8 Cara Makan Sehat di Rastoran

Menyantap makanan di luar rumah, seperti restaurant, warung makan, atau pun cafe memberikan nuansa tersendiri. Di restaurant kita berkesempatan untuk memilih aneka jenis menu makanan, dan tentunya makan di luar rumah adalah hal yang praktis karena semua disajikan dengan pelayanan. Namun kebiasaan makan di luar rumah akan membuat kita menjadi lebih boros, dan juga berpotensi membuat angka timbangan berat bidan kita terus naik.

Oleh sebab itu, disarankan untuk mengurangi kebiasaan makan di luar rumah.Tetapi, bila Anda sulit mengelakkan diri dari kebiasaan tersebut, ada beberapa cara dan trik yang dapat anda terapkan agar kalori yang dikonsumsi tidak berlebihan.

menu sehat restoran

1. Ajak teman yang suka hidup sehat
Tujuan mengajak makan bersama teman yang suka diet adalah agar Anda bisa 'ketularan' untuk memesan makanan yang sehat juga. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang makan bersama temannya, maka kecenderungnya adalah akan memesan makanan yang sejenis dengan temannya.

2. Cari tempat romantis
Seperti kata banyak orang, enak tidaknya makanan tergantung suasananya, entah itu suasana hati ataupun suasana lingkungan sekitar. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh peneliti dari University of Illinois, Urbana-Champaign diketahui bahwa ketika mereka mencoba mengganti cahaya fluorescent di sebuah restoran cepat saji dengan lampu pijar yang lebih lembut, dan lagu rock n’ roll diganti lagu jazz yang agak mellow, ternyata para partisipan menyantap makanan 18 persen lebih sedikit dari biasanya. Mereka juga ternyata lebih pelan dan lebih menikmati menu makanan yang dihidangkan.

3. Jangan makan sambil menonton TV
Sejumlah ahli gizi menganjurkan agar menghindari makan sambil menonton televisi. Hal ini juga berlaku ketika anda menyantap makanan di restoran. Menonton acara tv di sela-sela waktu makan menurut hasil studi di Inggris hanya akan menimbulkan gangguan yakni  membuat orang menyantap makanan lebih banyak. Bukan hanya pada saat itu saja, tetapi juga di hari lainnya.

4. Jauhkan diri dari meja bar
Beberapa restauran dan cafe menyediakan fasilitas bar untuk para pengunjungnya. Ketika anda makan di dekat meja bar, maka ada sebuah godaan. Menurut hasil riset dari Cornell diketahui  bahwa mereka yang duduk dan makan di meja dekat dengan bar, biasanya akan mengonsumsi minuman beralkohol tiga porsi lebih banyak daripada yang duduknya lebih jauh dari bar.

5. Pilih meja dekat jendela
Sayuran merupakan salah satu bahan makanan yang baik untuk diet sehat. Jika anda sulit makan sayur, cobalah duduk dan makan di dekat jendela. Hal ini sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh Brian Wansink, Ph.D, direktur dari Cornell University’s Food and Brand Lab serta penulis Slim by Design. Ketika timnya membandingkan pesanan dan lokasi meja di 27 restoran, diketahui ternyata para pengunjung restauran yang menyantap makanan yang berada di dekat jendela 80 persen lebih cenderung untuk mengkonsumsi salad. Walaupun belum jelas hubungan antara jendela dan makan salad, kemungkinan hal ini diduga karena duduk dekat jendela terasa lebih berada di area publik.

6. Cari rumah makan yang menyajikan menu sehat
Langkah yang cukup mudah untuk menyantap makanan sehat bagi orang yang suka berburu kuliner di luar rumah adalah dengan menuju ke restauran yang hanya menghidangkan makanan sehat.

7. Makan buah terlebih dulu
Saran ini didasarkan pada hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Plos One, yakni bahwa makanan pertama yang dipilih seseorang akan menjadi pemicu terhadap jenis makanan yang akan dikonsumsi selanjutnya. Oleh karena itu, saat anda makan di restoran dengan konsep buffet atau prasmanan, dianjurkan untuk mengantri di tempat buah terlebih dulu. Sedangkan jika anda memilih telur berkeju terlebih dulu, maka diprediksi bahwa 76 persen selanjutnya akan menyantap makanan berkalori. Selain itu, mereka yang memilih dan menyantap telur berkeju pertama kali akan lebih cenderung untuk mengambil bacon dan kentang.

8. Pikirkan waktu untuk membakarnya
Makanan lezat yang berkalori berbanding lurus dengan usaha anda untuk membakarnya. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 lalu menunjukkan bahwa mereka yang menyantap makanan di restoran akan lebih termotivasi memesan makanan yang sehat ketika mereka mengetahui perbandingan jumlah kalori yang terdapat pada makanan tersebut dengan jumlah jarak olahraga atau lamanya aktivitas fisik yang mesti dilakukan. Misalnya, untuk setiap 100 kalori yang dikonsumsi, bisa disetarakan dengan joging sejauh 1,6 kilometer. Jadi, ketika Anda ingin menyantap burger dengan kandungan 500 kalori dan pizza 700 kalori, maka pikirkan terlebih dahulu tambahan jarak olahraga yang diperlukan untuk memangkas kalori makanan yang disantap.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait