Sekilas Gambaran Tentang Jenis Harga Saham

Dalam melakukan transaksi di dunia pasar keuangan, satu hal yang menjadi fokus kita adalah harga. Perubahan naik turunnya atau fluktuasi harga menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan aset saham yang berpeluang memberikan keuntungan. Nah, dalam transaksi saham, kita mengenal dua jenis harga, yakni harga bid (permintaan pasar) dan harga offer (penawaran pasar). Harga bid merupakan harga permintaan pasar yang artinya harga tersebut merupakan harga akhir yang siap dibeli investor. Jika saat itu kita ingin menjual portofolio saham kita, maka harga jual yang kita peroleh adalah harga bid saat itu. 

Sementara itu, harga offer adalah harga penawaran yang siap dijual investor. Jika kita merupakan seorang pelaku pasar modal yang ingin membeli suatu aset saham, maka harga yang dipatok adalah harga offer saat itu. Harga bid akan selalu lebih rendah dari harga offer. Selisih antara kedua harga tersebut dikenal dengan istilah spread.

Berikut disajikan contoh mengenai harga bid dan offer.
harga saham

Pada gambar di atas terlihat gambaran harga saham PT Agro Astra Lestari Tbk yang berkode AALI. Terlihat harga bid saat itu adalah 16.425 dan harga offer 16.450 Jika kita memiliki uang tunai dan ingin melakukan pembelian saham pada saat itu, maka dana yang kita harus keluarkan adalah 16.450 per lembar saham.

Sebaliknya, Jika saat itu kita memiliki aset saham AALI, maka dana yang bisa kita peroleh dari hasil penjualan saham tersebut adalah sebesar 16.425 per lembar saham. Dari data kedua jenis harga tersebut (bid dan offer) terdapat selisih harga sebesar 25 per lembar saham. Nilai selisih sebesar Rp 25 tersebut dikenal dengan istilah nilai spread saham.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait