3 Penyebab Pasar Modal Indonesia Makin Fluktuatif

Mengapa kondisi pasar modal di Indonesia sering berfluktuasi? Apa saja faktor yang menjadi penyebab fluktuasi tersebut? Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, seperti yang dilansir dari Liputan 6 menjelaskan setidaknya ada tiga faktor utama yang mempengaruhi atau penyebab fluktuasi pasar modal Indonesia, yaitu:

Pertama, stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain, terutama dolar Amerika Serikat yang selalu rentan terkena efek kondisi global.

Kedua, rentang (spread) antara suku bunga acuan perbankan dengan laju inflasi yang terlalu lebar. Hal ini berbeda dengan beberapa negara lain yang berupaya menerapkan negatif spread. Caranya adalah dengan menkan suku bunga perbankan sehingga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi.

FLUKTUASI PASAR MODAL

Ketiga, masih banyak investor yang cenderung melakukan aksi wait & see terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Mereka berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Perbaikan daya beli tersebut tentu secara tidak langsung memberi dampak positif terhadap kenaikan laba emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga bisa meredam fluktuasi pergerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). 

Ketiga faktor di atas saat ini senantiasa mempengaruhi fluktuasi pasar modal Indonesia. Pihak BEI sendiri telah melakukan upaya untuk meredam situasi tersebut dengan cara meningkatkan jumlah investor domestik. 

Namun menurut Tito, kondisi perekonomian Indonesia saat ini dinilai masih jauh lebih baik dibanding ketika dihantam krisis moneter pada tahun 1998 ataupun krisis finansial 2008.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Sajian Informasi Terkait