7 Produk Global yang Memiliki Nama Merk Beraneka Macam

Mungkin Anda telah cukup familiar dengan merek "Lays" yang merupakan produk camilan kentang goreng. Dan mungkin anda merupakan salah satu orang yang gemar dengan cemilan kentang crispy tersebut. Jika anda liburan ke Inggris dan ingin mengkonsumsi cemilan buatan PepsiCo tersebut, maka anda takkan menemukan merek serupa. Di sana, dan beberapa negara di dunia, produk snack "Lays" ternyata berganti nama dengan merek lain. Di Inggris diberi merk Walkers, di Brazil disebut Chipsy, dan di Australia bermerek Smith's. 

produk global merek

Perbedaan nama merek yang diterapkan di beberapa negara tentu memiliki latar belakang tersendiri. Dua alasan yang paling utama adalah karena ingin menyesuaikan bahasa di masing-masing negara, atau karena merek tersebut telah ada yang memakainya di negara yang bersangkutan sehingga mau tidak mau sang produsen harus mengganti merek lain. Nah, selain Lays, ternyata masih ada banyak produk global yang memiliki nama brand yang berbeda-beda di beberapa negara tempat pemasarannya. Tujuh diantaranya adalah:

1. KFC
Kentucky Fried Chicken atau KFC yang merupakan brand populer di dunia harus memberi nama yang berbeda untuk produk restorannya di daerah Prancis, tepatnya di wilayah Quebec, yang memiliki peraturan ketat agar menggunakan bahasa setempat, sehingga disebut dengan PFK (Pulet Frit Kentucky).

2. Burger King
Merek makanan cepat saji yang berasal dari Amerika Serikat ini harus memilih nama berbeda di Australia karena merek Burger King telah digunakan oleh perusahaan lain. Jack Colin yang kala itu sebagai franchisee untuk kawasan Australia harus memilih daftar nama yang berbeda, sehingga merek Burger King untuk Australia menjadi Hungry Jack's.

3. Axe
Unilever meluncurkan brand Axe di Prancis untuk produk parfumenya. Namun ternyata merek Axe tidak bisa diterapkan di beberapa negara karena masalah merek dagang, sehingga produk Axe menjadi merek Lynx untuk wilayah pemasaran di negara Inggris, China, Australia, dan Selendia Baru.

4. Vaseline
brand global
Bagi kaum wanita di Indonesia, merek ini rasanya sudah tak asing lagi. Produk petroleum jelly yang membantu melembutkan kulit ini ternyata memiliki nama yang berbeda di Spanyol dan Portugal, yakni Vasenol. Alasanya bukan karena terganjal oleh perebutan trademark, tetapi karena kata Vasenol lebih mudah untuk pengucapan bahasa di kedua negara tersebut.  

5. Danone
Merek perusahaan ini pertama kali dibuat di Spanyol, dan dibuat oleh putra pendirinya, Isacc Carasso. Di Amerika, merek Danone diganti menjadi Dannon untuk menghindari salah baca, yakni "Dan One".

6. Olay
Pada awalnya, merek produk kecantikan ini dibuat tiga versi, yakni Oil of Ulay, Oil of Ulan, dan Oil of Olaz, tergantung negara pemasarannya. Kemudian saat ini disederhanakan lagi menjadi dua nama, yakni Olay untuk versi internasional, dan Olaz untuk negara Jerman dan sekitarnya.

7. Wall's
Anak perusahaan Unilever ini ternyata paling banyak menggunakan merek yang berbeda di masing-masing negara. Di Amerika Serikat dan Kanada disebut Good Humor, di Spanyol disebut Frigo, di Denmark disebut Lusso, di Prancis bermerek Ola, di Filipina disebut Selecta, dan masih banyak lagi. Perbedaan tersebut selain karena penyesuaian trademark, juga untuk penyesuaian lafal bahasa agar lebih familiar.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait