Tips Bisnis Membeli Properti untuk Disewakan Kembali

Cara paling mudah yang sering dilakukan oleh para pemilik modal dalam mengamankan nilai kekayaannya adalah dengan berinvestasi di sektor properti. Sektor ini memiliki persediaan terbatas, namun jumlah permintaannya terus meningkat sehingga membuat harga aset properti terus naik dari tahun ke tahun. Ketika mereka telah memiliki sebuah aset properti, entah itu rumah, apartemen, maupun tanah sebagai bagian dari investasi, maka mereka akan mencoba bertahan untuk waktu yang lama sebelum melepasnya (jual) agar mendapat keuntungan maksimal. Bahkan mereka sering memanfaatkan aset properti yang "nganggur" untuk disewakan atau dikontrakkan. Inilah yang menjadi bidikan para investor.

Namun sayangnya, banyak investor ataupun pemilik rumah sewa yang kurang memahami cara atau tidak memiliki ide kreatif dalam upaya memperoleh return of investment atau balik modal dalam waktu yang lebih cepat. Nah, berikut ini disajikan kiat dan tips agar Anda bisa mendapatkan keuntungan dari investasi penyewaan aset properti anda.

1. Riset Pasar
rumah disewakan
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di sektor properti, langkah awal yang sebaiknya anda lakukan adalah riset pasar. Semakin banyak data yang bisa anda peroleh, maka akan semakin jelas gambaran bisnis properti yang akan anda lakukan di daerah anda atau di kawasan tertentu yang anda pilih. Bila anda berencana ingin membeli aset properti untuk disewakan, maka sebaiknya anda terlebih dulu memahami tren pasar yang tengah berlangsung, khususnya di kawasan properti tersebut. Misalnya pada tahun 2015 lalu, bisnis investasi properti sedang mengalami kelesuan akibat kondisi perekonomian tengah stagnan. Oleh karena itu, banyak pengembang yang berupaya menarik konsumen dengan memberikan promo diskon. Ini bisa menjadi peluang bagus yang bisa anda manfaatkan.

2. Cari Lokasi yang Lebih Prospektif
Yang dimaksudkan dengan lokasi yang prospektif adalah kawasan yang diprediksi akan menjadi daerah yang diminati oleh banyak orang. Meskipun saat ini lokasi tersebut masih merupakan kawasan sepi, namun jika di sekitar kawasan tersebut akan dibangun fasilitas umum, seperti sekolah, puskesmas, atau jalan tol, maka jangan ragu untuk membeli aset properti di titik tersebut. Jangan lupa untuk mencocokkan budget anda dengan harga properti di daerah yang sedang dicari banyak orang.

3. Lakukan Konsultasi
Jika anda tidak memiliki uang cash, maka bisa memilih kredit. Dalam upaya memiliki aset properti, terutama rumah, anda bisa mengajukan pinjaman kredit pemilikan rumah (KPR). Agar menemukan lembaga perbankan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan anda, ada baiknya anda berkonsultasi dengan seorang ahli ataupun pihak yang berpengalaman agar anda memiliki deskripsi umum tentang rencana pengajuan kredit tersebut.

4. Ambil Untung yang Tidak Ambisius
Para investor properti yang telah lama berkecimpung dan sukses di bisnis ini sering mengungkapkan pengalaman mereka bahwa sebagai pemula, anda harus bisa memahami kalau bisnis ini tetap membutuhkan waktu agar mencapai pendapatan atau keuntungan tinggi setiap bulannya. Prinsip ini pun berlaku manakala anda ingin memutuskan tarif sewa yang cocok.

Umumnya, cara dan teknik yang paling tepat dalam menentukan rentang banderol harga sewa adalah dengan berpatokan pada rental yield. Apa itu rental yield? Rental yield merupakan pendapatan atau pemasukan per tahun yang didapat oleh investor yang berbanding lurus dengan harga jual. Misalnya, di kawasan kota di Indonesia Timur rata-rata rental yield-nya adalah 4 persen. Maka sebuah aset properti yang harga jualnya Rp 200 juta, akan memiliki harga sewa yang pantas adalah Rp 200 juta x 4% = Rp 8 juta per tahun. Anda bisa menaikkan harga sewa lebih tinggi dari patokan harga tersebut, namun jangan terlalu tinggi agar aset anda cepat laku disewakan. Sebelum memutuskan harga final, perhatikan juga kondisi properti yang anda sewakan, termasuk juga memperhitungkan biaya cicilan dan perawatan rumah.

5. Pertimbangkan untuk Membeli Properti di Lokasi di Luar Area Tempat Tinggal
Kebanyakan investor cenderung ingin membeli aset propert yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Selain lebih gampang dalam pengurusan, memiliki properti yang dekat juga memudahkan dalam hal kontrol dan pengawasan. Namun, sayangnya tak semua properti yang ada di seputaran wilayah kita merupakan aset yang prospektif. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai melirik aset properti yang berada di daerah lain. Jika anda kesulitan dalam hal pengontrolan, anda bisa memanfaatkan agen properti untuk melakukan tugas tersebut.

6. Jangan Ragu untuk Melakukan Penawaran Harga
Dalam berbisnis, prinsip ekonomi harus tetap dijunjung tinggi. Oleh karena itu, sebagai investor yang ingin membeli properti untuk disewakan kembali, anda harus pintar-pintar mengajukan penawaran harga. Keterampilan negosiasi menjadi sangat penting dalam hal ini. Jangan sampai anda sendiri terbuai rayuan developer sehingga tergoda membeli properti dengan harga tinggi. Kunci kesuksesan negosiasi yang anda lakukan adalah seberapa besar wawasan anda terhadap pasar properti di wilayah tersebut.

7. Menentukan Pilihan dalam Memakai Jasa Agen atau Tidak
Setelah anda berhasil membeli aset properti dengan harga ekonomis, langkah selanjutnya adalah memasarkan properti anda untuk disewakan kepada pihak yang membutuhkan. Untuk urusan ini, anda dihadapkan oleh dua pilihan, yakni memakai jasa agen pemasaran atau memasarkan sendir. Semua pilihan tersebut memiliki sisi plus dan minus-nya. Jika anda menyerahkan tugas kepada agen properti, maka mereka akan mengenakan sejumlah biaya jasa dan beriklan. Sementara jika anda ingin lebih berhemat atau memperoleh margin keuntungan yang lebih, maka tugas itu anda lakukan sendiri, termasuk juga untuk  renovasi rumah agar lebih memiliki daya saing. (Referensi: rumah.com) 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait