Pengajuan Kredit Ditolak Bank, Mungkin Ini Penyebabnya

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal usaha, salah satunya adalah dengan mengajukan kredit di bank. Tapi, tak semua calon debitur dapat diterima aplikasi permohonan kreditnya. Mengapa hal Ini bisa terjadi? Tentu pihak pemberi kredit telah memiliki pertimbangan tersendiri sehingga memutuskan untuk tidak merealisasi ajuan perhomonan bantuan kredit tersebut. Pihak bank di Indonesia dalam menjaring nasabah biasanya menggunakan sistem referensi, yakni melihat flashback atau rekam jejak riwayat keuangan dari calon penerima kredit. Beberapa instrumen yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya tabungan, jumlah penghasilan, dan juga riwayat kredit yang pernah dimiliki.

Pihak bank manapun diperbolehkan untuk terlebih dahulu melakukan cek antarbank melalui Bank Indonesia, saat memutuskan penerimaan atau penolakan aplikasi kredit tersebut. Mereka juga diperkenankan melacak riwayat finansial pemohon untuk memastikan apakah telah masuk dalam Daftar Hitam Nasabah (DHN) atau tidak. Jika ternyata disimpulkan pihak pemohon memiliki rekam jejak kredit yang buruk, maka pihak bank kemungkinan besar akan menolaknya. 

kredit bank

Para calon nasabah yang ingin mengajukan aplikasi permohonan kredit, harus telah mengetahui dengan jelas jenis kredit yang ingin dicairkan, apakah kredit untuk membiayai usaha (modal kerja), kepemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan mobil, untuk biaya pendidikan dan sebagainya.

Nah, agar pengajuan kredit berhasil dan pihak bank menyetujuinya, maka hal pertama yang sebaiknya anda lakukan adalah memastikan utang pada kartu kredit anda telah bebas. Selain itu, utang dan tagihan lain jangan sampai mengalami kemacetan. Sebab pihak bank memiliki akses untuk menyelidiki dan menganalisis kondisi keuangan anda. Jika saat ini, anda sedang mengalami kredit macet di lembaga keuangan lain, maka kemungkinan besar pihak bank akan menolak permohonan anda. Alasannya, pihak bank takut hal tersebut akan terulang kembali.

Hal lain yang membuat pengajuan kredit anda mengalami rejected adalah bila anda saat ini masih sedang melakukan kewajiban pembayaran kredit lain. Jika total kewajiban yang harus anda bayar saat ini melebihi separuh dari total penghasilan anda, maka kemungkinan besar permohonan kredit anda tidak diterima.

Memang bukan hal yang mudah untuk mendapatkan persetujuan pinjaman atau kredit dari bank, apalagi jika anda mengajukan permohonan dalam jumlah besar. Pihak bank tentu akan melakukan penelitian lebih detail serta melakukan seleksi ketat agar semua pihak saling menguntungkan. Setiap bank memiliki persyaratan yang berbeda dalam mengucurkan bantuan kreditnya. Namun pada dasarnya, ada persyaratan umum yang wajib terpenuhi, seperti kartu identitas, slip gaji, dan NPWP. Sebaiknya saat anda melakukan pengajuan kredit ke kantor bank, anda telah melengkapi administrasi secara jujur sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh pihak bank. Agar sukses, jangan mengajukan premohonan kredit dengan jumlah pembiayaan yang besar yang melebihi dari nilai jaminan yang anda miliki. Selain itu, lakukanlah persiapan yang matang saat pihak bank melakukan survey ke tempat anda. (image by: ESL Helpers Inc)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait