Canggihnya Belanja Online dengan Drone (Pesawat Tanpa Awak)

Apakah anda pernah belanja online? Jika ya, tentu anda telah mengetahui bahwa salah satu pihak yang berperan penting dalam distribusi barang pesanan yang dikirim ke rumah anda adalah jasa kurir antar barang. Pihak jasa antar barang tersebut akan berupaya untuk membawakan pesanan barang yang dipesan konsumen agar tiba lebih cepat dan selamat. Nah jika di Indonesia, proses pengiriman tersebut masih dilakukan secara manual oleh tenaga manusia (personal), maka hal ini mulai sedikit tampak berbeda di Amerika Serikat.

pesawat drone belanja online
Menurut permohonan hak paten Amazon yang diumumkan oleh kantor paten Amerika Serikat, perusahaan toko online Amazon berencana menggunakan teknologi GPS untuk pengiriman paket-paket pesanan belanjaan ke rumah-rumah di seluruh Amerika atau langsung ke lokasi pembeli di mana pun mereka berada. Berdasarkan lokasi perangkat genggam pelanggan, seperti ponsel pintar misalnya, pesawat tak berawak atau Drone akan mampu menghindari hambatan dari makhluk hidup ataupun benda mati, bisa mengidentifikasi wilayah aman untuk mendarat, dan menyerahkan paket dalam waktu 30 menit.

AMAZON-PRIME-AIR merupakan nama untuk pesawat mini tanpa awak tersebut dapat mengangkut barang berukuran 3 Kg serta dapat terbang hingga kurun waktu 30–60 menit mulai sejak dipesan oleh anda. Bila jaraknya jauh, pesawat ini akan berhenti dari stasiun 1 ke stasiun 2 yang tempatnya telah di buat oleh Perusahaan untuk isi baterai atau ekstafet dengan pesawat baru untuk lanjut kembali terbang ke rumah konsumen meskipun jarak rumahnya 900 km.

Tapi demi alasan keamanan, pihak badan penerbangan federal Amerika masih mengharuskan Drone dalam masa uji coba tersebut untuk bisa tetap terlihat oleh sang operator. Hal ini tentu sangat membatasi jangkauan Drone. Perusahaan Amazon masih berupaya mencari solusinya.

Menurut Loretta Alkalay, dari Vaughn College of Aeronautics and Technology di New York menyatakan, "Saya pikir mereka akan memecahkan masalah itu sembari meningkatkan teknologi baru. Saya tidak melihat masalah keamanan sebagai hal yang harus menghentikan teknologi ini. Saya pikir di masa datang yang tak terlalu lama, mereka akan memulai pengiriman lewat drone. Kita sudah lihat drone dipakai untuk pengiriman bantuan ke wilayah bencana dan terpencil. Saya kira ada banyak permintaan untuk jenis pengiriman ini".

Amazon belum mengiklankan pengiriman produk melalui drone, tetapi Loreta optimistis bahwa hal itu akan terjadi. Masih adanya sejumlah kekhawatiran menyangkut kemungkinan tabrakan dengan berbagai macam benda dan juga fandalisme atau pun pencurian drone beserta barang kirimannya. Tapi menurut Loreta, ini karena media berasumsi bahwa drone akan mengirimkan barang langsung ke pintu rumah warga.

Menurutnya pesawat drone mungkin akan mendaratkan kirimannya di atap rumah hingga memiliki jalur yang terpisah dari pejalan kaki, lalu lintas mobil, dan juga lalu lintas udara. Menurut Loreta, rumah-rumah di Amerika Serikat saat ini belum siap untuk menerima pendaratan kiriman di atap. Tapi sangat mungkin rumah-rumah di masa yang akan datang memiliki landasan khusus untuk pengiriman lewat drone. (Sumber VoA Indonesia)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait