Perbedaan Psikologis Akun Demo dan Real Account dalam Trading

Dalam belajar trading di sektor pasar uang, anda akan disuguhkan dengan akun demo. Dari sini, anda akan mulai belajar tahap demi tahap dalam menggeluti investasi di pasar modal. Banyak orang yang baru belajar trading dengan akun demo memiliki kesimpulan bahwa jual beli dan mencari keuntungan di bursa pasar uang sangat mudah dilakukan. Namun, ketika mereka memasuki market dengan real account, maka persepsi berubah 180 derajat, sehingga menganggap trading tak ubahnya seperti gambling (perjudian) semata. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Ketika seorang trader pemula mulai memasuki pasar, ia baru menyadari bahwa ternyata secara psikologis ada perbedaan besar antara bermain di account demo dengan account real. Dalam latihan trading di akun demo, keterlibatan emosi tidaklah menguasai pikiran kita secara penuh. Hal ini karena tidak ada potensi kerugian (loss) yang membebani pikiran kita, sehingga bisa keluar masuk ke pasar secara santai. 

Akun demo pasar uang

Situasi panik akan kita rasakan manakala telah masuk ke pasar dengan akun nyata yang telah berisi modal yang menjadi pertaruhan kita. Rasa khawatir dan deg-degan menjadi hantu yang membayangi apakah keputusan aset yang kita pilih telah benar ataukah berlawanan dengan arah market. Bahkan semua teori dan pengetahuan trading yang sebelumnya telah dipelajari dengan cermat menjadi buyar entah kemana ketika kita memasuki pasar asli. Jika salah pilih, maka bersiaplah kehilangan modal anda. 

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Para trader berpengalaman menyarankan agar para pemula untuk bisa menguasai emosi dengan baik, serta mampu mengelola rasa takut (fear) dan keserakahan (greed) dengan sebaik-baiknya. Ini adalah kunci sukses mengawali terjun ke dunia pasar keuangan. Psikologi trading memang harus benar-benar dipahami supaya sistem trading yang diputuskan bisa berjalan sesuai rencana. Dalam memulai trading bagi pemula, anda harus siap mental jika kehilangan modal awal anda. Ini akan membuat anda bersikap tenang dan tidak panik dalam mengikuti pergerakan pasar.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait