Data Mencengangkan, Uang 1 Persen Orang Kaya Setara Setengah Aset Penduduk Miskin Dunia

Hingga tahun 2016 ini, masalah ketimpangan ekonomi antara kaum jutawan dengan kelompok penduduk miskin ternyata makin melebar. Masalah ini menjadi isu global, termasuk juga Indonesia. Berdasarkan hasil sebuah riset yang dilakukan oleh lembaga filantropis Oxfam Internasional diperoleh data bahwa 62 orang kaya dunia ternyata jumlah kekayaannya setara dengan total kekayaan setengah penduduk miskin dunia.

Lebih dari setengah triliun dolar AS jumlah kekayaan para konglomerat dunia terus mengalami peningkatan pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Jika pada tahun 2010, total kekayaan konglomerat yang bisa menyamai setengah penduduk miskin dunia ada sebanyak 388 orang. Kini, dengan 63 orang kaya saja ternyata bisa menyamai total kekayaan setengah penduduk miskin dunia yang saat ini berjumlah 3,6 miliar jiwa. Data tersebut semakin menunjukkan adanya jurang kesenjangan yang semakin lebar antara orang kaya dengan yang miskin.

data miliarder

Di depan forum ekonomi dunia yang diselenggarakan di Davos, Swiss, Oxfam merilis dan mengungkapkan hasil risetnya. Menurut Gawain Kripke yang menjabat sebagai Direktur Kebijakan dan Riset Oxfam Amerika, menyatakan bahwa kekayaan telah terdistribusi dengan derasnya, tetapi hanya berpusat dan dinikmati oleh segelintir kaum elite.

Di hadapan forum yang dihadiri oleh para pebisnis global, akademisi, dan pemimpin dunia tersebut, Kripke mengungkapkan data bahwa ada 20 persen penduduk miskin dunia yang hidup dengan penghasilan kurang dari 1,9 dolar AS per hari. Dalam kurun waktu 1988-2010, ternyata tidak ada peningkatan penghasilan yang mereka peroleh. Artinya kemajuan ekonomi dunia sama sekali tidak memberi efek bagi mereka.

Kondisi ini ternyata berbanding terbalik dengan kaum miliarder. Kelompok konglomerat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mampu merasakan peningkatan kekayaan hingga 46 persen. Perbedaan peningkatan penghasilan yang cukup signifikan tersebut menjadi pertanda bahwa ekonomi global tidak bekerja efektif, terutama untuk mengangkat penghasilan orang-orang yang berada dalam lingkaran kemiskinan.

Lalu bagaimana caranya untuk mengurangi permasalahan global tersebut? Pihak Oxfam menyerukan kepada para pemimpin dunia agar fokus terhadap penggelapan dan pengemplangan pajak. Data riset Oxfam memperkirakan setidaknya ada 7,6 triliun dolar AS yang seharusnya bisa ditarik sebagai pajak dari kelompok miliarder. Jumlah yang tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pemerataan kesejahteraan bagi kaum miskin dunia.

Data riset lainnya yang dipublikasikan organisasi nirlaba Oxfam, memperlihatkan bahwa 1 persen orang terkaya di dunia memiliki kekayaan yang jumlahnya sama dengan total kekayaan 99 persen penduduk dunia. Untuk menjadi bagian dari kelompok 1 persen tersebut, seseorang setidaknya memiliki kekayaan 760 ribu dolar AS atau sekitar 11 miliar rupiah.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait