam kondisi kemiskinan. Usut punya usut, ternyata beberapa miliarder dunia yang kini tengah hidup dalam gemilangan harta lebih dari US$ 1 miliar dahulunya merupakan warga biasa yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan masa kecil yang tak secerah sekarang.

Nah, siapa sajakah deretan orang kaya di dunia yang dahulunya memulai bisnisnya dari kemiskinan? Berikut sekilas uraiannya seperti yang dikutip dari Aol Jobs.

Roman Abramovich, Miliarder Chelsea 

Jika anda pecinta liga sepak bola dunia, tentu nama ini tidak terasa asing lagi. Pria kelahiran Rusia ini bukan pemain sepak bola, tetapi pemilik klub raksasa asal Inggris, yakni Chelsea, yang dibelinya tahun 2003 lalu. Semasa kecilnya dijalani dengan keadaan sengsara karena saat berusia 2 tahun, Abramovich sudah menjadi anak yatim piatu dan dibesarkan oleh keluarga pamannya.

Di bawah asuhan pamannya, Abramovich tumbuh dengan bakat pebisnis. Semasih kuliah di Moscow Auto Transport Institute pada tahun 1987, ia sudah mencoba mendirikan usaha kecil-kecilan yang memproduksi mainan plastik. Berkat kerja kerasnya, pria yang kekayaannya sekitar 8,2 miliar dolar ini berhasil merintis usahanya ke sektor minyak dan gas.

Bisnis di sektor migas tersebut membawanya ke tangga jutawan. Ia menjadi pemimpin dari perusahaan minyak bernama Sibneft, yang kemudian tumbuh berkembang menjadi perusahaan minyak keempat terbesar di dunia. Pada tahun 2005, perusahaan raksasa tersebut selanjutnya ia jual ke BUMN gas Rusia, yaitu Gazprom dengan nilai US$ 13 miliar, atau lebih kurang 182 triliun rupiah.

Kedisiplinan, kerja keras, dan kelihaian berbisnis berhasil membawa pria kelahiran tahun 1966 ini mengubah takdir hidupnya dari kemiskinan menjadi miliarder kelas dunia, bahkan ia memiliki salah satu yacht terbesar di dunia bernilai US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun di 2010.

Oprah Winfrey, Selebritis Kaya

Pengusaha di bidang hiburan televisi ini memiliki harta US$ 3 miliar, atau sekitar Rp 42 triliun. Oprah lahir dari keluarga miskin di Mississippi. Namun kondisi ini tidak menghentikannya untuk berjuang mendapatkan beasiswa dari Universitas Tennessee dan menjadi koresponden televisi berkulit hutam pertama di Amerika Serikat (AS), saat usianya 19 tahun.

Pada 1983, Oprah pindah ke Chicago dan bekerja mengisi talkshow di televisi yang sampai saat ini terkenal dengan nama 'Oprah Winfrey Show'.

Ralph Lauren, Miliarder Dasi

Pengusaha tekstil ini tercatat memiliki harta US$ 6,8 miliar, atau sekitar Rp 95,2 triliun. Lauren lulus SMA di wilayah Bronx, New York dan drop out dari kuliah untuk bergabung dalam angkatan bersenjata. Dia mengawali karirnya sebagai juru tulir di perusahaan bernama Brooks Brothers. Di sini dia memiliki ide soal desain dasi. Mimpinya ini menjadi kenyataan, pada 1967 dia berhasil menjual dasi dengan nilai US$ 500 ribu, dan memulai bisnis sendiri dengan pakaian bermerek Polo.

Lakshmi Mittal, Jutawan India

Pria asal India ini merupakan pemilik perusahaan baja bernama Arcelor Mittal. Lakshmi lahir di 1950 dari keluarga miskin di negara bagian India bernama Rajasthan. Saat ini dia menjalankan salah satu perusahaan baja terbesar di dunia. Harta Lakshmi mencapai US$ 12,3 miliar, atau sekitar Rp 172,2 triliun.

Leonardo Del Vecchio, Pebisnis Kacamata

Pria ini merupakan pemilik perusahaan produsen kacamata bermerek Ray-Ban dan Oakley. Kekayaannya US$ 24,1 miliar, atau sekitar Rp 337,4 triliun. Del Vecchio merupakan anak dari 5 bersaudara yang menjadi yatim piatu karena ibunya yang berstatus janda meninggalkannya. Dia bekerja di pabrik kacamata. Pada umur 23 tahun, Del Vecchio membuka toko sendiri hingga akhirnya membuat kacamata dengan merek terkenal.

George Soros, Investor Pasar Modal

Pria yang terkenal sebagai investor dan spekulan di pasar keuangan dunia ini memiliki kekayaan US$ 24,2 miliar, atau sekitar Rp 338 triliun. Saat masa mudanya, Soros bekerja sebagai pegawai di kementerian agrikultur Hungaria, agar bisa selamat dari pendudukan Nazi di negara tersebut. Pada 1947, Soros lari dari Hungaria untuk hidup bersama saudaranya di London. Dia menempuh pendidikan di London School of Economics dan bekerja sebagai pelayan restoran serta kuli rel kereta. Setelah lulus, Soros kerja di sebuah toko souvenir, sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai bankir di New York, dan berlanjut menjadi miliuner.


Li Ka-Shing, Milioner Cina

Pria ini merupakan orang kaya nomor 2 di Asia, dengan harta US$ 27,1 miliar, atau sekitar Rp 379 triliun. Li meninggalkan China menuju Hong Kong pada sekitar 1940-an. Ayahnya meninggal saat umurnya 15 tahun. Li menjadi tulang punggung keluarga. Pada tahun 1950an, Li mulai mendirikan usahanya sendiri bernama Cheung Kong Industries yang awalnya bergerak di sektor manufaktur, yaitu produsen plastik. Saat ini usahanya melebar hingga ke sektor real estate.

Sheldon Adelson, Sang Jutawan Judi

Pria berharta US$ 29,5 miliar, atau sekitar Rp 413 triliun ini dikenal sebagai miliuner dari bisnis kasino. Adelson merupakan anak seorang sopir taksi di Massachusetts, dan memulai bisnisnya sebagai penjual koran di usia 12 tahun. Dia pernah mengenyam kuliah di New York namun drop out. Dari sini dia memulai bisnis menjadi agen iklan koran dan mendirikan bisnis kecil-kecilan. Harta Adelson turun saat krisis keuangan 2008 lalu, namun sekarang kembali. Dia memiliki Las Vegas Sands, perusahaan kasino terbesar dunia, dan menjadi salah satu pendonor politik terbesar di Amerika Serikat (AS).

Larry Ellison, Sang Pemilik Oracle

Pria ini memiliki harta US$ 49,8 miliar atau sekitar Rp 697 triliun. Ellison merupakan pemilik perusahaan teknologi besar di AS, yaitu Oracle. Lahir di Brooklyn, New York, Ellison hidup bersama ibunya, dia tidak pernah mengetahui siapa ayahnya hingga sekarang. Ellison dibesarkan bersama paman dan bibinya di Chicago, karena ibunya tak sanggup membesarkannya.

Setelah bibinya meninggal, Ellison meninggalkan bangku kuliahnya dan pindah ke California untuk mencari pekerjaan. Delapan tahun setelahnya, dia mengembangkan perusahaan pengembangan perangkat lunak (software) bernama Oracle pada 1977.

Nah, demikianlah kisah-kisah beberapa miliarder dunia yang semasa kecilnya berada dalam jurang kemiskinan. Kerja keras, terus belajar, dan disiplin merupakan kunci kesuksesan bagi mereka. Semoga kita juga kelak dapat mengikuti jejak-jejak mereka.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait