Google Tidak Akan Bisa Sukses Tanpa Peran BOD

Dalam susunan struktur organisasi start up yang sudah berhasil mencapai level atas, ada satu pihak yang turut memegang peranan, yakni dikenal dengan istilah Board of Directors (BOD) atau dewan direksi. BOD dibentuk dari orang - orang yang ditunjuk oleh para pemegang saham. Pihak Board of Directors memiliki tugas kekuasaan lebih tinggi pada tingkatan tertentu daripada CEO. Namun dalam struktur organisasi Startup, BOD tidak menerima dividen layaknya dewan direksi pada sebuah perusahaan publik atau BUMN.

Keanggotaan BOD dipilih dari orang orang yang memang mempunyai keterampilan dan kompetensi yang lebih luas daripada CEO. Dalam fungsi dan perannya, BOD bertugas untuk:
  • Memilih dan menyarankan CEO
  • Membantu CEO untuk mengembangkan perusahaan
  • Memastikan CEO melakukan perannya secara benar
  • Mengesahkan keputusan yang diambil CEO

Dewan direksi startup
Ilustrasi Dewan Direksi

Struktur BOD dalam sebuah startup umumnya terdiri dari ketua dewan, dewan internal, dan dewan eksternal. Saat ini, struktur BOD di perusahaan Google terdiri dari 11 orang (3 orang dari internal perusahaan dan sisanya berasal dari investor). Anggota BOD tersebut dipilih dengan keahlian yang berbeda-beda, sehingga mampu mengembangkan perusahaan menjadi lebih luas. Sementara susunan BOD di Facebook dirancang lebih ramping lagi.

Lalu seperti peran BOD dalam sejarah perkembangan Google yang dahulu merupakan sebuah perusahaan startup?

Pada tahun 1998, dua mahasiswa dari jurusan Ilmu Komputer di Stanford berhasil menciptakan sebuah mesin pencarian internet yang handal. Mesin pencarian dengan nama Google tersebut memiliki potensi yang menjanjikan. Namun, latar belakang Larry Page dan Sergey Brin yang bukan berasal dari jurusan bisnis membuat mereka sulit mencari sumber pendanaan. Kemudian di tahun 1999, mereka mendapat kucuran dana dari dua ventura capital besar, yakni KPCB (diwakili John Doerr) dan Sequoia Capital (diwakili Michael Moritz). Kedua orang tersebut kemudian diangkat menjadi anggota dewan direksi (BOD) pada startup Google tersebut. 

Melalui koneksi kedua orang ini, Google berhasil mendapatkan seorang yang berpengalaman, Eric Schmidt sebagai CEO Google. Eric Schmidt berhasil membawa ide-ide kedua pendiri Google tersebut sebagai lahan bisnis yang menguntungkan. Google terus berkembang dan akhirnya mampu exit dengan sukses (keluar dari citra startup) pada tahun 2004 dengan nilai IPO di lantai bursa sebesar US$ 1,67 M. 

Dari perjalanan perusahaan tersebut, terlihat jelas bahwa tampaknya Google takkan mampu menjadi seperti sekarang ini tanpa bantuan dewan direksi (BOD).

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait