Cara Netflix Melindungi Bisnis Kontennya dari Tindakan Ilegal

Baru - baru ini perusahaan penyedia layanan streaming video dan film dunia, Netflix telah berhasil merambah layanannya ke 130 negara di seluruh dunia. Namun sayangnya tidak semua konten di tiap tiap negara tersedia dengan jumlah dan jenis yang sama. Misalnya jaringan Netflix Australia ternyata hanya menyediakan 10% konten dibandingkan dengan jaringan Netflix di Amerika Serikat. Perbedaan jumlah dan jenis konten yang tersedia di masing - masing negara disebabkan karena adanya perbedaan lisensi konten untuk tiap lokasi geografis.

Ketimpangan tersebut menyebabkan banyak pelanggan Netflix yang memanfaatkan virtual private network untuk bisa mengakses konten di negara lain. Dengan VPN tersebut, pelanggan berupaya mengubah alamat peramban web-nya sehingga sistem Netflix mendeteksi seolah - olah pelanggan tersebut sedang berada di negara yang menyediakan konten yang dimaksud atau istilahnya proxy.

Layanan sewa film Netflix

Cara ini tentu menyalahi aturan, sehingga Netflix akan berupaya untuk memblokir para pelanggan yang mengakses layanan Netflix dengan menggunakan proxy internet. Untuk memperkokoh bisnisnya, dalam jangka panjang Netflix akan berupaya mengurangi ketimpangan ketersediaan konten di semua negara. 

Hal ini diungkapkan oleh wakil presiden Netflix, Devid Fullagar pada sebuah postingan di blog. Devid mengungkapkan jika semua lisensi konten (film dan layanan streaming) telah dapat disediakan untuk semua negara di seluruh dunia, maka tidak ada alasan lagi bagi pelanggan untuk menggunakan proxy ataupun cara lain yang menipu sistem Netflix. Para pelanggan yang menggunakan VPN akan diberi tindakan keras, sementara pelanggan yang tidak memanfaatkan VPN tidak akan terkena pengaruh dari rencana tindakan yang dilakukan Netflix.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait