Iklan Adwords Diblokir Google? Mungkin Karena Termasuk 8 Kategori Ini

Di awal tahun 2016 ini, Google telah menerbitkan laporan mengenai pemblokiran sekitar 780 juta iklan. Angka tersebut meningkat 49% dari tahun 2014 lalu. Jumlah yang besar tersebut tentu akan mengurangi pendapatan Google dari bisnis periklanan. Namun, mengapa Google berani melakukan tindakan pemblokiran tersebut? Rupanya Google ingin menciptakan akses internet yang sehat dan aman bagi semua pengguna. Dengan cara ini, bisnis periklanan Google akan tetap sehat dalam jangka panjang.

Nah, jika anda merupakan pengiklan (advertiser) dalam jaringan iklan Adwords yang iklannya diblokir, maka harus menganalisa apa yang menjadi penyebabnya. Mungkin saja iklan atau akun anda termasuk dalam kategori ini.

adwords block

1. Produk Palsu
Beriklan di Google tidak boleh merugikan pihak manapun. Anda yang diketahui mempromosikan produk palsu akan dicabut akunnya dari jaringan iklan Google. Sepanjang tahun 2015 lalu, Google telah men-suspend lebih dari 10.000 situs web dan 18.000 akun yang menjual produk palsu, seperti jam tangan dan brand fashion palsu.

2. Farmasi
Anda yang memasarkan produk obat-obatan harus lebih teliti jika memasang iklan di jaringan Google, karena tidak semua produk farmasi diterima untuk diiklankan. Salah satu contohnya adalah produk obat-obatan yang tidak disetujui untuk digunakan, atau obat-obatan yang diklaim sama efektifnya seperti obat resep dokter. Dalam laporan tersebut, Google menyebutkan telah memblok 12,5 juta iklan farmasi.

3. Penurun Barat Badan
Masalah obesitas memang merupakan topik yang banyak dihadapi penduduk dunia, dan produk untuk solusi ini paling banyak dicari pengguna internet. Namun Google tampaknya berhati-hati mengkampanyekan iklan jenis ini, terutama pengiklan yang membuat klaim menyesatkan tentang cara menurunkan berat badan tanpa diet atau olahraga. Ada lebih dari 30.000 web pengiklan yang terkena suspend Google.

4. Software Malware
Adwords telah memblokir lebih dari 10.000 situs yang menawarkan software yang tak diinginkan (penggagu) yang dapat membuat kinerja perangkat menjadi lambat, terinfeksi virus, atau mengubah homepage. Pemblokiran ini juga dapat mengurangi jumlah download yang tak diinginkan sebanyak lebih dari 99%.

5. Phishing
Tindakan phishing atau Password Harvesting (tindakan memancing dengan tujuan untuk mengumpulkan password) juga serius ditangani oleh Google. Perusahaan ini setidaknya telah memblokir 7.000 pengiklan yang situsnya terindikasi melakukan phishing.

6. Trick To Click
Setidaknya ada lebih dari 17 juta iklan yang ditayangkan dengan tujuan untuk mengelabui pengguna internet untuk berinteraksi dengan iklan-iklan tersebut (misalnya peringatan sistem palsu, dan sebagainya) telah diblokir Google tahun lalu.

7. Klik yang Tak Sengaja
Dengan teknologi yang dimilikinya, Google dapat mendeteksi klik-klik iklan yang tak disengaja (accident click). Google pun mengakui telah mengembangkan alat yang dapat mengurangi seberapa sering pengguna tanpa sengaja mengklik iklan  ketika men-scroll layar. Selain itu, software datanya juga mampu mendeteksi pengguna yang sengaja atau tidak sengaja meng-klik iklan. Rupanya bukan publisher saja yang terkena penalti karena membuat user mengklik iklan tanpa sengaja. Pengiklan pun tak luput dari hukuman suspended.

8. Pelanggar Kebijakan
Di dunia aplikasi, Google juga melakukan pemantauan ketat terhadap iklan yang memang melanggar kebijakan. Sebanyak 1,4 juta aplikasi yang tidak mengikuti kebijakan untuk situs web dan aplikasi mobile juga dicekal oleh Google. Pada tahun 2015 lalu terdeteksi 25.000 iklan yang diblokir karena memunculkan aplikasi yang melanggar kebijakan, misalnya karena iklan mobile yang ditempatkan terlalu dekat dengan sebuah tombol. Pencekalan itu bertujuan untuk membuat kenyamanan para pengguna internet dan aplikasi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait