Asia Top 1000 Brands, 23 Merek Produk Indonesia Masuk dalam Daftar

Meskipun Indonesia tidak memiliki perusahaan raksasa sekelas Apple, Google, atau pun Coca Cola, namun ternyata Indonesia memiliki sejumlah produk yang citra brand-nya diakui dunia. Baru-baru ini, sebuah lembaga riset, Nielsen bersama dengan Campaign Asia-Pacific, merilis 1.000 daftar nama merek dunia yang paling top di kawasan Asia. Hasil riset Nielsen tersebut menempatkan Samsung sebagai pemuncak posisi top brand di Asia Pasifik sejak tahun 2012 lalu. Kemudian di peringkat ke dua hingga ke sepuluh berturut - turut adalah: Sony, Nestle Food, Apple, Panasonic, Nike, LG, Canon, Chanel, dan Adidas. Mengenai deskripsi terperinci dari 10 top brands tersebut dapat anda lihat di link ini.

Dalam daftar 1.000 merek top yang dirilis tersebut, ada sekitar 23 merek dari Indonesia yang berhasil masuk dan memiliki kekuatan di kawasan Asia. Adapun kedua puluh tiga brand asli Indonesia yang masuk dalam Asia's Top 1000 Brands versi Nielsen riset adalah:

1. Indomie
Peringkat tahun ini: 251
Peringkat tahun lalu: 281
merek indonesia terpopuler di asia
Brand asal Indonesia ini pertama kali diperkenalkan tahun 1972 dan dulu diproduksi oleh PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd. Merek Indomie di Indonesia kini dipegang dan diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Saat pertama kali diperkenalkan, produk mie instan ini hadir dengan dua varian rasa, yakni rasa ayam dan udang. Kemudian terus berkembang hingga kini hadir dengan beragam rasa, seperti sapi, sate, hingga rumput laut. Jangakauan pemasarannya pun bukan hanya di dalam negeri saja, tetapi telah populer di Amerika Serikat, Australia, Eropa, Afrika, dan tentunya kawasan Asia. Bahkan di Indonesia, kata Indomie telah menjadi kata generik untuk menyebutkan mi instsn, sama seperti kata Aqua untuk merujuk produk air dalam kemasan. Berdasarkan hasil riset Nielsen, brand Indomie di kawasan Asia pada tahun ini berada di top rangking 251, naik 30 dari tahun lalu.

2. ABC
Peringkat tahun ini: 292
Peringkat tahun lalu: 341
kecap terpopuler
Jika mendengar merek ABC di bidang makanan, maka hal yang terbayang adalah produk kecap dan saus. Brand ABC dimiliki oleh PT. ABC Central Food yang kini telah diakuisisi oleh perusahaan asal Amerika Serikat, H.J. Heinz Company. Sejak diperkenalkan tahun 1975 oleh pendiri perusahaan, Chu bersaudara, merek ABC terus berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia dan Asia, bahkan dipasarkan ke kawasan Amerika dan Eropa.

3. BCA
Peringkat tahun ini: 369
Peringkat tahun lalu: 436
bank top indonesia
BCA adalah merek bank swasta terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1957 di Jakarta oleh Sudono Salim dengan nama resmi Bank Central Asia NV. Bank ini sempat terancam bangkrut akibat gelombang krisis moneter tahun 1997-1998 lalu. Setelah berhasil melewati masa krisis, BCA kemudian menjadi perusahaan publik pada tahun 2000 dengan melantai di bursa saham. Bank yang berkode BBCA ini terus memperkokoh posisinya dalam persaingan lembaga keuangan secara global. Di Asia, BCA punya brand cukup kuat dengan terbukti masuk ke peringkat 369. Sementara jika dikhususkan pada kategori "financial services", merek BCA ternyata berada di posisi ke 15 sebagai lembaga keuangan yang populer di kawasan Asia, di bawah American Express.

4. Garuda Indonesia
Peringkat tahun ini: 407
Peringkat tahun lalu: 545
garuda indonesia
Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; IDX: GIAA) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Maskapai ini sering menjadi pilihan terbaik bagi pengguna layanan transportasi udara. Meskipun dengan harga tiket yang lebih mahal, namun mereka percaya dengan kualitas keselamatan yang diberikan oleh maskapai ini. Garuda Indonesia merupakan perusahaan maskapai warisan zaman Belanda, yakni KLM Interinsulair Bedrijf. Nama Garuda diberikan oleh Soekarno yang terinspirasi dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial yang berisi, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu"). Dengan segala usaha perbaikan layanan, maspakai Garuda Indonesia Airways terus meningkatkan kualitasnya, sehingga mendapat beragam penghargaan, diantaranya adalah "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat" oleh Skytrax pada tahun 2013, dan penghargaan "World's Best Cabin Crew" di tahun 2014.

5. Pertamina
Peringkat tahun ini: 409
Peringkat tahun lalu: 445
perusahaan top asia
Di bidang energi, perusahaan nasional Indonesia ini ternyata cukup populer di Asia. PT Pertamina (Persero) alias Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara yang berdiri tahun 1957 tersebut bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Selain itu, BUMN yang mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD tersebut juga memiliki produk pelumas dan petrokimia. Pada tahun 2013, Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500, sementara di Asia, kekuatan merek Pertamina berada di urutan 409, naik 36 rangking.

6. JNE
Peringkat tahun ini: 431
Peringkat tahun lalu: 659
Brand perusahaan yang bergerak di sektor layanan jasa antar (kurir) ini ternyata juga masuk dalam daftar 1.000 top brands Asia. Nama resminya adalah Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (Tiki JNE) yang didirikan pada tahun 1990 oleh H. Soeprapto Suparno. Berkat bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermakas di Hong Kong, JNE kemudian berhasil tumbuh dan mengembangkan wilayah antarannya sampai ke seluruh dunia.

7. Sari Wangi
Peringkat tahun ini: 529
Peringkat tahun lalu: 636
Jika kita berbicara tentang produk teh celup, maka salah satu merek yang terlintas di benak kita adalah Sari Wangi. Ini adalah merek teh celup terpopuler dan pertama di Indonesia yang diproduksi oleh Unilever Indonesia dan diperkenalkan pada tahun 1973. Pada awalnya nama brand yang beredar di pasar tanah air adalah "Celup", kemudian berganti nama menjadi Sari Wangi. Produk teh celup ini berhasil memasuki pasar ekspor ke berbagai Negara di dunia tahun 1985. Potensi keuntungan bisnis dari brand Sari Wangi ini rupanya menarik banyak perusahaan asing, dan akhirnya Pada tahun 1989, merek teh kantong SariWangi, diakuisisi oleh Unilever.

8. Mie Sedaap
Peringkat tahun ini: 522
Peringkat tahun lalu: 575
Walaupun baru diluncurkan pada tahun 2003, cita rasa mi instan ini rupanya berhasil menarik minat konsumen nusantara, sehingga brand Mie Sedaap berhasil menjadi merek mi instan populer kedua di Indonesia. Pada awal diluncurkan, varian rasa mie yang diproduksi oleh Wings Food ini hanya ada tiga varian, yaitu Mie Goreng dengan "kriuk-kriuk" (bawang gurih renyah), Rasa Soto dengan "koya" (serbuk gurih) dan Rasa Ayam Bawang dengan bawang goreng. Kemudian berkembang menjadi puluhan macam rasa yang tidak hanya digemari oleh konsumen lokal, tetapi juga beberapa negara seperti Malaysia dan Nigeria. Hanya empat tahun setelah diluncurkan, produk Mie Sedaap ini berhasil meraih penghargaan Top Brand Awards 2007, dan bahkan populer di pasar Asia. Tahun 2015, merek Mie Sedaap berhasil naik 53 peringkat ke posisi 522 Asia's Top Brands.

9. Telkomsel
Peringkat tahun ini: 540
Peringkat tahun lalu: 499
Jika anda pengguna simcard kartuHalo, simPATI, Kartu AS, LOOP, Kartu Facebook, Kartu Prima, dan Telkomsel Flash, maka anda menjadi bagian dari merek top Asia. Telkomsel adalah salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia yang didirikan pada tahun 1995. Saham Telkomsel dimiliki oleh Telkom Indonesia sebesar 65% dan sisanya oleh Singtel sebesar 35%. Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan GSM prabayar. Per Mei 2011, perusahaan telekomunikasi ini berhasil menjadi operator seluler ke tujuh di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta pelanggan dalam satu negara. Namun sayangnya, untuk tahun ini, popularitas brand Telkomsel di Asia agak meredup, dan menurut catatan riset Nielsen, brand ini turun sebanyak 41 peringkat.

10. Kapal Api
Peringkat tahun ini: 575
Peringkat tahun lalu: 531
Sejak era 80an, merek kopi Kapal Api sangat populer di tanah air. Merek ini mengaspirasikan simbol teknologi tertinggi dan kemewahan pada zaman tersebut. Produk kopi yang diproduksi oleh PT. Santos Jaya Abadi ini merupakan salah satu tulang punggung perusahaan. Merek kopi Kapal Api telah dirintis sejak tahun 1927 oleh Go Soe Loet, seorang warga Cina yang merantau ke Indonesia. Diawali dari usaha kecil, bisnis kopinya terus berkembang dari generasi ke generasi hingga melahirkan beberapa merek lain yang juga berhasil meraih sukses di pasaran, seperti Excelso, ABC, Good Day, Ya! dan Kapten. Merek Kapal Api menjadi brand yang cukup populer di kawasan Asia Pasifik yang menempati posisi ke 575 dari 1.000 top brand di Asia.

Selanjutnya, 13 merek produk lokal lainnya yang berhasil masuk dalam daftar Top 1.000 Brands di Asia, antara lain:
11. Kimia Farma (peringkat tahun ini: 588; peringkat tahun lalu: 516)
12. Campina Es Krim (peringkat tahun ini: 597; peringkat tahun lalu: 662)
13. Indofood (peringkat tahun ini: 618; peringkat tahun lalu: 505)
14. Sosro (peringkat tahun ini: 629; peringkat tahun lalu: 647)
15. Kopiko (peringkat tahun ini: 667; peringkat tahun lalu: 806)
16. Indomaret (peringkat tahun ini: 688; peringkat tahun lalu: 800)
17. Indosat (peringkat tahun ini: 740; peringkat tahun lalu: 615)
18. Tiki (peringkat tahun ini: 749; peringkat tahun lalu: 830)
19. Bank Mandiri (peringkat tahun ini: 758; peringkat tahun lalu: 801)
20. Alfamart (peringkat tahun ini: 784; peringkat tahun lalu: 877)
21. Supermi (peringkat tahun ini: 788; peringkat tahun lalu: 711)
22. Extra Joss (peringkat tahun ini: 881; peringkat tahun lalu: 586)
23. Bank BRI (peringkat tahun ini: 955; peringkat tahun lalu: 929)

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait