Tepatkah Strategi Menaikkan Harga Jual Saat Suplai Produk Sedang Terbatas?

Dalam hukum ekonomi, ketika suplai barang di pasaran sedang berkurang, sementara permintaan tetap, maka dipastikan harga barang tersebut akan meningkat. Para penjual yang menyadari hal ini akan mencoba meraup keuntungan lebih besar dengan cara menaikkan harga jual. Lalu, tepatkah strategi ini diterapkan? Dan bagaimanakah pengaruhnya terhadap citra usaha dalam jangka panjang?

Mencoba mengambil keuntungan dari "situasi paceklik suplai barang" memang memiliki hal baik dan hal buruk tersendiri. Satu sisi anda bisa mendapat keuntungan berlipat, di sisi lain anda kemungkinan akan kehilangan pelanggan anda. Benarkah demikian? Mungkin cerita pengalaman berikut ini dapat sedikit memberikan gambaran untuk anda.

harga jual

Saat pemerintah berencana menurunkan harga BBM, suplai bahan bakar minyak menjadi sedikit langka di beberapa daerah. Selain itu, berhembus pula isu bahwa suplai BBM akan kosong untuk beberapa hari di beberapa SPBU. Situasi kelangkaan ini kemudian dimanfaatkan oleh beberapa penjual bensin eceran dengan menaikkan harga jual bensin hingga 50%, sehingga satu botol bensin yang semula dijual Rp 10.000 menjadi Rp 15.000. 

Seorang konsumen yang telah menjadi pelanggan setia pada suatu kios bensin memaklumi kondisi tersebut, sehingga saat itu ia bersedia membeli bensin seharga Rp 15.000 per liter. Kemudian di hari yang sama, konsumen tersebut juga membeli bensin di tempat lain dan mendapati harga yang lebih murah, yakni Rp 10.000. Si konsumen merasa penasaran mengapa pedagang bensin eceran tersebut tidak ikut-ikutan menaikkan harga demi meraup untung yang banyak. Si Pedagang menjelaskan bahwa ia tidak ingin memanfaatkan situasi tersebut demi mendapatkan keuntungan sesaat. Ia ingin tetap menjual dengan harga yang wajar dan tidak terlalu memberatkan konsumen. Alasan tersebut membuka persepsi baru di mata si Konsumen. Ia merasa seolah-olah dipermainkan oleh penjual pertama, dan akhirnya memutuskan untuk berhenti menjadi pelanggan bensin di kios pertama tersebut. Bahkan ia pun enggan untuk membeli barang lain di kios tersebut (selain menjual bensin, kios tersebut juga menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari).

Nah, dari cerita pengalaman tersebut, dapat kita simpulkan tentang pentingnya menjaga loyalitas pelanggan. Sebagai pemilik usaha, anda harus menjaga kesetiaan mereka. Sekali anda membuat kesalahan, dapat membuat mereka pergi meninggalkan bisnis anda. Bahkan hal itu juga bisa menghilangkan potensi pengembangan bisnis anda.

Strategi menaikkan harga merupakan hal yang wajar tatkala suplai barang yang beredar di pasaran sedang terbatas, apalagi kenaikan harga tersebut memang disebabkan oleh kenaikan harga dari produsen langsung. Namun, anda harus berhati-hati jika ingin menaikkan harga yang dilatarbelakangi oleh terbatasnya suplai. Jangan sampai keinginan untuk meraup untung lebih banyak, ternyata membuat bisnis anda terpuruk di masa depan.

Sebelum anda memutuskan untuk menaikkan harga, ada baiknnya melakukan survey untuk mengetahui apakah para kompetitor di daerah anda telah melakukan hal yang sama atau tidak. Jika ada pesaing anda yang tidak menaikkan harga jual produknya, cari tahu apa yang membuat mereka tetap bisa bertahan pada harga lama tersebut. Jika masih ada pesaing anda yang belum menaikkan harga, maka anda juga sebaiknya menunda untuk menerapkan strategi mengangkat harga. Prinsipnya adalah "meskipun keuntungan kecil, namun itu dapat membuat hal positif bagi kelangsungan bisnis anda dalam jangka panjang".

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait