Bisnis Ini Justru Untung Berlipat Karena Virus Zika

Di awal tahun 2016 ini, masyarakat dunia dihebohkan dengan ancaman penyakit baru yang bernama Zika. Apa itu virus zika? Virus zika adalah infeksi yang ditularkan lewat gigitan nyamuk. Jenis nyamuk yang menularkan virus ini adalah nyamuk Aedes aegypti. Virus ini pertama kali ditemukan di hutan Zika, negara Uganda, kawasan benua Afrika pada tahun 1947. Virus ini dulu sempat merebak di kawasan Afrika dan Asia. Kemudian kini virus tersebut muncul menyebar di daratan Amerika, terutama di negara Brazil. Virus zika ini menyerang bayi dalam kandungan, yang dapat berakibat janin terkena microcephaly atau pengecilan kepala dan otak sehingga pertumbuhannya menjadi tidak normal. 

Badan kesehatan dunia (WHO) pun bertindak cepat dengan mengumumkan wabah ini berpeluang menyebar ke berbagai negara yang bisa berdampak global. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kesehatan tubuh, dan mewaspadai penyebaran di kawasan epidemik, terutama di kawasan Amerika selatan.

nyamuk penyebar virus zika

Kawasan negara Brasil dan negara sekitarnya saat ini tengah menjadi fokus perhatian untuk mencegah meluasnya wabah zika. Tak ayal hal ini membuat orang berpikir ulang untuk mengunjungi negara-negara tersebut. Sementara bagi mereka yang terpaksa harus ke negara tersebut untuk suatu alasan, akhirnya mencoba mencegah potensi kerugian dirinya dengan membeli asuransi perjalanan dan kesehatan. Hal ini yang membuat bisnis asuransi perjalanan semakin laris, khususnya di Amerika Serikat.
Salah satu perusahaan penyedia asuransi perjalanan yang meraup untung akibat wabah virus zika di Amerika Latin adalah RoomRight. Menurut pengakuan Linda Fallon, head of RoamRight, seperti dikutip reuters, Selasa (2/2), mengungkapkan bahwa pada bulan Januari lalu terjadi lonjakan pemasukan hingga sebesar 81 persen. Hal ini karena produk asuransinya memasukkan klausul penggantian biaya perjalanan ke area terdampak Zika. Namun jumlah keuntungan yang berhasil diraup oleh perusahaan yang berbasis di Maryland tersebut masih belum dapat dihitung dengan pasti karena masih belum ada pihak yang mengajukan klaim ganti rugi.

Lebih lanjut Linda Fallon, menjelaskan bahwa pihak perusahaannya akan mengganti 75 persen atas klaim penggantian ongkos perjalanan yang hangus alias tak bisa dikembalikan. Mulai dari biaya tiket pesawat, biaya penginapan atau hotel, biaya tur, hingga tur wisata. Memang di saat ada serangan teroris atau ancaman lain dalam perjalanan, bisnis asuransi perjalanan terlihat cukup menguntungkan dengan peningkatan omset lebih dari 50%.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait