Cara Aman Menggunakan Fitur Pemindai Sidik Jari pada Ponsel

Untuk meningkatkan privacy dan keamanan sebuah perangkat mobile, para produsen smartphone berlomba-lomba membekali fitur keamanan ponselnya dengan fitur canggih pemindai sidik jari. Pengalaman pengguna dan juga keamanan perangkat menjadi lebih baik dengan adanya sensor biometrik tersebut. Hal inilah yang selalu diungkapkan oleh para vendor smartphone. 

Namun, usut punya usut, hal itu tidak selalu benar. Inilah pendapat dari perusahaan keamanan virus, Kaspersky Lab. Menurut perusahaan ini, sebagai permulaan, sensor tidaklah selalu sempurna. Sidik jari basah sulit dikenali oleh pemindai kapasitif model lama. Sering kali dalam kebanyakan kasus, hal itu tidak bekerja maksimal pada upaya pertama.

Kemudian, model pemindai sidik jari terus berkembang, dan Qualcomm berhasil menciptakan sensor ultrasonik yang bekerja dengan mengenali bentuk sidik jari dengan sistem ultrasound sehingga bisa menciptakan gambar jari berbentuk 3D. 

pemindai sidik jari finger print scanner

Jika saat ini anda telah memiliki perangkat ponsel pintar yang telah dilengkapi fitur pemindai sidik jari, maka dalam penggunaannya harus tetap berhati-hati dan melakukan trik khusus, seperti yang diungkapkan oleh Kate Kochetkova, seorang ahli teknologi yang bekerja di Kaspersky Lab. Apa saja yang perlu anda lakukan dengan fitur keamanan tersebut?

Tips #1 
Para vendor ponsel pintar sering mengungkapkan keunggulan produknya yang aman karena dibekali teknologi fingerprint scanner. Namun sebaiknya jangan pernah menggunakan pemindai sidik jari untuk keperluan otentifikasi akun keuangan anda, seperti PayPal. Hal ini untuk mengantisipasi kasus dimana smartphone anda tercuri, dan si pencuri dengan mudah menyalin sidik jari anda langsung dari permukaan layar smartphone tersebut.

Tips #2 
Jika anda memang yakin dan ingin tetap menggunakan fitur fingerprint scanner tersebut, ada baiknya tidak memakai jari jempol dan telunjuk anda sebagai kunci utama sidik jari anda. Mengapa? Sidik pada jari telunjuk dan ibu jari biasanya sering dipakai sebagai login biometrik kebanyakan orang. Alasannya karena lebih praktis dan nyaman. Namun itu sebenarnya cara yang agak keliru karena kedua jari tersebut merupakan jari yang paling sering dipakai untuk menyentuh smartphone. Jika kita meminjam smartphone orang lain, maka cetak utuh sidik jari kita akan dengan mudah disalin dari smartphone tersebut. Ini artinya kita membiarkan kunci rahasia kita disalin oleh orang lain.

Lalu bagaimana caranya biar aman? Untuk login, gunakan jari yang jarang anda pakai bekerja, misalnya jari tengah, jari manis, atau jari kelingking. Demikian juga, jika anda seorang bertangan kanan, maka jari yang digunakan sebagai login biometrik adalah jari di tangan kiri. Begitu pula sebaliknya. Dengan cara ini, keamanan privacy anda lebih terjaga.

Tips #3
Jika anda benar-benar ingin melindungi data-data sensitif anda, maka cobalah pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi ekstra. Sebuah pemindai sidik jari tidak bisa menjadi jaminan handal untuk melindungi data pribadi anda. Memang hal ini merupakan sebuah inovasi besar yang mampu memberikan manfaat dan tingkat keamanan ekstra. Namun, jangan juga terlalu bergantung dengan hal itu. Untuk data-data yang penting, lakukan otentifikasi setidaknya dua tingkat, misalnya sidik jari dan password. Ini membuat data-data anda lebih aman dari incaran para penjahat.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait