Persepsi Keliru seputar Tabungan dan Pengelolaan Uang

Satu faktor yang mungkin menjadi pendorong orang-orang sering mengalami kesulitan keuangan adalah karena mereka belum melek finansial. Ketidak pahaman tentang pengelolaan uang dan ditambah dengan beragam mitos atau pandangan keliru seputar pengaturan uang menjadikan mereka sering terlilit masalah finansial. Seperti yang kita ketahui, wawasan dan pendidikan finansial yang kita miliki umumnya hanya diperoleh dari keluarga dan pengalaman pribadi. Runyamnya, banyak mitos dan persepsi keliru yang membuat kita semakin sulit memahami pengelolaan keuangan. Menurut situs moneycrasher.com, 4 mitos berikut ini sering membuat seseorang kurang maksimal mendapatkan manfaat dari pengelolaan keuangannya.

1. Bank sebagai tempat terbaik untuk menyimpan uang
Semua orang pasti setuju jika tempat yang paling aman untuk menyimpan uang adalah bank, khususnya bank negeri. Jika dibandingkan disimpan di rumah, maka secara fisik, menyimpan uang di bank akan melepaskan kekhawatiran kita dari masalah pencurian, kebakaran, kebanjiran, dan sebagainya. Namun, bila dilihat nilai perolehan yang kita dapat, maka menyimpan uang di bank saat ini bukanlah sebagai tempat terbaik. Mengapa? Karena uang yang Anda taruh di bank nilainya sedikit demi sedikit akan berkurang akibat suku bunga yang begitu rendah sementara laju inflasi lebih tinggi seingga tidak dapat mengimbangi nilainya. Bahkan juga semakin berat karena ada potongan pajak. 

tabungan belanja

Jika Anda menyimpan uang 1 juta rupiah di bank, maka dipastikan akan terus menyusut dari bulan ke bulan, karena besaran bunga deposito yang diperoleh dari uang 1 juta rupiah tersebut lebih kecil dari jumlah pajak yang harus ditanggung. Hal inilah yang menyebabkan menyimpan uang di bank saat ini bukan lagi menjadi pilihan yang terbaik. Mungkin di era tahun 70-80an menyimpan uang di bank memiliki keunggulan tersendiri, di mana kala itu suku bunga perbankan khususnya untuk jenis deposito masih bisa mengimbangi atau melawan laju inflasi.

2. Di masa depan, anda akan menikmati uang tabungan anda 
Banyak orang beranggapan bahwa menabung dapat membuat anda menjadi kaya. Namun hal tersebut tidak disetujui oleh Steve Siebold, penulis buku 'How Rich Think'. Ia berpendapat bahwa kunci untuk menuju kekayaan adalah dengan meningkatkan jumlah pendapatan. Orang sering berupaya dengan ekstra keras mengatur dan menghemat jumlah pengeluarannya. Padahal yang menjadi masalah utama dalam hal keuangan adalah karena kurangnya pendapatan. Jadi kuncinya adalah dengan mencari pekerjaan atau menghasilan sampingan, sehingga dapat membuat kondisi keuangan Anda menjadi surplus.

3. Rumah menjadi pilihan investasi terbaik 
Semua orang tentu sependapat jika rumah ataupun properti sejenis merupakan produk investasi terbaik karena nilai asetnya cenderung selalu meningkat. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar menurut Marco Robinson yang merupakan penulis buku yang berjudul "Close the Deal and Suddenly Grow Rich". Marco mengungkapkan bahwa harga rumah saat ini sudah terlalu mahal dan dianggap sebagai situasi yang berbahaya karena kondisinya telah mengalami bubble atau gelembung akibat kenaikan harga yang tidak wajar. Kita tinggal hanya menunggu sampai masa gelembung tersebut meletus. Ketika hal tersebut terjadi, maka harga rumah menjadi stagnan atau turun yang pada gilirannya membuat para spekulan rugi besar. Contoh kejadian ini pernah terjadi di Amerika serikat saat kejatuhan subprime mortgage yang tidak pernah disangka sebelumnya.

4. Berbelanja lebih baik gunakan uang tunai ataupun kartu debit
Hal ini terlihat cukup benar tatkala Anda lebih memilih untuk berbelanja memakai uang tunai maupun kartu debet, karena membatasi anda untuk membeli sesuatu di luar kemampuan finansial anda. Tapi hal itu menyebabkan anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan beragam program diskon serta fasilitas menarik yang ditawarkan kartu kredit. Kartu debit ataupun kartu kredit yang menjadi pilihan Anda sebenarnya tergantung dari kedisiplinan Anda dalam penggunaannya. Bila Anda bijak dan disiplin, maka Anda tidak perlu khawatir terkena suku bunga tinggi ataupun denda karena Anda bisa melunasi tagihan sebelum jatuh tempo. Dengan demikian Anda akan tetap bisa menikmati beragam fasilitas unggulan yang diberikan oleh penyedia kartu kredit Anda. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait