Konsep Smart City di Indonesia

Urbanisasi yang tak terbendung menimbulkan banyak masalah sehingga suasana kota sudah tidak nyaman lagi  dihuni. Wakil presiden Jusuf Kalla baru saja meresmikan indeks kota cerdas Indonesia 2015 dengan tujuan membuat kota - kota di Indonesia lebih layak huni. Bagaimanakah konsep smart city ini akan dilaksanakan? Kini ada sekitar 3,5 milyar penduduk di seluruh dunia yang tinggal di kawasan perkotaan, dan diproyeksi pada tahun 2050 jumlahnya akan meningkat menjadi 9,6 miliar penduduk, karena mereka lebih memilih untuk tinggal di perkotaan dibanding di pedesaan. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia, proyeksinya pada tahun 2025 akan ada sekitar 57% dari seluruh penduduk Indonesia akan berpindah ke kota. Ketika kota tidak nyaman, maka hal itu akan membuat penduduknya juga tidak nyaman.

Konsep kota cerdas adalah konsep dimana adanya integrasi antara energi, lalu lintas, pendidikan, dan juga kesehatan, sehingga masyarakat dan pemerintah bisa menggunakan sumber daya seminimal mungkin dengan hasil yang maksimal.

smart city indonesia

Tidak hanya itu, sebuah kota cerdas bisa diakses secara mudah dengan smartphone untuk mengetahui detail informasi kota tersebut, seperti produk - produk kesehatan di kota tersebut, detail peta, hingga juga info bencana. Parameter - parameter tersebut akan dijadikan alat untuk mengukur bagaimana kemampuan kota dalam mengelola dirinya. Ketika banyak kota menjadi cerdas, maka akan otomatis negara juga menjadi cerdas. Di Indonesia ada beberapa kota yang tengah mulai membangun konsep ini, diantaranya Bandung dan Jakarta.

Tujuan dari perencanaan sebuah kota cerdas (smart city) antara lain: mempercepat temuan masalah, indikator bagi pemerintah daerah, dan menciptakan pembangunan berkelanjutan. Ketika acara peluncuran index smart city, wakil presiden Jusuf Kalla sempat menyebutkan bahwa harusnya kita bisa mengacu pada Singapura. Negeri kecil tersebut telah lama memulai konsep kota cerdas, dan bahkan kini menuju ke konsep negara cerdas. Kota cerdas akan terwujud bila pemerintahnya cerdas dan masyarakatnya pintar secara terintegrasi dalam menjalankan smart city.

Insentif untuk Pemda yang Menerapkan Smart City


Pemerintah daerah yang menerapkan konsep kota cerdas atau smart city secara menyeluruh, akan dapat menikmati berbagai insentif program dari pemerintah pusat. Melalui konsep smart city, pemerintah ingin memperbaiki tata kelola kabupaten / kota yang sebagian besar masih amburadul.Kementerian Dalam Negeri menilai wajar jika pemerintah pusat memberi perhatian lebih kepada daerah yang berprestasi membangun wilayahnya berdasarkan acuan konsep kota cerdas. Meski tersedia ganjaran insentif program, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo menegaskan kesuksesan penerapan smart city tergantung dari komitmen kuat dari pemerintah setempat, inovasi kebijakan di daerah, dan kemampuan marketing kepala daerah dalamu menarik dana investasi.

"Kami tak ingin setiap ada penghargaan, kota - kota itu saja, padahal ada 500 lebih. Pasti yang dapat kalau tidak Surabaya, Bandung, Bogor, Solo, Bontaeng, Aceh, kota Mobago. Saya kira kalau semua merata, kan bagus", terang Mendagri.

Sementara wakil presiden Jusuf Kalla menjadikan kota Singapura sebagai kiblat penerapan smart city. "Saya kira kalau kita bicara kota yang cerdas, Singapura lah kota yang paling maju dan cerdas di Asia ini".Berdasarkan data Kemendagri, 66% dari 532 kabupaten / kota di Indonesia memiliki tata kelola yang buruk.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait