Hasil Riset, Ponsel Pintar Ternyata Bisa Mencegah Kanker, Masa Sih?

Jika anda terlalu banyak duduk berdiam diri, maka itu artinya anda telah mengundang penyakit. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bernapas-malasan cenderung lebih mudah terserang berbagai penyakit, seperti risiko terkena kanker payudara, kolorektal, ovarium, serta prostat, bahkan termasuk obesitas. Oleh karena itu, kuncinya adalah banyak bergerak.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh  para peneliti dari Oklahoma, Georgia, Alabama, Texas, dan Nebraska menunjukkan bahwa mobile gadget seperti smartphone dan smartwatch ternyata dapat menjadi alat yang cukup efektif untuk menghindari risiko. Kok bisa? Bukankah sinyal radiasi dari perangkat tersebut diduga dapat meningkatkan potensi kanker?

ponsel pintar

Studi yang disponsori oleh American Cancer Society tersebut mengindikasikan bahwa ponsel pintar dan perangkat sejenis dapat membantu orang lebih banyak bergerak, sehingga semakin sering anda bergerak, maka semakin minim risiko kemunculan kanker. Ketika anda terlalu lama duduk diam, ponsel akan mengingatkan anda lewat fitur notifikasinya agar anda berdiri dan bergerak.

Seperti apakah gambaran penelitian tersebut? Mengutip laman Huffington Post, para papartisipan yang terlibat dalam penelitian menggunakan accelerometers yang mampu menganalisa gerakan tubuh. Teknologi ini sering dijumpai pada fitness trackers di ponsel tertentu. Para partisipan yang tak sadar telah duduk lama atau lebih dari 2 jam, akan diperingatkan oleh notifikasi accelerometers yang terinstal pada smartphone.

Dengan cara ini, dapat disimpulkan bahwa smartphone efektif membantu para partisipan penelitian untuk mengurangi aktivitas diam dan menambah aktvitas gerak mereka, sehingga tubuh lebih sehat dan terhindar dari potensi penyakit yang membahayakan.

aplikasi break remainder
Break Remainder
Namun menurut Direktur Nutrisi dan Aktivitas Fisik American Cancer Society, Kerem Shuval, hasil penelitian tersebut masih memiliki kelemahan, ternyata keterbatasan cakupan penelitian yang hanya melibatkan 215 orang dalam waktu satu minggu. Selain itu, subjek penelitiannya pun sebagian besar adalah perempuan yang dipilih secara acak.

Secara singkat, hasil penelitian tersebut menunjukkan bagaimana sebuah perangkat teknologi mobile seperti smartphone, smartwatch, atau fitness band bisa mendorong seseorang terus bergerak.  Fitur notifikasi yang ada pada Apple Watch  akan secara otomatis memberitahukan ke penggunanya tentang lama waktu yang telah dihabiskan dengan berdiam diri. Bagi anda yang membuktikan hasil penelitian ini dapat melakukannya dengan aplikasi-aplikasi yang sudah beredar, seperti Break Reminder bagi pengguna Android, dan Stand Up untuk iPhone.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait