Mengenal 3 Jenis Rekening Efek dalam Bisnis Saham

Kepemilikan rekening dalam aktivitas transaksi elektronik merupakan hal yang amat penting, termasuk dalam bisnis perdagangan saham. Rekening yang dipakai untuk jual beli saham di bursa efek adalah Rekening Efek. Rekening ini diberikan oleh perusahaan sekuritas kepada para pemain saham. Dengan kepemilikan rekening efek tersebut, kita secara otomatis mempunyai hak untuk mengetahui posisi portofolio dan juga posisi keuangan kita pada perusahaan sekuritas tersebut. Setiap akan melakukan penjualan atau pembelian, kita akan diminta atau mendapat konfirmasi. Melalui rekening efek tersebut, kita dapat melihat laporan bulanan mengenai saham-saham yang pernah kita transaksikan dalam satu bulan terakhir, juga saham apa saja yang kini menjadi aset kekayaan kita. Hal lainnya yang cukup penting adalah kita dapat mengetahui posisi keuangan kita, termasuk laporan mengenai pembagian deviden, keuntungan, dan juga kondisi hutang jika ada.

Secara garis besar, ada tiga jenis rekening efek yang bisa dipilih oleh para pelaku bisnis di pasar modal ini, yakni rekening reguler, rekening roll over, dan juga rekening margin.

rekening saham

Rekening Reguler
Ciri utama dari rekening ini adalah tidak adanya dana tunai milik kita yang tersimpan pada perusahaan sekuritas. Ini artinya, setiap kita ingin melakukan transaksi saham, misal pembelian, maka kita harus menyetorkan uang secara langsung ke rekening bank perusahaan sekuritas. Begitu juga sebaliknya, ketika kita mendapatkan hasil transaksi penjualan, maka dana transaksi tersebut akan langsung masuk ke rekening bank kita. Artinya tidak ada dana yang tersimpan pada rekening reguler tersebut. Ini merupakan rekening yang paling aman karena tidak ada dana tunai yang ditahan di pihak sekuritas, sehingga bisa mengurangi risiko penipuan atau penggelapan oleh pihak perusahaan sekuritas. Meskipun sangat aman, namun bagi sebagian pelaku pasar keuangan, jenis rekening ini dianggap kurang praktis, karena terlalu banyak melewati tahapan untuk melakukan aktivitas jual beli.

Rekening Roll Over
Dengan memilih jenis rekening ini, maka sebagai investor anda diwajibkan untuk memiliki sejumlah dana deposito yang dititipkan pada perusahaan sekuritas. Setiap terjadi transaksi, rekening akan otomatis mencatatkan debit maupun kredit. Rekening yang juga populer disebut dengan rekening RO ini dianggap lebih praktis daripada rekening reguler. Bahkan juga memungkinkan untuk melakukan pembelian saham yang melebihi jumlah deposito kita, asalkan pada hari "T plus 3" kita sudah harus melunasi kekurangan transaksi tersebut.

Ketika kita menjual saham, maka dana transaksi tersebut akan langsung masuk ke dalam deposit, dan dapat kita tarik (withdraw) dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi pencairan dana dengan mengisi dan mengirim formulir withdraw ke perusahaan sekuritas.

Kelebihan dari jenis rekening ini adalah kepraktisannya, karena tidak perlu lagi melakukan penyetoran ke bank setiap ingin membeli saham. Selain itu, beberapa perusahaan sekuritas juga memberikan bunga deposit terhadap investor yang memiliki dana simpanan di perusahaan sekuritas untuk syarat tertentu. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, namun sebaliknya juga memiliki potensi lebih besar terhadap kemungkinan terjadinya penggelapan dana oleh pihak sekuritas.

Rekening Margin
Jenis rekening efek yang keke tiga adalah rekening margin. Untuk membuka rekening ini, seorang investor harus menyetorkan dananya minimal 200 juta rupiah. Dengan rekening ini, pihak investor diperbolehkan menggunakan dana pinjaman untuk melakukan pembelian saham dengan tanggal jatuh tempo hingga hari ke 90 setelah hari transaksi. Namun, pemanfaatan rekening margin tersebut tidak serta merta dapat dipakai untuk membeli beraneka saham, tetapi hanya beberapa jenis yang sudah diatur oleh pihak BEI.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait