Cara Atur Uang THR agar Tidak Boke Pasca Hari Raya

Sebagai karyawan atau pekerja yang bekerja di suatu perusahaan, tentu satu hal yang bisa membuat senang saat menjelang perayaan hari raya agama, seperti Idul Fitri adalah memperoleh waktu libur yang bisa kita gunakan untuk berkumpul bersama keluarga atau mudik pulang ke kampung halaman.

Selain itu, perasaan senang juga kita rasakan manakala pihak perusahaan akan membagikan uang THR (Tunjangan Hari Raya) yang jumlahnya sekitar 1 kali gaji pokok. Dengan uang THR tersebut, maka kebutuhan untuk perayaan hari raya akan dapat tertutupi.

uang thr

Menurut seorang ahli perencana keuangan, Safir Sanduk, seperti yang dirangkum dari situs KreditGoGo, menerangkan bahwa uang THR merupakan bonus yang diberikan perusahaan untuk merayakan Lebaran. Namun dengan kenaikan beragam cost baik transportasi, konsumsi, dan pengeluaran lainnya, justru kadang membuat banyak orang malah kehabisan uang. Ini artinya, pengelolaan yang tidak bijak dalam penggunaan THR ternyata tidak 100% membuat anda terbebas dari masalah finansial.

Uang THR bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tak ubahnya seperti uang kaget yang tak sering dimasukkan dalam perencanaan keuangan mereka, sehingga lebih banyak digunakan untuk membeli barang-barang yang kebutuhannya tidak mendesak, seperti produk elektronik dan koleksi fashion model terbaru. Lalu, seperti apa gambaran pengelolaan uang THR yang kita terima agar lebih bermanfaat. Berikut sekilas uraiannya.

1. Utamakan untuk Berzakat

Jika uang THR itu bagi anda diibaratkan rejeki nomplok, maka bersyukurlah dengan menggunakannya sebagai media ibadah, yakni untuk berzakat. Alokasikan sekian persen dari THR untuk membayar zakat fitrah yang jumlahnya 3,5 liter makanan utama (beras) yang bisa digantikan dengan sejumlah uang yang setara.

2. Berbagi Rezeki untuk Pekerja Anda

Nah, jika anda memiliki karyawan atau pekerja di rumah anda, misal pembantu, baby sitter, supir, dan tukang kebun, maka sebaiknya anda juga berbagi dengan memberikan uang THR minimal satu bulan penuh. Sama seperti anda, mereka juga membutuhkan uang lebih untuk merayakan hari raya.

3. Biaya Akomodasi

Uang THR yang masih tersisa sebaiknya juga dimanfaatkan untuk biaya akomodasi liburan anda. Ketika Anda memutuskan untuk mudik, maka ada beban biaya transportasi yang wajib anda sediakan. Apalagi mengingat harga tiket naik, dan biasanya harga tiket mahal paling banyak menyedot dana.

4. Belanja Lebaran

Meskipun anda memutuskan untuk tidak pulang kampung, bukan berarti anda tidak akan mengeluarkan biaya lebih. Sebagai mahkluk sosial, tentu ada pihak yang harus anda kunjungi dan yang akan mengunjungi anda dalam merayakan hari Lebaran. Membawa makanan dan menyediakan makanan di rumah adalah sebuah hal lazim yang sudah menjadi tradisi. Ini tentu memerlukan duit lebih, apalagi harga barang sering melonjak menjelang hari raya tersebut. Nah, alokasikan juga uang THR tersebut untuk belanja kebutuhan Lebaran.


5. Persiapan Amplop

Nah, tradisi angpao lebaran ini menjadi sebuah budaya yang umum dilakukan di Indonesia, dan sangat difavoritkan oleh anak-anak. Mereka merasa senang menerima hadiah duit cash. Bila anda memiliki sejumlah keponakan dan keluarga anak-anak, maka sisihkan sisa uang THR anda untuk anggaran amplop lebaran.

6. Persiapkan untuk Cadangan Biaya Pribadi dan Tak Terduga

Entah anda liburan pulang kampung ataupun liburan di rumah, masa perayaan Idul Fitri juga biasanya akan mengeluarkan biaya lebih, misalnya pergi tempat hiburan, wisata rekreasi, atau sekadar jalan-jalan. Karena memang namanya THR wajar memang digunakan untuk keperluan Lebaran. Namun bila ternyata memungkinkan untuk berinvestasi atau menabung, maka itu merupakan hal yang amat baik.

Nah, keenam poin di atas dapat membantu anda untuk menggunakan uang THR lebih bijak dan bermanfaat. Jika anda merasa bingung menggunakan uang THR tersebut, maka bisa saja melakukan pembelian yang tak bermanfaat, atau lebih parahnya anda menjadi "boke" alias kehabisan uang setelah Lebaran yang ujung-ujungnya membuat anda harus berhutang lagi. Lalu, bagaimana caranya agar keuangan kita tetap sehat pasca perayaan tersebut?

Kuncinya adalah membuat perencanaan keuangan yang jelas dan terperinci. Sebaiknya anda membuat dan menganalisa apa saja yang harus anda beli dan pengeluaran biaya yang wajib dikeluarkan ketika menjelang, saat, hingga pasca lebaran. Bagilah rincian pengeluaran biaya tersebut dalam empat kelompok, yakni:
  • Rincian biaya untuk keperluan mudik
  • Rincian biaya untuk amal dan zakat
  • Rincian biaya untuk keperluan merayakan lebaran, dan
  • Rincian biaya untuk keperluan pasca lebaran.
Dengan memilah-milah dana yang dibutuhkan untuk masing-masing pos, maka anda tidak akan merasa khawatir keteteran uang, atau tak bisa balik karena kehabisan uang di kampung.
Pintar dan Bijak Mengalokasikan THR

Menurut salah satu situs perencana keuangan, Biaya untuk pengeluaran lebaran sebaiknya dibatasi 50-60% saja. Sisanya dapat dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan lain, seperti: membayar atau melunasi hutang dan cicilan; membangun dana cadangan (darurat); dan untuk berinvestasi (deposito, membeli emas, dan sejenisnya).

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait