Cara Membentuk Tim dan Partner Kerja yang Baik ala Facebook

Perusahaan besar merupakan sebuah organisasi yang dibangun oleh orang-orang handal yang ada di belakangnya. Meskipun anda memiliki perusahaan privat yang dikendalikan oleh anda sepenuhnya, namun untuk bisa meraih kesuksesan anda perlu sebuah tim ataupun partner kerja yang bersedia bahu - membahu memajukan perusahaan tersebut. Demikian pula, jika anda tengah mengerjakan sebuah proyek besar, anda perlu membentuk sebuah tim atau paling tidak rekan kerja yang bisa saling menyokong dalam mencapai target yang diharapkan.

Dalam membentuk sebuah tim kerja yang handal, memang bukan sesuatu yang mudah, tetapi juga bukan sesuatu yang sulit. Rasa klik dan bisa saling melengkapi kekurangan masing - masing adalah kunci utamanya. Nah, jika saat ini anda masih dilanda kebingungan dalam mencari partner bisnis yang paling klop, maka ada baiknya anda membaca sekilas tentang kisah perjalanan Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook dalam mencari partner kerja yang bisa diandalkan.

Mark Zuckerberg adalah sosok entrepreneur muda yang tertarik pada dunia teknologi, terutama dalam bidang komunikasi. Satu impian hidupnya adalah bisa menciptakan sesuatu yang menjadi media komunikasi dan penghubung umat manusia di dunia ini. Di dalam sebuah ruangan kamar tidur yang berantakan, terciptalah sebuah aplikasi jejaring sosial terpopuler di dunia yang disebut dengan Facebook alais FB. Sebelum sukses dan menjadi media penghubung lebih dari satu miliar penduduk di bumi, pembuatan Facebook memang penuh dengan tantangan dan hambatan.

face book mark zuckerberg sheryl

Ia harus rela meninggalkan bangku kuliahnya di Universitas Harvard demi visi misinya menghadirkan layanan media penghubung dan berbagi umat manusia di dunia maya. Usahanya tersebut membuahkan hasil, dan di tahun 2008 pertumbuhan bisnis Facebook terus menunjukkan tren positif. Meski bersemangat dan penuh energik, Mark Zuckerberg saat itu belum memiliki model bisnis yang tepat dalam mempertahankan pertumbuhan Facebook. Ia pun memutuskan untuk merekrut seseorang yang bisa menutupi kekurangannya. Pilihannya jatuh pada Sheryl Sanberg yang kala itu merupakan wakil presiden pemasaran dan operasional online global di Google.

Bagaimana cara Mark untuk meyakinkan Sheryl agar mau pindah kantor? Mark bertemu Sheryl pada sebuah pesta Natal di Silicon Valley. Mark telah lama mengagumi prestasi Sheryl di Google. Sejak awal, sosok wanita kelahiran 28 Agustus 1969 tersebut telah membantu Google sukses mengembangkan bisnis periklanan online. Secara alamiah, Mark merasa cukup terkesan dengan Sheryl Sanberg. Ia pun sering mengundang Sheryl untuk makan malam dan menghabiskan lebih dari 100 jam untuk bisa mengenalnya lebih dekat. Kesepakatan pun terjadi, Sheryl resmi bergabung ke Facebook dan menjabat sebagai Chief Operating Officer Facebook pada Maret 2008.

Sejak awal bergabung, wanita yang memiliki dua orang anak ini selalu berpikir bagaimana caranya meningkatkan pendapatan Facebook. Cara pandang Sheryl agak berbeda dengan Mark. Pendiri Facebook itu memiliki persepsi bahwa selama Facebook dipandang sebagai media sosial yang keren, maka selama itu perusahaan Facebook akan tetap memperoleh penghasilan. Pandangan tersebut agak kurang disetujui oleh Sheryl, karena Facebook akan bisa memperoleh pendapatan yang berlipat ganda jika disokong oleh iklan.

Melalui arahan baru Sheryl yang berfokus pada space iklan, perusahaan Facebook bisa menghasilkan keuntungan berlipat. Sheryl dianggap mampu menangkap visi dan teknologi Mark, dan mengubahnya menjadi sebuah ceruk bisnis yang menguntungkan. Keunggulan kedua partner kerja yang bisa saling melengkapi tersebut akhirnya membuat Facebook tetap merajai sebagai media sosial nomor satu di dunia, dan menjadikannya sebagai salah satu perusahaan yang mengalami pertumbuhan yang siginifikan dalam sejarah bisnis dunia.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait