Kondisi Ini Bisa Bikin Harga Emas Jatuh

Sebagai salah satu pusat dan barometer ekonomi dunia, kondisi negara Amerika Serikat dapat menjadi penentu kestabilan dan ketidakstabilan perekonomian global, bahkan tentunya termasuk harga emas dunia. Sebuah kebijakan kecil atau pun publikasi sebuah data dari suatu lembaga negara di Amerika Serikat dapat membuat harga emas bergejolak, seperti yang terjadi kemarin (9/1/2016). Sebuah publikasi data yang menunjukkan bahwa penggajian non pertanian (non farm payroll) Amerika Serikat tengah mengalami tren kenaikan. Hal ini pun membuat harga emas yang diperdagangkan di pasar dunia mengalami sedikit kemerosotan. Data yang diterbitkan tersebut memberi petunjuk pada investor dan pelaku bisnis bahwa tengah terjadi perbaikan yang berkesinambungan ekonomi negara Paman Sam tersebut, sehingga memberi tekanan ke logam mulia. Seperti yang kita ketahui, bahwa jika perekonomian Amerika Serikat dan global menunjukkan angka positif, maka itu berarti para pemilik modal akan menjual emasnya untuk digunakan berinvestasi di sektor lain yang menjanjikan keuntungan lebih besar. Stok emas yang semakin banyak beredar di pasar global akan mengakibatkan nilainya turun. Nah, demikian juga sebaliknya.

Menurut berita yang dimuat di Wall Street Journal, dalam kontrak emas untuk pengiriman bulan Februari 2016 di New York Mercantile Exchange, tercatat mengalami penurunan sebesar 0,9 persen menjadi US$ 1.097,9 per ounce.

Harga emas turun
Data penggajian non pertanian (non farm payroll) Amerika Serikat yang diterbitkan pada Jumat lalu memberikan gambaran dan bukti bagaimana kekuatan dan pengaruh ekonomi negara Amerika Serikat. Jika tren penguatannya terus mengalami nilai positif, maka dipastikan akan membuat para anggota dewan Bank Sentral Amerika (Federal Reserve) semakin yakin dan percaya diri untuk merealisasikan rencana menaikkan suku bunga di tahun 2016 ini. Dampak dari kebijakan menaikkan suku bunga acuan tersebut dapat membuat harga emas menjadi terus turun, karena suku bunga tinggi membebani investasi logam mulia. Suku bunga tinggi akan membuat para investor meninggalkan emas, lalu beralih ke instrumen lain yang menjanjikan keuntungan atau bunga yang lebih menarik.

Data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat baru-baru ini menunjukkan bahwa pada akhir Desember 2015 telah adanya tambahan 292 ribu pekerjaan, yang berarti pertumbuhan ekonomi tampaknya semakin bergairah. Angka 292 ribu tersebut ternyata melebihi ekspektasi dan perkiraan dari survey ekonomi yang pernah dilakukan oleh The Wall Street Journal, yakni sekitar 210 ribu pekerjaan. Jumlah persentase pengangguran tetap sama, yakni 5 persen, dan upah tetap stabil.

Saat ini banyak orang yang mulai mempertanyakan reputasi emas sebagai surganya investasi yang paling menguntungkan, sebab saat dulu terjadi konflik di Ukraina serta krisis ekonomi yang melanda Yunani, kenaikan harga emas hanya berlangsung singkat sehingga tak memberikan keuntungan signifikan bagi pebisnis emas. Beberapa investor mengungkapkan pasar telah beralih ke aset yang aman untuk menaruh uang.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait