4 Tipe Trader, Termasuk Yang Manakah Anda?

Investasi di pasar uang memang menjanjikan keuntungan berlipat. Sebaliknya, ancaman risiko kerugian juga sangat tinggi. Oleh karena itu, sebagai trader pemula (startup trader), anda harus menyisihkan banyak waktu dalam mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena ketika anda telah memasuki dunia trading, maka anda harus sudah siap mendapatkan pelajaran pertama anda, entah itu kerugian ataupun keuntungan. Langkah awal yang mungkin perlu anda ketahui adalah memahami karakter atau type anda dalam dunia investasi pasar keuangan. Cermati empat tipe trading berikut, dan cocokkan mana yang paling sesuai dengan kepribadian dan waktu anda.

1. Scalper Trader
Tipe trading yang satu ini mungkin memiliki prinsip menabung, yakni "sedikit demi sedikit, lama - lama menjadi bukit. Scalper trader merupakan pelaku pasar keuangan yang bersifat sangat agresif, dan hanya mau mengejar keuntungan sedikit saja. Artinya ketika mereka telah mendapatkan profit, meskipun kecil, mereka akan menjual asetnya dan keluar dari pasar tersebut, untuk kemudian mencari target baru. Agresivitas dalam melakukan trading cukup intens, dalam hitungan jam bahkan menit. Frekuensi keluar dan memasuki pasar yang sangat sering dapat membuat mereka mengumpulkan keuntungan besar, meskipun dimulai dengan profit-profit yang kecil. Para scalper trader selalu membidik saham yang nilainya sangat fluktuatif.

Trader tipe

2. Day Trader
Tipe trader ini mungkin beranggapan bahwa apa yang ia dapatkan hari ini adalah rejeki yang harus ia terima, entah itu rugi atau pun untung. Day Trader adalah pelaku trading yang menahan posisi yang dimilikinya selama satu hari itu saja. Gejolak apa pun yang terjadi di pasar pada hari itu tidak akan membuatnya berusaha menahan lebih lama ataupun melepas asetnya lebih cepat. Ia akan melihat hasil trading hari ini ketika memasuki penutupan bursa. Dengan cara ini, besok ia akan bisa memulai lagi aktivitas trading dengan lebih fresh, dan tentunya dengan pilihan aset yang baru.

3. Swing Trader 
Mungkin ini merupakan trader yang mengimplementasikan prinsip ekonomi, yakni berupaya membeli dengan harga terendah, lalu menjual dengan harga tertinggi. Warren Buffet boleh dibilang sebagai salah satu orang yang sukses menggunakan metode ini. Ketika ada saham yang harganya sedang terpuruk, maka ia akan memborongnya, kemudian menahannya dalam waktu tertentu (bahkan bulanan) hingga harganya berbalik arah bernilai tinggi. Keuntungannya pun berlipat ganda. Namun untuk menjadi swing trader, diperlukan kesabaran dan modal yang cukup besar.

4. Position Trader
Hal yang selalu dipegang oleh para trader tipe ini dalam menjalankan strategi tradingnya adalah prinsip analisis fundamental. Mereka melakukan trading dengan melakukan analisa yang mendalam dan terperinci. Menjalankan trading dengan time frame yang lama, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Position trader sering kali sudah disebut sebagai investor berdasarkan time frame-nya. Sebagai seorang trader yang bertipe position, maka modal yang dibutuhkan paling besar, tapi sejalan pula dengan potensi keuntungannya.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait