6 Jabatan Penting dalam Struktur Organisasi Perusahaan Startup

Entah besar ataupun kecil skala perusahaan startup yang anda didirikan, pengaturan organisasi merupakan hal yang vital dan akan menjadi salah satu penentu kesuksesan bisnis startup anda. Dengan melakukan penataan struktur organisasi pada perusahaan, anda mendapatkan setidaknya dua keuntungan. Yang pertama, ada kejelasan peran dan tugas setiap individu yang di dalam perusahaan, dan yang kedua terkait kepercayaan pihak luar (termasuk investor) terhadap profesionalitas perusahaan. Oleh karena itu, membentuk organisasi yang terstruktur pada perusahaan harus mulai dipikirkan secara cermat saat awal pendirian perusahaan. Lalu bagaimanakah gambaran struktur organisasi dalam sebuah perusahaan startup?

Sebagai sebuah startup, saat awal pendiriannya biasanya dimulai dengan  segelintir orang. Oleh karena itu, susunan organisasi perusahaan pun dibuat sesederhana mungkin, yakni seorang CEO (Chief Executive Officer) sebagai pucuk pimpinan, dibawahnya adalah seorang CTO (Chief Technology Officer) sebagai pimpinan yang membidangi pengembangan produk dan teknologi, dan anggota yang lain berperan sebagai staf. Model organisasi ini biasanya diterapkan oleh startup yang baru berdiri dengan jumlah karyawan kurang dari 5 orang.

struktur organisasi startup
Para CEO  Startup 
Ketika perjalanan perusahaan semakin menunjukkan kemajuan, dengan jangkauan pemasaran dan minat investor yang kian meningkat, maka struktur perusahaan startup pun akan semakin kompleks. Saat startup telah mencapai kesuksesan di level tertinggi, maka susunan inti organisasi yang dibentuk biasanya terdiri dari enam jabatan utama, yakni: CEO, CTO, CFO, WP Pemasaran, CMO, dan COO. Apa saja dan bagaimanakah fungsi serta peran dari masing-masing posisi jabatan tersebut dalam sebuah perusahaan startup?

CEO (Chief Executive Officer)
CEO merupakan posisi jabatan tertinggi dalam startup. Sebagai pimpinan yang menahkodai arah perusahaan, kualitas seorang CEO dapat menjadi penentu nasib perusahaan. CEO yang berkarakter kuat dapat membentuk kultur perusahaan yang sehat, sedangkan CEO yang berkarakter lemah akan sulit memotivasi timnya. Adapun beberapa tugas penting yang diemban oleh seorang CEO antara lain: 
  • Merancang dan mengkomunikasikan visi misi perusahaan
  • Merekrut dan memotivasi tim work
  • Menjalin hubungan bisnis dengan investor
  • Merancang dan mengatur anggaran pembiayaan
  • Menentukan strategi bisnis perusahaan

CTO (Chief Technology Officer)
Startup identik sebagai perusahaan rintisan yang berbasis dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Apa pun jenis produk yang ingin dipasarkan ke publik, tidak pernah lepas dari implementasi teknologi. Oleh karena itu, ketika perusahaan anda telah mulai meningkat, maka perlu jabatan yang khusus mengurusi bidang teknologi dan pengembangan produk. Adapun beberapa tugas dan peran dari seorang CTO adalah:
  • Memantau dan menyatukan pengembangan produk
  • Memilih, mengadopsi, dan mengimplementasikan teknologi yang cocok dengan produk yang dikembangkan
  • Mengelola pengembangan produk

CFO (Chief Financial Officer)
Orang yang menjabat sebagai CFO bertanggungjawab terhadap segala urusan laporan keuangan perusahaan. Saat awal pembentukan startup, seorang Chief Financial Officer juga berperan dalam mengatur urusan penggajian karyawan dan pengembangan sumber daya manusia. Beberapa tugas yang diemban seorang CFO antara lain:
  • Merancang strategi penggalangan dana
  • Ikut mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan SDM, seperti penggajian, perekrutan, dan pemecatan karyawan, bahkan termasuk keputusan akuisisi.
  • Merumuskan dokumen keuangan serta menyampaikan laporan kesehatan keuangan perusahaan

WP Pemasaran
Posisi ini bertanggungjawab jawab untuk memasarkan produk yang telah diciptakan oleh tim Startup. Seorang yang duduk dalam jabatan Wakil Presiden Pemasaran bertugas untuk:
  • Merancang strategi penjualan bersama COM guna menghasilkan keuntungan bagi perusahaan
  • Memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan nilai tambah yang menarik bagi konsumen

CMO (Chief Marketing Officer)
Bagi anda yang ingin merekrut seseorang dalam jabatan sebagai CMO, maka pilihlah sosok yang mampu membawa citra perusahaan terlihat profesional dan meningkatkan kepecayaan pihak luar terhadap performa perusahaan anda. Jabatan CMO membawahi beberapa bidang, yakni kehumasan, divisi riset pasar, dan pencitraan. Tanggung jawab yang diemban CMO antara lain: 
  • Melakukan kampanye kehumasan
  • Melakukan riset pasar dan menerapkan strategi pemasaran yang paling cocok
  • Memperbaiki citra perusahaan untuk mendongkrak pemasaran sekaligus menarik modal investor

COO (Chief Operating Officer)
Segala macam masalah yang terkait dengan operasional di internal perusahaan merupakan tanggung jawab seorang COO. Ia memiliki beberapa peran, diantaranya:
  • Mengatur perusahaan
  • Menjadi jembatan antara karyawan dan CEO
  • Mengatur dan mengelola bisnis inti.

Dari keenam posisi jabatan yang dibentuk dalam sebuah perusahaan startup, CEO memegang peran penting. Bahkan saat awal pendirian, seorang CEO dapat berperan untuk mengerjakan tugas-tugas di atas. Ketika perusahaan telah berhasil menggapai kesuksesan, maka sang CEO perlu mendapat bantuan tenaga dari orang-orang yang duduk dalam jabatan tersebut. Struktur dan susunan organisasi di atas memang merupakan bentuk pembagian tugas yang ideal dan banyak diterapkan oleh startup di Silicon Valley. Namun, bukan berarti anda harus terpatok pada struktur organisasi tersebut, karena sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan anda. Struktur yang ramping terkadang dapat membuat perusahaan berjalan lebih efektif dan efesien. Jadi, semuanya dikembalikan lagi berdasarkan kebutuhan perusahaan startup.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait