Hasil Survey, Ternyata Konsumen Juga Lakukan Riset Online sebelum Membeli

Internet merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebagian masyarakat dunia, dan hal ini juga mempengaruhi pola hidup mereka, termasuk dalam urusan berbelanja. Dalam pemanfaatan internet untuk belanja, banyak dari mereka yang sudah terbiasa membeli barang secara online. Sementara bagi mereka yang masih ragu dan takut untuk belanja online juga sering memanfaatkan internet. Ada dua arah yang umum dilakukan seorang pengguna internet sebelum memutuskan untuk membeli produk. Konsumen tidak hanya "showrooming", yakni browsing di toko dan kemudian memanfaatkan internet untuk mencari opsi harga terendah. Mereka juga "webrooming", yakni researching secara online dan melakukan pembelian di toko.

Riset online yang dilakukan para konsumen ternyata sangat populer untuk produk-produk dalam kategori tahan lama dan harga tinggi, seperti barang elektronik dan produk perjalanan / jasa. Data ini diungkapkan oleh hasil riset Nielsen Global Connected Commerce survey.

riset online

Mereka yang disurvey mengaku selalu melakukan riset online sebelum membeli barang, entah itu pembelian di toko online ataupun toko biasa. Responden juga sering melakukan riset di internet untuk kategori konsumsi, seperti bahan makanan segar dan produk kecantikan / perawatan pribadi sebelum membeli, namun persentasenya lebih rendah daripada produk tahan lama.

Sementara riset online merupakan praktek umum yang dilakukan masyarakat pengguna internet di seluruh dunia, responden di beberapa negara ternyata telah menerapkan multi saluran. Responden di negara-negara Asia seperti Thailand, Filipina, India dan Cina sering melakukan penelitian produk secara online sebelum membeli di toko-toko atau menggunakan ulasan online untuk membantu membuat keputusan pembelian di toko biasa. Riset online dan ulasan juga sering digunakan di Spanyol dan Nigeria.

Pentingnya riset online bagi konsumen di semua pasar ini kemungkinan didorong oleh luasnya variasi kualitas produk, prevalensi jaringan sosial, dan pentingnya menjaga tren terbaru. Melakukan penelitian atau riset online yang dilakukan konsumen tidak hanya berguna untuk melengkapi pengalaman berbelanja mereka. Terlepas dari kategori produk yang akan dibeli, mereka melakukan riset produk di internet bertujuan untuk mendapatkan informasi produk secara detail, memeriksa / membandingkan harga, dan mencari tawaran harga atau promosi / kupon. Dalam kategori produk perjalanan atau jasa, misalnya, 63% dari responden yang berbelanja atau membeli produk tersebut dalam enam bulan terakhir mengatakan mereka melakukan riset online untuk memperolah informasi produk yang lebih detail, 52% responden bertujuan untuk memeriksa atau dibandingkan harga, dan 46% mencari penawaran atau kupon promosi. 

riset nielsen
Sementara itu, saat konsumen ingin membeli produk makanan, mereka juga melakukan riset online, namun persentasenya lebih rendah daripada ketika mereka akan membeli produk elektronik. Untuk bahan makanan segar, 38% mengatakan mereka mendongak informasi, 39% memeriksa atau dibandingkan harga, dan 30% bertujuan mencari harga promosi.

Lebih jauh lagi, hasil survey Nielsen ini juga mengungkapkan bahwa hanya sekitar satu 10 responden mengatakan mereka mengeklik iklan online atau iklan email untuk mengetahui lebih terperinci dari apa yang ditawarkan. Bahkan lebih sedikit yang mengaku bahwa mereka telah berlangganan email produk atau menjadi follower di akun media sosial produk tersebut.

Patrick Dodd, yang menjabat sebagai president, Nielsen global retailer vertical, mengatakan bahwa para pengecer harus bergerak dari pendekatan pemasaran linear menuju ke model penambahan nilai di mana pelanggan merasakan secara nyata manfaat yang relevan sesuai dengan kepribadian mereka. Hal ini menjadi lebih penting sebagai layanan berbasis lokasi. Konsumen akan cepat untuk membedakan pesan pemasaran yang hanya mencoba untuk menjual dari alat yang benar-benar membantu upaya belanja mereka.

Temuan lain dari survey tersebut meliputi:
  • Lima puluh tujuh persen dari responden mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir sempat membeli produk secara online dari luar negeri.
  • Metode pembayaran yang paling umum digunakan untuk pembelian barang lintas negara adalah kartu kredit (53%) dan sistem pembayaran digital (43%), tetapi cash on delivery adalah umum dalam mengembangkan markets.
  • Hampir setengah responden (49%) mengaku berbelanja online karena tidak menemukan produk yang mereka cari di toko reguler.
  • Lebih dari setengah (57% ) responden online mengatakan mereka memiliki keraguan bahwa e-commerce akan menyimpan informasi pribadi mereka secara aman dan confidential.
  • Enam dari sepuluh responden mengatakan mereka hanya akan berbelanja secara online untuk produk elektronik (62%) dan produk mobile (61%) jika toko online tersebut dapat memberikan harga yang menghemat yang mereka.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait