Netflix Berekspansi, Inilah Tantangan Bisnisnya di Indonesia

Mengawali tahun 2016 ini, perusahaan media streaming asal Amerika Serikat, Netflix, melalui CEO-nya yang bernama Reed Hastings mengungkapkan rencana untuk melakukan ekspansi ke 130 negara sekaligus. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan ekspansi layanan Netflix. Respon di sosial media dari masyarakat Indonesia terlihat cukup antusias dalam menyambut kehadiran layanan streaming ini. Meskipun berbayar, mereka tidak enggan karena ingin menikmati konten konten film dan sejenisnya yang selama ini mungkin belum bisa ditayangkan di Indonesia. Apalagi perusahaan tersebut juga memberikan promo satu bulan gratis untuk pelanggan barunya di negara - negara yang menjadi tujuan ekspansi.

Namun kehadiran layanan dari perusahaan yang berkode emiten NFLX itu tidak serta merta diiyakan oleh semua pihak di Indonesia. Beberapa pihak beranggapan bahwa siaran streaming dari Netflix belum memenuhi persyaratan untuk masyarakat Indonesia. Hal inilah yang menimbulkan pro dan kontra. 

netflix acara

Salah satu pihak yang masih menganggap layanan Netflix belum sesuai adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Perusahaan BUMN itu menyatakan layanan Netflix tidak sah hadir di Indonesia, sehingga pengguna jaringan internet yang berada di bawah grup operator PT telekomunikasi Indonesia Tbk tersebut belum bisa mengakses NFLX.

Beberapa alasan utama yang di kemukakan, antara lain karena Netflix belum memenuhi regulasi di Indonesia, serta adanya konten berbau pornografi yang tersedia di layanan Netflix. Adapun peraturan yang menjadi acuan dalam pemblokiran tersebut adalah Undang Undang Nomor 33 / 2009 tentang Perfilman, terutama di pasal 57. Selain itu, Netflix yang memenuhi kategori sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia harus membuat Badan Usaha Tetap (BUT) yang akan membuatnya memenuhi unsur legalitas terhadap hak dan kewajiban serta regulasi terkait bisnis di Indonesia.

Sebenarnya kasus seperti ini bukan yang pertama kali dihadapi Netflix. Di Vietnam, pemerintah setempat meminta Netflix memiliki izin dari regulator setempat serta konten yang disalurkan harus sesuai dengan aturan yang berlaku di Vietnam. Sementara di Singapura dan Italia, kasus pemblokiran menyebabkan Netflix harus menggandeng dan bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi Singtel dan StarHub serta Telecom Italia. Sedangkan tantangan yang paling keras terjadi di China yang secara terang - terangan tidak mengizinkan pelayanan perusahaan ini masuk ke negara tirai bambu tersebut.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait