Hal Unik Seputar Gerhana Matahari, Dari Perilaku Hewan, Mitos, hingga Bisnis

Apa itu gerhana matahari? Gerhana matahari adalah sebuah fenomena alam yang terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari. Ada empat jenis gerhana matahari, yaitu: gerhana matahari total, sebagian, cincin, dan gerhana hibrida. Gerhana matahari total terjadi bila saat puncak gerhana, piringan bulan yang ukurannya lebih besar menutupi sepenuhnya piringan matahari. Jika hanya sebagian piringan yang tertutupi, maka disebut gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari cincin terjadi bila piringan bulan yang menutupi piringan matahari  berukuran lebih kecil, sehingga bayangan cahaya dari matahari masih dapat terlihat yang membentuk cincin. Gerhana hibrida bergeser antara gerhana total dan cincin, dan fenomena alam ini jarang terjadi. 

Nah, pada bulan Maret 2016 ini, tepatnya tanggal 9, gerhana matahari total (GMT) akan terjadi kembali. Peristiwa yang langka ini dapat kita amati dari wilayah Indonesia, khususnya di daerah Palembang, Belitung, Bangka, Balikpapan, Palangkaraya, Sampit, Luwuk, Tidore, Palu, Ternate, Poso, dan Halmahera. 

gerhana matahari

Sementara di kota-kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, hanya akan menyaksikan matahari sebagian. Sama halnya dengan gerhana matahari total yang telah berlangsung sebelumnya, gerhana yang terjadi pada 9 Maret 2016 ini juga ternyata menyimpan beberapa hal unik. Yuk, mari kita ulas bersama-sama.

1. Gerhana Tak Akan Pernah Terulang Dua Kali

Sebuah fakta mengungkapkan bahwa gerhana matahari ternyata tidak akan pernah terulang dua kali pada tempat yang sama dari suatu titik di permukaan bumi. Walaupun dapat terulang, namun jenis gerhana yang akan terlihat di tempat tersebut akan berbeda. Gerhana tipe yang sama akan kembali lagi, tapi lintasannya akan bergeser. Di tahun 2016, akan terjadi dua kali gerhana matahari, yakni pada tanggal 9 Maret sebagai gerhana matahari total dan 1 September yang merupakan gerhana matahari cincin. Pada gerhana pertama, beberapa kawasan yang akan dilalui oleh lintasannya adalah Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan kawasan Pacific. Sementara gerhana kedua pada 1 September akan terlihat wilayah Benua Afrika dan Samudera Hindia.

Bagaimanakah caranya memprediksi terjadinya gerhana matahari? 

Gerhana matahari total merupakan fenomena alam saat posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Fenomena ini dapat diprediksi waktu dan tempat terjadinya. Untuk memperkirakan keberulangannya secara global, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut Siklus Saros. Masing-masing siklus Saros memiliki gerhana-gerhana yang akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari. Peristiwa GMT pada 9 Maret 2016 merupakan anggota ke 52 dari 73 anggota pada siklus Saros ke 130, sehingga siklus ini merupakan asosiasi dari gerhana 26 Ferbruari 1998 dan akan berulang pada 20 Maret 2034. Sedangkan gerhana yang terjadi pada 1 September 2016 merupakan siklus dari anggota Saros yang lain.

2. Inilah Bisnis yang Laris Menjelang Gerhana Matahari

Seperti yang dijelaskan di atas, peristiwa gerhana matahari total merupakan fenomena langka yang dianggap istimewa. Umat Islam sendiri diperintahkan untuk melakukan salat kusuf ketika sedang berlangsung gerhana matahari, atau salat khusuf pada saat gerhana bulan. Anda mungkin akan melihat kembali fenomena gerhana total dalam puluhan tahun mendatang di tempat yang berbeda, karena menurut Rhorom Priyatikanto dari LAPAN mengungkapkan bahwa sulit suatu kota akan mengalami peristiwa gerhana matahari total dua kali. Maka tak heran jika peristiwa gerhana matahari total tersebut merupakan moment yang special yang tidak boleh terlewatkan. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka banyak orang terutama kaum muda-mudi yang ingin menyaksikan dan mengabadikan langsung fenomena tersebut. Mereka rela mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli peralatan optik khusus atau sekedar kaca mata hitam untuk melihat gerhana matahari. Akibatnya, permintaan terhadap produk kaca mata hitam dan alat optik tertentu mengalami peningkatan. 

Menurut pengakuan Syamsul dan Amirudin Umar, penjual kaca mata di kota Ternate, seperti yang dilansir dari laman Tempo, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan pendapatan yang mereka rasakan menjelang berlangsungnya fenomena gerhana matahari di kota tersebut.  Di Kota Ternate, puncak gerhana ini akan terjadi pada pukul 09.51 selama 2 menit 39 detik dengan ketinggian matahari 47,7 derajat.

Selain bisnis peralatan optik dan kacamata, bisnis yang juga menikmati berkah dari peristiwa gerhana matahari adalah sektor pariwisata, khususnya akomodasi perhotelan. Di kota Palembang, lebih dari 500 kamar penginapan telah dipesan oleh wisatawan Malaysia dan beberapa negara lainnya yang ingin menyaksikan langsung gerhana matahari total di kota ini. Diperkirakan 4.000an kamar hotel akan terisi turis lokal dan luar negeri. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat telah merancang event wisata khusus untuk menyambut fenomena gerhana matahari. Dua titik di kota Sumatera Selatan tersebut telah disiapkan, yakni jembatan Ampera dan danau SKI Air Jakabaring Palembang. Sementara itu, dilansir dari laman Bisnis.com, bahwa di Kalimantan, menurut Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, menerangkan bahwa fenomena GMT memberi pengaruh signifikan dalam bisnis perhotelan. Di Kalimantan tingkat pesanan hunian hotel hampir mencapai 85 persen.

Kisah bisnis lucu pernah terjadi tahun 1983, dimana kala itu menjelang fenomena GMT yang dapat dilihat di pulau Jawa beredar "jimat anti buta" yang dapat digunakan untuk melihat gerhana matahari langsung tanpa kaca mata. Kurangnya pemahanan masyarakat kala itu membuat jimat anti buta yang dibandrol dengan harga Rp 1.000 tersebut cukup diminati di Surabaya dan Madura. Akhirnya buru -buru pihak kepolisian melakukan penyitaan terhadap perdagangan barang tipuan tersebut. Bahkan juga menyita buku - buku yang berjudul Pemandu Wisata Gerhana Matahari Total yang isinya cara panduan melihat gerhana matahari total dengan aman. Bagi kepolisian, buku tersebut bertentangan dengan instruksi yang ada saat itu.

3. Wow.. Ada Cara-cara Unik Melihat Gerhana Matahari 

Saat anda ingin melihat secara langsung fenomena gerhana matahari tersebut, anda disarankan memakai kaca mata yang telah dilengkapi filter khusus untuk melihat matahari, atau paling tidak kacamata gelap untuk mengurangi efek silau. Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, "Melihat langsung fase gerhana matahari total tidak membahayakan mata. Tapi menjadi berbahaya bila melihat langsung pada saat terjadi gerhana matahari sebagian dengan durasi yang lama. Maka hindari melihat fase gerhana matahari sebagian". Selain itu, fase sebelum dan sesudah gerhana matahari total juga berbahaya bagi mata, karena paparan cahaya matahari dengan intensitas tinggi akan menembus mata dan dapat merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif. Saat mulai berlangsungnya puncak gerhana matahari total yang hanya beberapa menit itu, peralatan optik atau kacamata khusus yang digunakan bisa dilepas untuk melihatnya langsung.

kacamata gerhana matahari
Image by NASA
Nah, di beberapa negara, ada ide-ide unik yang dilakukan orang untuk bisa mengamati peristiwa gerhana matahari. Harga kacamata khusus yang agak mahal atau tidak tersedia di daerahnya, membuat mereka menempuh cara unik. Apa sajakah ide unik melihat gerhana matahari tersebut? Yang pertama adalah dengan memanfaatkan kertas film X-ray (kertas rongten) sebagai lapisan kaca pelindung. Ada juga dengan cara memakai dua kaca, yakni potongan kaca tebal dan kacamata gelap. Sementara para pekerja las besi, mereka memanfaatkan topeng pelindungnya untuk melihat fenomena gerhana matahari. Ada juga seorang warga Irlandia yang mengabadikan moment gerhana matahari dengan kamera ponselnya yang dilapisi dengan kacamata 3 dimensi.

Untuk mengurangi risiko potensi bahaya sinar gerhana matahari, disarankan untuk memakai kacamata khusus yang biasanya tersedia di toko-toko tertentu. Namun, anda juga bisa membuatnya sendiri. Menurut Evan Irawan Akbar yang merupakan seorang astronom di Observatorium Bosscha, menjelaskan cara membuat kacamata matahari tersebut. Lensanya terbuat dari kertas mylar yang menyerupai aluminium foil yang mampu meredam cahaya matahari hingga 1 per 100 ribu kali. Kertas mylar tersebut tidak boleh terkena air atau keringat karena dapat merusak fungsinya. Bahan lain yang juga bisa dimanfaatkan untuk lapisan lensa adalah cetakan film hitam putih kosong dari Kodak jenis T Max asa 100. Film tersebut memiliki lapisan perak setelah film dicuci sehingga aman dipakai untuk menatap matahari.

4. Beragam Mitos Unik yang Mewarnai Fenomena Gerhana Matahari

Sebelum ada penjelasan ilmiah, setiap bangsa memiliki mitos tersendiri mengenai fenomena gerhana. Inilah mitos atau cerita rakyat mengenai gerhana matahari:

a). Matahari ditelan Hewan Angkasa
Dalam legenda bangsa Viking, ada dua serigala langit yang mengejar matahari dan bulan. Ketika terjadi gerhana, maka itu tandanya serigala berhasil menggigit matahari atau bulan yang dikejarnya. Hal ini berbeda dengan tradisi Vietnam yang menganggap gerhana terjadi karena ditelan kodok raksasa.

b). Matahari Diculik
Mitos ini dipercaya oleh masyarakat Korea Selatan zaman dulu. Seorang raja serakah mengirimkan anjing-anjing api untuk menculik benda-benda langit. Meski sering gagal, namun anjing-anjing ini tetap berupaya untuk menggigit matahari.

c). Matahari Ditelan Raksasa
Dalam perdabaan Hindu tua di India, gerhana matahari dan bulan memiliki kisah tersendiri. Seorang raksasa menyamar sebagai Dewa untuk mendapatkan tirta keabadian. Siasat Si Raksasa diketahui oleh Dewa Matahari dan Dewa Bulan, sehingga membuat Dewa Wisnu mengeluarkan senjata cakra untuk memenggal Si Raksasa saat sedang minum air suci tersebut. Akhirnya kepala si Raksasa menjadi abadi dan bersumpah untuk menelan bulan dan matahari ketika keduanya sedang bersama (satu posisi garis lurus). Karena hanya tinggal kepala saja, maka ketika ditelan, matahari dan bulan berhasil keluar lagi dari kerongkongan si raksasa.

d). Pertengkaran dan Perdamaian
Bagi suku Batammaliba di benua Afrika, peristiwa gerhana matahari atau bulan terjadi lantaran keduanya sedang berperang di langit sana. Untuk menghindari bencana, maka setiap terjadinya fenomena gerhana, warga suku di kawasan tersebut melakukan ritual agar bisa mendamaikan keduanya kembali agar kegelapan segera berlalu.

5. Fenomena Unik yang Menyertai Gerhana Matahari Total

Peristiwa gerhana matahari total (GMT) di Indonesia pernah terjadi pada Maret 1983 yang melintasi kawasan Jawa, Bali dan pulau lainnya. Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi perhatian umat manusia, tetapi juga beberapa hewan menunjukkan reaksinya. Kelelawar dan burung hantu yang merupakan hewan nokturnal (keluar di malam hari), ternyata beterbangan keluar dari sarangnya karena mengira malam telah datang. Sementara ikan-ikan menunjukkan sikap kurang aktif (malas) saat peristiwa tertutupnya matahari oleh bulan tersebut. 

kelelawar terbang
Kelelawar Terbang
Hal ini dijelaskan oleh Darmadi Goenarso, seorang dosen ITB dalam wawancaranya dengan Tempo pada Mei 1988 yang mengungkapkan hasil penelitiannya terhadap reaksi ikan terhadap gerhana matahari total. Jangkrik akan bersuara tat kala GMT berlangsung. Angsa akan pulang ke sarang, lebah akan panik dan agresif karena mengira tumbuhan sumber makanannya akan mati, serta kuda nil sangat ketakutan hingga bersembunyi di bawah air sampai gerhana selesai. Hewan-hewan yang sensitif dengan cahaya tersebut akan menunjukkan reaksi yang cukup aktif ketika gerhana matahari total terjadi.

Hal unik lain yang terjadi pada gerhana matahari di tanggal 9 Maret ini, terutama bagi warga Hindu adalah bertepatan dengan hari raya Nyepi. Di beberapa desa di pulau Bali sering mengadakan tradisi ketuk kentongan ketika sedang berlangsungnya gerhana matahari dan bulan. Mengingat peristiwa gerhana bertepatan dengan hari raya Nyepi (tahun baru caka), maka tradisi ketuk kentongan tidak diadakan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait